[ โ™‚ ] โŠน โ”€ ๐’adya ๐ersuara หŽหŠห’
18 subscribers
7 photos
4 videos
โŒ— โ”€ หŠหŽ ห’ ๐Šetika dunia terlalu bising, keheningan menjadi bahasa dan ketika hati terlalu penuh, kata menjadi jalan pulang. Ruang ini adalah perjalanan batin, tentang kehilangan, penerimaan, dan proses menjadi utuh kembali.
Download Telegram
๊’ท๊’ฅ๊’ทโ€งโ‚Šหšโœง

๐€๐๐“๐€๐‘๐€ ๐‘๐ˆ๐”๐‡
( ห™ ห™ ห™ หŠ&ห )
๐’๐”๐๐˜๐ˆ
๊™ณ ๊™ณ ๊™ณ
54442211
[ โ™‚ ] โŠน โ”€ ๐’adya ๐ersuara หŽหŠห’
๊’ท๊’ฅ๊’ทโ€งโ‚Šหšโœง ๐€๐๐“๐€๐‘๐€ ๐‘๐ˆ๐”๐‡ ( ห™ ห™ ห™ หŠ&ห ) ๐’๐”๐๐˜๐ˆ ๊™ณ ๊™ณ ๊™ณ
โ—  โ—  โ—

         ๐€da saat dunia berputar terlalu cepat, suara-suara bertumpuk jadi gelombang, menerpa dada seperti badai yang tak mengenal jeda. Kita tertawa, kita bersorak, namun di dalam hati, ada ruang sunyi yang tak tersentuh oleh riuh apa pun.

โ”Š๏ธด๐™บesunyian itu seperti pantai jauh tempat
โ”Š๏ธด๐š“iwa duduk, menatap lautan yang
โ”Š๏ธด๐š•uasnya lebih besar dari segala kata.
โ”Š๏ธด๐š˜mbak berlari, pecah di pasir, membawa
โ”Š๏ธด๐šœerta nama, mimpi, dan doa yang
โ”Š๏ธด๐š™ernah kita bisikkan kepada angin.


              ๐‡idup ternyata selalu dua wajah satu yang menari dalam cahaya, satu lagi yang berlutut dalam gelap. Dan kita selalu berada di antaranya, mencari keseimbangan antara pesta dan doa, antara tawa dan luka, antara riuh yang memabukkan dan sunyi yang menyelamatkan.

                   ๐ท๐‘Ž๐‘› ๐‘š๐‘ข๐‘›๐‘”๐‘˜๐‘–๐‘›, ๐‘๐‘Ž๐‘‘๐‘Ž ๐‘Ž๐‘˜โ„Ž๐‘–๐‘Ÿ๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž, ๐‘˜๐‘–๐‘ก๐‘Ž โ„Ž๐‘Ž๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž๐‘™๐‘Žโ„Ž
๐‘๐‘’๐‘—๐‘Ž๐‘™๐‘Ž๐‘› ๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘” ๐‘๐‘’๐‘™๐‘Ž๐‘—๐‘Ž๐‘Ÿ ๐‘๐‘’๐‘Ÿ๐‘‘๐‘Ž๐‘š๐‘Ž๐‘– ๐‘š๐‘’๐‘š๐‘๐‘–๐‘Ž๐‘Ÿ๐‘˜๐‘Ž๐‘›
            ๐‘Ÿ๐‘–๐‘ขโ„Ž ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘‘๐‘– ๐‘›๐‘ฆ๐‘Ž๐‘›๐‘ฆ๐‘–๐‘Ž๐‘›, ๐‘‘๐‘Ž๐‘› ๐‘ ๐‘ข๐‘›๐‘ฆ๐‘– ๐‘š๐‘’๐‘›๐‘—๐‘Ž๐‘‘๐‘– ๐‘Ÿ๐‘ข๐‘š๐‘Žโ„Ž.
66653111
๐Ÿ“š
๐‘ahasia yang ๐“ak
๐ernah ๐isa ๐ƒisembunyikan
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
44443332
[ โ™‚ ] โŠน โ”€ ๐’adya ๐ersuara หŽหŠห’
๐Ÿ“š ๐‘ahasia yang ๐“ak ๐ernah ๐isa ๐ƒisembunyikan
๐Ÿ•Š
       ๐€ku berjalan, dan jalan itu serasa ikut merapikan dirinya. Udara menunduk sejenak, daun-daun gugur memilih jatuh dengan perlahan, seakan setiap  menuntut keindahan yang tak pernah kuminta.

โ”‚๏ธดAda tatapan yang menempel di punggungku,
โ”‚๏ธดbukan satu, bukan dua, melainkan
โ”‚๏ธดbarisan mata yang terikat pada bayangan.
โ”‚๏ธดAku mendengar bisik-bisik tanpa nama,
โ”‚๏ธดsenyum yang dibiarkan patah di bibir,
โ”‚๏ธดdan detak jantung yang berubah irama
โ”‚๏ธดhanya karena aku lewat begitu saja.

       ๐€ku tidak tahu bagaimana rasanya menjadi biasa di mata orang lain. Sejak awal, dunia memperlakukan aku berbeda. Anak-anak menatap dengan kagum tanpa alasan, orang dewasa merapikan diri ketika bersamaku, dan cinta selalu datang lebih cepat dari rasa mengenal.

            Namun, ada yang ganjil di balik
            semua itu, ada rasa sepi yang pekat.
            Orang-orang jatuh bukan pada diriku,
            melainkan pada sesuatu yang melekat
            di permukaan. Aku bisa membuat
            hati bergetar, tapi jarang ada yang
            berani menembus dalam. Mereka
            berhenti di pintu, dan mengira telah
            mengenalku hanya dari wajah
            yang mereka lihat.


       ๐Šadang aku ingin menyembunyikan diri di balik debu, di balik gelap, agar orang benar-benar menimbang suaraku, menyentuh jiwaku tanpa terdistraksi cahaya. Tapi takdir ini keras kepala, ia terus menempel, tak bisa kupisahkan, tak bisa kutolak.
     
โ”
        Aku akhirnya mengerti, inilah warisan
        yang dititipkan semesta. Bukan
        hadiah, bukan pula kutukan, melainkan
        garis takdir yang terukir di tubuhku,
        membuatku selalu terlihat, bahkan
        ketika aku ingin menghilang.
                                                                              โ”›

    
      ๐Œaka aku hanya bisa menerima bahwa ada wajah-wajah yang dilahirkan untuk menjadi pusat, ada langkah-langkah yang ditakdirkan untuk didengar, ada senyum yang tak pernah sederhana, karena di dalamnya, ada rahasia yang tak bisa dijelaskan.

               ๐““๐“ช๐“ท ๐“๐“ด๐“พ ๐“๐“ญ๐“ช๐“ต๐“ช๐“ฑ ๐“ก๐“ช๐“ฑ๐“ช๐“ผ๐“ฒ๐“ช ๐“˜๐“ฝ๐“พ.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
44333331
โฌœ         โคอŸอŸอžอž    ๐˜๐€๐๐† ๐“๐„๐‘๐“๐ˆ๐๐†๐†๐€๐‹
                                      ๐ƒ๐ˆ ๐€๐๐“๐€๐‘๐€ ๐–๐€๐Š๐“๐”
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
55444432
[ โ™‚ ] โŠน โ”€ ๐’adya ๐ersuara หŽหŠห’
โฌœ         โคอŸอŸอžอž    ๐˜๐€๐๐† ๐“๐„๐‘๐“๐ˆ๐๐†๐†๐€๐‹                                       ๐ƒ๐ˆ ๐€๐๐“๐€๐‘๐€ ๐–๐€๐Š๐“๐”
โฌœ
          ๐Šita belajar sejak dini bahwa hidup harus menuju sesuatu, padahal tak seorang pun tahu ke mana seharusnya langkah ini berhenti. Malam datang, membawa sunyi yang tak bisa dijelaskan. Kita pura-pura tegar di hadapan cermin, padahal mata sendiri pun enggan menatap balik.

           ๐Ÿ•ฏ๏ธใ€ขSegalanya terasa penting,
                  ใ€ขhingga suatu hari, tak ada lagi
                  ใ€ขyang benar-benar berarti.
                  ใ€ขOrang-orang datang seperti
                  ใ€ขmusim, menghangatkan,
                  ใ€ขlalu pergi tanpa pamit. Dan kita
                  ใ€ขbelajar bahwa kehilangan
                  ใ€ขbukan kejadian, melainkan
                  ใ€ขkebiasaan. Di sela hiruk yang kita
                  ใ€ขsebut hidup, ada jeda yang tak
                  ใ€ขterlihat tempat di mana hati berbisik
                  ใ€ขpelan, cukup sudah, jangan
                  ใ€ขberlari terus.


         ๐Šarena pada akhirnya, yang harus dimenangkan, tak ada yang mesti disesali. Hidup hanya meminta kita hadir, sebelum akhirnya pergi, pelan-pelan, seperti lagu yang memudar di antara dua tarikan napas. Maka, hiduplah secukupnya cintai, meski tak dimengerti, maafkan, meski tak diminta, dan bila tiba waktunya berhenti, semoga tenang yang datang, bukan penyesalan.

               ๐Ÿ“ƒ๐ŸŽž
            โžฟโžฟโžฟ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
55444333
[ โ™‚ ] โŠน โ”€ ๐’adya ๐ersuara หŽหŠห’
โฌœ Tetap Hidup karna Masih Hidup
โฌœ
๐Ÿ•ฏ๏ธ โ€” ๐ƒiri ini bangun bukan karena ingin, tapi karena napas belum berhenti. Karena jantung masih memaksa berdetak, meski lelah tak pernah pamit pergi. Gelap menggantung di langit batin, sunyi berakar di dalam dada. Doa-doa lahir tanpa suara, jatuh sebelum sempat jadi makna.

๐‹angkah diri ini berat seperti bayang, ditarik masa lalu yang tak mau lepas. Kenangan membusuk di sudut pikir, mengendap, mengeras, jadi beban napas. Tak ada cahaya yang benar-benar terang, hanya redup yang berpura-pura hangat. Tak ada tenang yang sungguh damai, hanya jeda sebelum sesak kembali mengikat.

๐amun diri ini masih berdiri, bukan karena kuat, bukan karena percaya, tapi karena belum hilang. Melanjutkan hidup bukan karena berharap, tapi karena masih hidup dan belum mati. Diri ini berjalan tanpa tujuan, tanpa keyakinan, hanya tubuh yang bergerak dan jiwa yang menahan.

๐Šarena hidup terkadang bukan
pilihan ia hanya sesuatu yang
terjadi, dan diri ini hanya
menjalaninya, dalam gelap, dalam
hening, dalam diam yang panjang.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
65544444
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
โฌœ
               โœจ ๐€NOTOMI
                                  ๐ŠEHAMPAAN
โœจ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
111
[ โ™‚ ] โŠน โ”€ ๐’adya ๐ersuara หŽหŠห’
โฌœ                โœจ ๐€NOTOMI                                   ๐ŠEHAMPAAN โœจ
โฌœ
            โ”Š๐ƒiri ini tampak utuh, namun
            โ”Šdidalamnya ada sesuatu yang
            โ”Šruntuh tanpa suara. Tidak ada ledakan,
            โ”Štidak ada tangis, hanya sunyi yang
            โ”Šterus bertambah berat. Perpisahan
            โ”Šterasa masuk akal, logika membenarkannya,
            โ”Šakal menerimanya, namun batin berjalan
            โ”Špincang mengejar sesuatu yang bahkan
            โ”Štak lagi punya nama.

  โ”Š๐ukan rindu yang menggerogoti, bukan cinta
  โ”Šyang menjerat, melainkan kecewa yang
  โ”Šmembusuk perlahan di ruang terdalam
  โ”Škesadaran. Kepercayaan pernah tumbuh
  โ”Špenuh, lalu mati tanpa upacara. Yang tersisa
  โ”Šhanya bekasnya lubang sunyi yang tidak
  โ”Šberdarah, tapi terus menganga.

                       โ”Š๐‡ari-hari berlalu dengan
                       โ”Šwajah normal. Tawa masih bisa
                       โ”Šdipakai, kata-kata masih bisa
                       โ”Šdirangkai, namun di balik
                       โ”Šsemua itu ada kehampaan yang
                       โ”Štak punya bahasa. Diri ini
                       โ”Šberjalan, bukan menuju masa
                       โ”Šdepan, hanya menjauh dari masa lalu.

            โ”Š๐˜ang paling menyakitkan bukan kehilangan,
            โ”Šmelainkan kesadaran bahwa yang
            โ”Šhancur bukan hubungan melainkan
            โ”Škeyakinan bahwa dunia pernah terasa
            โ”Šaman. Kini hanya ada ruang kosong,
            โ”Šsunyi yang menetap, dan diri ini yang
            โ”Šbelajar hidup di dalam reruntuhan batin sendiri.

ูญ โœจ
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
1111
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
โฌœ
๐‘uang yang ๐‘etak
di ๐ƒalam ๐ƒada
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
111
[ โ™‚ ] โŠน โ”€ ๐’adya ๐ersuara หŽหŠห’
โฌœ ๐‘uang yang ๐‘etak di ๐ƒalam ๐ƒada
โฌœ
๐‹angkah ini lahir dari gemetar, bukan dari keberanian. Setiap arah terasa salah bahkan sebelum niat terbentuk. Udara seperti penuh mata, mengawasi tanpa wajah, menghakimi tanpa suara, menekan tanpa sentuhan. Nama terasa asing di telinga sendiri. Keinginan terasa seperti kesalahan. Harapan terasa seperti dosa. Hidup terasa seperti hutang yang tak pernah bisa lunas.

๐€da suara yang tumbuh di dalam kepala, bukan suara sendiri, tapi kini hidup sebagai milik sendiri. Mengulang, mengulang, terus mengulang kata yang sama. Malam tak lagi gelap, karena pikiran terlalu terang oleh luka. Siang tak lagi terang, karena dada terlalu penuh oleh sesak.

๐ˆngin hilang, bukan mati hanya ingin lenyap dari kesadaran, menjadi sunyi, menjadi kosong, menjadi tidak terasa. Hati berubah jadi ruang sempit tanpa jendela, tanpa pintu, tanpa cahaya. Tempat bernapas pun terasa salah.

๐Šepercayaan runtuh perlahan. Rasa aman mengering. Keberanian membusuk dalam diam. Yang tersisa hanya tubuh yang berjalan tanpa merasa hidup, tanpa merasa punya arah, tanpa merasa punya rumah di dalam dirinya sendiri.

๐amun anehnya, masih ada satu denyut kecil yang menolak padam. Bukan harapan. Bukan percaya. Hanya naluri bertahan yang belum mati. Langkah masih bergerak, meski jiwa retak, meski batin runtuh, meski isi dada seperti puing.

๐ukan karena kuat, tapi karena lelah menjadi korban dari bayang yang terus hidup di dalam kepala. Dan mungkin suatu hari, sunyi akan lebih ramah daripada suara. Gelap akan lebih aman daripada terang. Dan hidup tak lagi terasa sebagai hukuman.

๐Ÿ•ฏ๏ธูญ๐Ÿ“”
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
1111