๊ท๊ฅ๊ทโงโหโง
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
( ห ห ห ห&ห )
๐๐๐๐๐
๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐
( ห ห ห ห&ห )
๐๐๐๐๐
๊ณ ๊ณ ๊ณ
[ โ ] โน โ ๐adya ๐ersuara หหห
๊ท๊ฅ๊ทโงโหโง ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ( ห ห ห ห&ห ) ๐๐๐๐๐ ๊ณ ๊ณ ๊ณ
โ โ โ
๐da saat dunia berputar terlalu cepat, suara-suara bertumpuk jadi gelombang, menerpa dada seperti badai yang tak mengenal jeda. Kita tertawa, kita bersorak, namun di dalam hati, ada ruang sunyi yang tak tersentuh oleh riuh apa pun.
๐idup ternyata selalu dua wajah satu yang menari dalam cahaya, satu lagi yang berlutut dalam gelap. Dan kita selalu berada di antaranya, mencari keseimbangan antara pesta dan doa, antara tawa dan luka, antara riuh yang memabukkan dan sunyi yang menyelamatkan.
๐ท๐๐ ๐๐ข๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐โ๐๐๐๐ฆ๐, ๐๐๐ก๐ โ๐๐๐ฆ๐๐๐โ
๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
๐๐๐ขโ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ฆ๐๐๐ฆ๐๐๐, ๐๐๐ ๐ ๐ข๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐โ.
๐da saat dunia berputar terlalu cepat, suara-suara bertumpuk jadi gelombang, menerpa dada seperti badai yang tak mengenal jeda. Kita tertawa, kita bersorak, namun di dalam hati, ada ruang sunyi yang tak tersentuh oleh riuh apa pun.
โ๏ธด๐บesunyian itu seperti pantai jauh tempat
โ๏ธด๐iwa duduk, menatap lautan yang
โ๏ธด๐uasnya lebih besar dari segala kata.
โ๏ธด๐mbak berlari, pecah di pasir, membawa
โ๏ธด๐erta nama, mimpi, dan doa yang
โ๏ธด๐ernah kita bisikkan kepada angin.
๐idup ternyata selalu dua wajah satu yang menari dalam cahaya, satu lagi yang berlutut dalam gelap. Dan kita selalu berada di antaranya, mencari keseimbangan antara pesta dan doa, antara tawa dan luka, antara riuh yang memabukkan dan sunyi yang menyelamatkan.
๐ท๐๐ ๐๐ข๐๐๐๐๐, ๐๐๐๐ ๐๐โ๐๐๐๐ฆ๐, ๐๐๐ก๐ โ๐๐๐ฆ๐๐๐โ
๐๐๐๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
๐๐๐ขโ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ฆ๐๐๐ฆ๐๐๐, ๐๐๐ ๐ ๐ข๐๐ฆ๐ ๐๐๐๐๐๐๐ ๐๐ข๐๐โ.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
[ โ ] โน โ ๐adya ๐ersuara หหห
๐ku berjalan, dan jalan itu serasa ikut merapikan dirinya. Udara menunduk sejenak, daun-daun gugur memilih jatuh dengan perlahan, seakan setiap menuntut keindahan yang tak pernah kuminta.
โ๏ธดAda tatapan yang menempel di punggungku,
โ๏ธดbukan satu, bukan dua, melainkan
โ๏ธดbarisan mata yang terikat pada bayangan.
โ๏ธดAku mendengar bisik-bisik tanpa nama,
โ๏ธดsenyum yang dibiarkan patah di bibir,
โ๏ธดdan detak jantung yang berubah irama
โ๏ธดhanya karena aku lewat begitu saja.
๐ku tidak tahu bagaimana rasanya menjadi biasa di mata orang lain. Sejak awal, dunia memperlakukan aku berbeda. Anak-anak menatap dengan kagum tanpa alasan, orang dewasa merapikan diri ketika bersamaku, dan cinta selalu datang lebih cepat dari rasa mengenal.
Namun, ada yang ganjil di balik
semua itu, ada rasa sepi yang pekat.
Orang-orang jatuh bukan pada diriku,
melainkan pada sesuatu yang melekat
di permukaan. Aku bisa membuat
hati bergetar, tapi jarang ada yang
berani menembus dalam. Mereka
berhenti di pintu, dan mengira telah
mengenalku hanya dari wajah
yang mereka lihat.
๐adang aku ingin menyembunyikan diri di balik debu, di balik gelap, agar orang benar-benar menimbang suaraku, menyentuh jiwaku tanpa terdistraksi cahaya. Tapi takdir ini keras kepala, ia terus menempel, tak bisa kupisahkan, tak bisa kutolak.
โ
Aku akhirnya mengerti, inilah warisan
yang dititipkan semesta. Bukan
hadiah, bukan pula kutukan, melainkan
garis takdir yang terukir di tubuhku,
membuatku selalu terlihat, bahkan
ketika aku ingin menghilang.
โ
๐aka aku hanya bisa menerima bahwa ada wajah-wajah yang dilahirkan untuk menjadi pusat, ada langkah-langkah yang ditakdirkan untuk didengar, ada senyum yang tak pernah sederhana, karena di dalamnya, ada rahasia yang tak bisa dijelaskan.
๐๐ช๐ท ๐๐ด๐พ ๐๐ญ๐ช๐ต๐ช๐ฑ ๐ก๐ช๐ฑ๐ช๐ผ๐ฒ๐ช ๐๐ฝ๐พ.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
[ โ ] โน โ ๐adya ๐ersuara หหห
๐ita belajar sejak dini bahwa hidup harus menuju sesuatu, padahal tak seorang pun tahu ke mana seharusnya langkah ini berhenti. Malam datang, membawa sunyi yang tak bisa dijelaskan. Kita pura-pura tegar di hadapan cermin, padahal mata sendiri pun enggan menatap balik.
๐ฏ๏ธ ใขSegalanya terasa penting,
ใขhingga suatu hari, tak ada lagi
ใขyang benar-benar berarti.
ใขOrang-orang datang seperti
ใขmusim, menghangatkan,
ใขlalu pergi tanpa pamit. Dan kita
ใขbelajar bahwa kehilangan
ใขbukan kejadian, melainkan
ใขkebiasaan. Di sela hiruk yang kita
ใขsebut hidup, ada jeda yang tak
ใขterlihat tempat di mana hati berbisik
ใขpelan, cukup sudah, jangan
ใขberlari terus.
๐arena pada akhirnya, yang harus dimenangkan, tak ada yang mesti disesali. Hidup hanya meminta kita hadir, sebelum akhirnya pergi, pelan-pelan, seperti lagu yang memudar di antara dua tarikan napas. Maka, hiduplah secukupnya cintai, meski tak dimengerti, maafkan, meski tak diminta, dan bila tiba waktunya berhenti, semoga tenang yang datang, bukan penyesalan.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Tetap Hidup karna
Masih Hidup
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
[ โ ] โน โ ๐adya ๐ersuara หหห
๐angkah diri ini berat seperti bayang, ditarik masa lalu yang tak mau lepas. Kenangan membusuk di sudut pikir, mengendap, mengeras, jadi beban napas. Tak ada cahaya yang benar-benar terang, hanya redup yang berpura-pura hangat. Tak ada tenang yang sungguh damai, hanya jeda sebelum sesak kembali mengikat.
๐amun diri ini masih berdiri, bukan karena kuat, bukan karena percaya, tapi karena belum hilang. Melanjutkan hidup bukan karena berharap, tapi karena masih hidup dan belum mati. Diri ini berjalan tanpa tujuan, tanpa keyakinan, hanya tubuh yang bergerak dan jiwa yang menahan.
๐arena hidup terkadang bukan
pilihan ia hanya sesuatu yang
terjadi, dan diri ini hanya
menjalaninya, dalam gelap, dalam
hening, dalam diam yang panjang.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐EHAMPAAN
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
[ โ ] โน โ ๐adya ๐ersuara หหห
โ๐iri ini tampak utuh, namun
โdidalamnya ada sesuatu yang
โruntuh tanpa suara. Tidak ada ledakan,
โtidak ada tangis, hanya sunyi yang
โterus bertambah berat. Perpisahan
โterasa masuk akal, logika membenarkannya,
โakal menerimanya, namun batin berjalan
โpincang mengejar sesuatu yang bahkan
โtak lagi punya nama.
โ๐ukan rindu yang menggerogoti, bukan cinta
โyang menjerat, melainkan kecewa yang
โmembusuk perlahan di ruang terdalam
โkesadaran. Kepercayaan pernah tumbuh
โpenuh, lalu mati tanpa upacara. Yang tersisa
โhanya bekasnya lubang sunyi yang tidak
โberdarah, tapi terus menganga.
โ๐ari-hari berlalu dengan
โwajah normal. Tawa masih bisa
โdipakai, kata-kata masih bisa
โdirangkai, namun di balik
โsemua itu ada kehampaan yang
โtak punya bahasa. Diri ini
โberjalan, bukan menuju masa
โdepan, hanya menjauh dari masa lalu.
โ๐ang paling menyakitkan bukan kehilangan,
โmelainkan kesadaran bahwa yang
โhancur bukan hubungan melainkan
โkeyakinan bahwa dunia pernah terasa
โaman. Kini hanya ada ruang kosong,
โsunyi yang menetap, dan diri ini yang
โbelajar hidup di dalam reruntuhan batin sendiri.
ูญโจ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐uang yang ๐etak
di ๐alam ๐ada
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
[ โ ] โน โ ๐adya ๐ersuara หหห
๐angkah ini lahir dari gemetar, bukan dari keberanian. Setiap arah terasa salah bahkan sebelum niat terbentuk. Udara seperti penuh mata, mengawasi tanpa wajah, menghakimi tanpa suara, menekan tanpa sentuhan. Nama terasa asing di telinga sendiri. Keinginan terasa seperti kesalahan. Harapan terasa seperti dosa. Hidup terasa seperti hutang yang tak pernah bisa lunas.
๐da suara yang tumbuh di dalam kepala, bukan suara sendiri, tapi kini hidup sebagai milik sendiri. Mengulang, mengulang, terus mengulang kata yang sama. Malam tak lagi gelap, karena pikiran terlalu terang oleh luka. Siang tak lagi terang, karena dada terlalu penuh oleh sesak.
๐ngin hilang, bukan mati hanya ingin lenyap dari kesadaran, menjadi sunyi, menjadi kosong, menjadi tidak terasa. Hati berubah jadi ruang sempit tanpa jendela, tanpa pintu, tanpa cahaya. Tempat bernapas pun terasa salah.
๐epercayaan runtuh perlahan. Rasa aman mengering. Keberanian membusuk dalam diam. Yang tersisa hanya tubuh yang berjalan tanpa merasa hidup, tanpa merasa punya arah, tanpa merasa punya rumah di dalam dirinya sendiri.
๐amun anehnya, masih ada satu denyut kecil yang menolak padam. Bukan harapan. Bukan percaya. Hanya naluri bertahan yang belum mati. Langkah masih bergerak, meski jiwa retak, meski batin runtuh, meski isi dada seperti puing.
๐ukan karena kuat, tapi karena lelah menjadi korban dari bayang yang terus hidup di dalam kepala. Dan mungkin suatu hari, sunyi akan lebih ramah daripada suara. Gelap akan lebih aman daripada terang. Dan hidup tak lagi terasa sebagai hukuman.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM