。゚゚・。・゚゚。 ㅤ
゚。ㅤ —🎀 : 𝗦𝗧𝗔𝗥𝗟𝗜𝗧 | 𝗠𝗘𝗠𝗢𝗥𝗜𝗘𝗦 𐑥 ָ֢ ✧
゚・。・゚
gentle streets, warm lights, and echoes of laughter woven into stone paths. ꢾ୧
..💋 .. every step carries a trace of belonging,
each twilight glows like a secret kept only by Vendalasar.
memories here are not fleeting—they bloom softly, eternal as pressed violets in a diary. ₊ ⸼ ׁ❥ 𓂃
🤍 ა Vendalasar, you are not just a city—
you are a tender pause in time,
a place where hearts learned how to stay. . . ✧
゚。ㅤ —
゚・。・゚
𐙚 ── this place is a lantern of
stories once shared. ✦
gentle streets, warm lights, and echoes of laughter woven into stone paths. ꢾ୧
..
each twilight glows like a secret kept only by Vendalasar.
memories here are not fleeting—they bloom softly, eternal as pressed violets in a diary. ₊ ⸼ ׁ❥ 𓂃
you are a tender pause in time,
a place where hearts learned how to stay. . . ✧
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ 🤍 𝓑olen: sweet side 🤍
𓂃 𝗣𝗜𝗡𝗞 | 𝗦𝗔𝗙𝗘 𝗛𝗔𝗩𝗘𝗡 .. ೀ
this corner feels like a ribbon tied around the soul.🌸
soft voices, pastel bonds, and laughter folded like love notes inside the walls. ꢾ୧
𝅄 ۫🤍 every bond here hums with warmth,
each smile is a bloom, a delicate petal of togetherness.
valenza holds us gently, like silk wrapping around fragile glass. ₊ ⸼ ׁ❥ 𓂃
🧸 ⠀ა Valenza, you are not just a squad—
you are a safe embrace,
a home dressed in pink, where we always find our way back🩷
𓂃 𝗣𝗜𝗡𝗞 | 𝗦𝗔𝗙𝗘 𝗛𝗔𝗩𝗘𝗡 .. ೀ
this corner feels like a ribbon tied around the soul.
soft voices, pastel bonds, and laughter folded like love notes inside the walls. ꢾ୧
𝅄 ۫
each smile is a bloom, a delicate petal of togetherness.
valenza holds us gently, like silk wrapping around fragile glass. ₊ ⸼ ׁ❥ 𓂃
you are a safe embrace,
a home dressed in pink, where we always find our way back
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
this song is a ribbon-tied diary,
pages tinted in blush and whispers kept between the lines.
𝅄 ۫
every chorus glimmers like golden dusk pressed inside a frame.
they remain—delicate yet unbroken—
a melody sewn with threads of togetherness
but a soft haven sung in pink,
a lullaby of belonging,
a gentle vow that hearts will always find their way home
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Channel name was changed to «Petals & Promises, 🌸 where trust blooms endlessly.»
Channel name was changed to «The lamps of Vendalasar do more than light the streets—they guard a secret.»
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Di balik senja yang jatuh perlahan,
Vendalasar menyimpan sebuah rahasia.
Jalan berbatu yang bergaung lembut,
rumah-rumah tua yang bernafas hangat,
semuanya seolah menyembunyikan cerita. ꢾ୧
𝅄 ۫🤩 Bisikan itu diwariskan dari generasi ke generasi,
tak pernah diucapkan lantang,
namun tak pernah benar-benar menghilang.
Sebuah kisah yang hanya berani bangkit di malam hari—
halus, samar, tapi abadi. ₊ ⸼ ׁ❥ 𓂃
🤍 ⠀ა Mereka menyebutnya “Rahasia Lampu Vendalasar”
Sebuah cerita yang hanya bernyawa
saat senja merayap menjadi malam,
lampu-lampu mulai bernyala,
dan bayangan menari lembut di dinding batu. . .🤩
Vendalasar menyimpan sebuah rahasia.
Jalan berbatu yang bergaung lembut,
rumah-rumah tua yang bernafas hangat,
semuanya seolah menyembunyikan cerita. ꢾ୧
𝅄 ۫
tak pernah diucapkan lantang,
namun tak pernah benar-benar menghilang.
Sebuah kisah yang hanya berani bangkit di malam hari—
halus, samar, tapi abadi. ₊ ⸼ ׁ❥ 𓂃
Sebuah cerita yang hanya bernyawa
saat senja merayap menjadi malam,
lampu-lampu mulai bernyala,
dan bayangan menari lembut di dinding batu. . .
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ STORY DREAMY
𝗥𝗔𝗛𝗔𝗦𝗜𝗔 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨 𝗩𝗘𝗡𝗗𝗔𝗟𝗔𝗦𝗔𝗥
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ🩰 🩰
💎 ———𝐈. 美丽的故事
Di Vendalasar, senja selalu jatuh lebih pelan daripada di tempat lain. Langit kota ini memerah, lalu perlahan berubah menjadi ungu lembut, sementara lampu-lampu jalan dinyalakan lebih awal—seakan takut meninggalkan seseorang berjalan sendirian dalam gelap.
Aku melangkah di jalanan berbatu, membiarkan gaung langkahku menyatu dengan bisikan malam. Baru beberapa jam aku di sini, tapi Vendalasar sudah terasa seperti kota yang punya caranya sendiri untuk merayu.
“Pendatang baru, ya?” Sebuah suara muncul dari samping. Seorang pemuda bersandar santai di tiang lampu. Rambutnya jatuh menutupi sebagian wajah, tapi senyumnya terlalu jelas untuk diabaikan.
Aku menghentikan langkah. “Apa wajahku terlihat seasing itu?” “Bukan wajahmu,” ia menatapku dengan cara yang sedikit terlalu lama, “Tapi caramu melangkah. Terlalu lurus, terlalu jujur. Orang Vendalasar jarang berjalan seperti itu. Kami suka berbelok-belok—biar orang lain penasaran ke mana kami akan pergi.”
Aku nyaris tertawa. “Kedengarannya menyusahkan.”
“Tidak. Itu seni,” katanya ringan, lalu berdiri mendekat. “Dan di kota ini, seni selalu berbahaya.”
Aku merasa seolah lampu di atas kepala sengaja dipasang untuk menyoroti jarak kami yang semakin tipis. Tatapannya bukan sekadar rayuan, melainkan undangan untuk ikut bermain dalam permainan yang belum kuketahui aturannya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ STORY DREAMY
𝗥𝗔𝗛𝗔𝗦𝗜𝗔 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨 𝗩𝗘𝗡𝗗𝗔𝗟𝗔𝗦𝗔𝗥
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Di Vendalasar, senja selalu jatuh lebih pelan daripada di tempat lain. Langit kota ini memerah, lalu perlahan berubah menjadi ungu lembut, sementara lampu-lampu jalan dinyalakan lebih awal—seakan takut meninggalkan seseorang berjalan sendirian dalam gelap.
Aku melangkah di jalanan berbatu, membiarkan gaung langkahku menyatu dengan bisikan malam. Baru beberapa jam aku di sini, tapi Vendalasar sudah terasa seperti kota yang punya caranya sendiri untuk merayu.
“Pendatang baru, ya?” Sebuah suara muncul dari samping. Seorang pemuda bersandar santai di tiang lampu. Rambutnya jatuh menutupi sebagian wajah, tapi senyumnya terlalu jelas untuk diabaikan.
Aku menghentikan langkah. “Apa wajahku terlihat seasing itu?” “Bukan wajahmu,” ia menatapku dengan cara yang sedikit terlalu lama, “Tapi caramu melangkah. Terlalu lurus, terlalu jujur. Orang Vendalasar jarang berjalan seperti itu. Kami suka berbelok-belok—biar orang lain penasaran ke mana kami akan pergi.”
Aku nyaris tertawa. “Kedengarannya menyusahkan.”
“Tidak. Itu seni,” katanya ringan, lalu berdiri mendekat. “Dan di kota ini, seni selalu berbahaya.”
Aku merasa seolah lampu di atas kepala sengaja dipasang untuk menyoroti jarak kami yang semakin tipis. Tatapannya bukan sekadar rayuan, melainkan undangan untuk ikut bermain dalam permainan yang belum kuketahui aturannya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ STORY DREAMY
𝗥𝗔𝗛𝗔𝗦𝗜𝗔 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨 𝗩𝗘𝗡𝗗𝗔𝗟𝗔𝗦𝗔𝗥
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ😀 😀
💎 ———𝐈𝐈. 美丽的故事
“Apa kau sering menggoda orang asing di jalan?” tanyaku, mencoba terdengar tenang.
Ia mengangkat bahu, senyum genitnya makin jelas. “Tidak sembarangan. Hanya jika orang asing itu terlihat… menarik untuk dijadikan rahasia.”
Aku ingin mengabaikannya, tapi entah mengapa langkahku justru mengikuti iramanya. Hingga akhirnya ia menoleh ke arah sebuah lorong kecil di sisi kanan jalan.
“Aku tunjukkan sesuatu,” katanya.
Biasanya aku bukan tipe orang yang mudah percaya. Tapi ada sesuatu pada caranya berbicara—antara serius dan bermain-main—yang membuatku menurut. Kami melewati lorong sempit, lalu keluar ke sebuah taman tersembunyi.
Taman itu dipenuhi lampu kaca kecil yang tergantung di pohon-pohon, berpendar seperti bintang yang jatuh terlalu rendah. Aroma bunga bercampur dengan udara malam, membuat suasana nyaris tidak nyata.
“Orang bilang,” suaranya lirih, “siapa pun yang menemukan taman ini tidak akan bisa melupakan malam pertamanya di Vendalasar.”
Aku menatap lampu-lampu itu, kagum, sebelum mataku kembali padanya. “Kalau begitu… kau ingin aku tidak melupakanmu juga?”
Ia tersenyum, kali ini lebih pelan, lebih samar. “Aku tidak perlu menginginkannya. Aku hanya tahu, kau memang tidak akan melupakanku.”
Angin malam berembus, membuat lampu-lampu kaca bergoyang perlahan. Untuk sesaat, waktu seakan berhenti di antara kami. Aku tidak tahu apakah ini awal dari sesuatu… atau sekadar ilusi yang hanya bisa lahir di kota penuh rahasia seperti Vendalasar.
Dan saat aku menutup mata sejenak, aku bertanya dalam hati—apakah aku baru saja jatuh pada permainan kota ini, atau pada seseorang yang diam-diam menjadi bagian dari mimpiku?
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤ STORY DREAMY
𝗥𝗔𝗛𝗔𝗦𝗜𝗔 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨 𝗩𝗘𝗡𝗗𝗔𝗟𝗔𝗦𝗔𝗥
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
“Apa kau sering menggoda orang asing di jalan?” tanyaku, mencoba terdengar tenang.
Ia mengangkat bahu, senyum genitnya makin jelas. “Tidak sembarangan. Hanya jika orang asing itu terlihat… menarik untuk dijadikan rahasia.”
Aku ingin mengabaikannya, tapi entah mengapa langkahku justru mengikuti iramanya. Hingga akhirnya ia menoleh ke arah sebuah lorong kecil di sisi kanan jalan.
“Aku tunjukkan sesuatu,” katanya.
Biasanya aku bukan tipe orang yang mudah percaya. Tapi ada sesuatu pada caranya berbicara—antara serius dan bermain-main—yang membuatku menurut. Kami melewati lorong sempit, lalu keluar ke sebuah taman tersembunyi.
Taman itu dipenuhi lampu kaca kecil yang tergantung di pohon-pohon, berpendar seperti bintang yang jatuh terlalu rendah. Aroma bunga bercampur dengan udara malam, membuat suasana nyaris tidak nyata.
“Orang bilang,” suaranya lirih, “siapa pun yang menemukan taman ini tidak akan bisa melupakan malam pertamanya di Vendalasar.”
Aku menatap lampu-lampu itu, kagum, sebelum mataku kembali padanya. “Kalau begitu… kau ingin aku tidak melupakanmu juga?”
Ia tersenyum, kali ini lebih pelan, lebih samar. “Aku tidak perlu menginginkannya. Aku hanya tahu, kau memang tidak akan melupakanku.”
Angin malam berembus, membuat lampu-lampu kaca bergoyang perlahan. Untuk sesaat, waktu seakan berhenti di antara kami. Aku tidak tahu apakah ini awal dari sesuatu… atau sekadar ilusi yang hanya bisa lahir di kota penuh rahasia seperti Vendalasar.
Dan saat aku menutup mata sejenak, aku bertanya dalam hati—apakah aku baru saja jatuh pada permainan kota ini, atau pada seseorang yang diam-diam menjadi bagian dari mimpiku?
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Channel name was changed to «୨୧ ·˚ ༘ Lovely pink-ie VALENZA .🩰┊»
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM

