tidak ada kata menyesal setelah mengenal mu, walaupun pada akhirnya kita berpisah.
— clock
— clock
sadarlah, kamu hanya tokoh pembantu, yang sedang menggantikan peran sementara selagi si tokoh utamanya pergi.
— clock
— clock
sudah saatnya menjauh darinya sikap dirinya sudah menyuruhmu untuk menjauhi dia.
— coffe
— coffe
udah tau ga akan dia bales chatnya masih aja dichat kebiasaan nyari penyakit.
— coffe
— coffe
jangan egois ya, dia berhak menentukan dengan siapa dia bahagia, ya walau kenyataan nya bukan sama kamu.
— clock
— clock
sometimes you need to take a break from everyone and spend time alone, take a break, appreciate, and love yourself.
— clock
— clock
i dont hate u, im just dissapointed u turned into everything u said youd never be.
— clock
— clock
stop checking your phone every minute, no one cares u, no one will text u, and no one loves u.
— clock
— clock
kita adalah kenangan.
sekedar menulis, tapi tak membaca.
yang berharap, tapi tak bertindak.
berakhir, tapi tak pernah berawal.
dengan ego yang mengalahkan diri.
kita adalah kenangan.
karena kemarin adalah kemarin,
jika kita adalah kita.
— clock
sekedar menulis, tapi tak membaca.
yang berharap, tapi tak bertindak.
berakhir, tapi tak pernah berawal.
dengan ego yang mengalahkan diri.
kita adalah kenangan.
karena kemarin adalah kemarin,
jika kita adalah kita.
— clock
sejauh ini aku masih sanggup bertahan walau sudah di jatuhkan berkali kali oleh semesta.
— clock
— clock
rumah tak selalu tentang darah, namun mereka yang berani sungguh bukan hanya sekadar singgah.
— clock
— clock
Pada akhirnya kita benar-benar saling. Saling pergi dan memilih menepi, untuk mengistirahatkan masing-masing hati.
Semesta mengajarkan kita untuk tidak terlalu memaksa kan? Jadi, ayo istirahat.
— clock
Semesta mengajarkan kita untuk tidak terlalu memaksa kan? Jadi, ayo istirahat.
— clock