π„πƒπ”π‚π€π“πˆπŽπ 𝐂𝐇𝐀𝐍𝐍𝐄𝐋 π‘πŽπ‹π„ππ‹π€π˜π„π‘ π‚πŽπ”π‘π“
1.12K subscribers
1.86K photos
23 videos
23 files
88 links
════════════════════════
πŸ› πŒπ€πˆπ 𝐂𝐇𝐀𝐍𝐍𝐄𝐋
β•° @OFCROLEPLAYERCOURT

πŸ“© π‘π„π’π„π‘π•π€π’πˆ
β•° @cshakciptarpc_bot
β•° @ASSISTANTROLEPLAYER_BOT

πŸ”” ππ‘πŽπ€πƒπ‚π€π’π“ 𝐔𝐏𝐃𝐀𝐓𝐄
β•° every weekend
════════════════════════
Download Telegram
1.Arti Kata Idul Fitri


Idul Fitri berasal dari bahasa Arab: β€˜Id yang berarti perayaan yang berulang, dan Fitri yang berarti suci atau fitrah (keadaan asli manusia). Istilah ini sudah digunakan sejak masa Muhammad pada abad ke-7 M, ketika beliau menetapkan Idul Fitri sebagai salah satu hari raya umat Islam setelah bulan Ramadhan.
Maknanya bukan sekadar hari raya, tapi simbol β€œkembali ke kesucian”. Setelah sebulan menahan diri dan memperbaiki sikap, Idul Fitri menjadi momen untuk memulai kembali sebagai pribadi yang lebih baik, lebih bersih, dan lebih ikhlas.
❀1
2. Ditetapkan oleh Nabi Muhammad ο·Ί

Perayaan Idul Fitri mulai dikenal sejak masa Muhammad pada abad ke-7 M di Madinah. Saat itu, masyarakat Arab memiliki hari-hari perayaan sendiri, lalu beliau menetapkan dua hari raya dalam Islam: Idul Fitri dan Idul Adha sebagai penggantinya.
Idul Fitri kemudian dijadikan momen resmi untuk merayakan selesainya ibadah puasa Ramadhan, disertai dengan ibadah seperti salat Id dan zakat fitrah. Sejak saat itu, Idul Fitri terus dirayakan oleh umat Islam di seluruh dunia hingga sekarang.
❀1
3. Berkaitan dengan Bulan Ramadhan


Idul Fitri dirayakan setelah berakhirnya bulan Ramadhan, yaitu bulan di mana umat Islam menjalankan ibadah puasa selama sekitar 29–30 hari. Penentuan berakhirnya Ramadhan biasanya dilakukan melalui pengamatan hilal (bulan sabit), yang menandakan masuknya tanggal 1 Syawal.
Karena itu, Idul Fitri menjadi penanda selesainya ibadah puasa sekaligus momen perayaan. Setelah sebulan penuh menahan diri, hari ini menjadi waktu untuk bersyukur, merayakan, dan kembali menjalani kehidupan dengan semangat yang lebih baik.
4. Wajibnya Zakat Fitrah Sebelum Idul Fitri


Sebelum Idul Fitri, setiap Muslim diwajibkan menunaikan zakat fitrah, yaitu sedekah dalam bentuk makanan pokok (seperti beras) atau setara nilainya. Kewajiban ini ditetapkan sejak masa Muhammad dan harus ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Id, agar dapat disalurkan kepada yang berhak menerimanya.
Tujuan utama zakat fitrah bukan hanya membantu yang membutuhkan, tetapi juga menyempurnakan ibadah puasa Ramadhan. Dalam ajaran Islam, zakat ini berfungsi sebagai pembersih dari kesalahan kecil selama berpuasa, sekaligus memastikan semua orang bisa merasakan kebahagiaan di hari raya.
❀1
5. Asal Tradisi Zakat Fitrah


Zakat fitrah berasal dari ajaran Islam yang telah ditetapkan sejak masa Muhammad pada abad ke-7 M. Dalam praktiknya, beliau mewajibkan setiap Muslim untuk mengeluarkan zakat berupa bahan makanan pokok (seperti kurma, gandum, atau beras) menjelang Idul Fitri, sesuai dengan kondisi masyarakat saat itu.
Tradisi ini kemudian terus berkembang di berbagai wilayah, termasuk Indonesia, dengan menyesuaikan makanan pokok setempat. Meski bentuknya bisa berbeda, tujuan utamanya tetap sama yaitu membantu sesama, menyucikan diri setelah Ramadhan, dan memastikan semua orang bisa merayakan Idul Fitri dengan layak.
❀1
6. Awal Mula Tradisi Saling Memaafkan


Tradisi saling memaafkan saat Idul Fitri tidak berasal dari satu perintah khusus yang hanya dilakukan di hari itu, tetapi dari ajaran umum dalam Islam yang menganjurkan untuk memaafkan kesalahan sesama kapan saja. Sejak masa Muhammad, umat Islam diajarkan untuk menjaga hubungan baik dan tidak menyimpan dendam.
Di Indonesia, kebiasaan ini kemudian berkembang menjadi tradisi kuat saat Lebaran, karena dianggap sebagai momen yang tepat setelah Ramadhan, bulan penuh refleksi diri. Akhirnya, saling memaafkan bukan hanya jadi kebiasaan, tapi juga inti dari perayaan Idul Fitri yaitu membersihkan hati dan memperbaiki hubungan.
❀1
7.Tradisi Bagi-Bagi THR


Tradisi bagi-bagi THR (Tunjangan Hari Raya) sebenarnya tidak berasal langsung dari ajaran agama, tetapi berkembang sebagai budaya di Indonesia. Secara resmi, istilah THR mulai dikenal sekitar tahun 1950-an pada masa pemerintahan Soekarno, ketika tunjangan hari raya diberikan kepada para pegawai sebagai bentuk dukungan kesejahteraan menjelang Lebaran.
Seiring waktu, tradisi ini meluas ke lingkungan keluarga, di mana orang dewasa memberi uang kepada anak-anak atau kerabat yang lebih muda. Meski terlihat sederhana, maknanya tetap sama dengan semangat Idul Fitri yaitu berbagi kebahagiaan, mempererat hubungan, dan saling memberi di hari yang penuh berkah.
❀1
7.Tradisi Bagi-Bagi THR


Tradisi bagi-bagi THR (Tunjangan Hari Raya) sebenarnya tidak berasal langsung dari ajaran agama, tetapi berkembang sebagai budaya di Indonesia. Secara resmi, istilah THR mulai dikenal sekitar tahun 1950-an pada masa pemerintahan Soekarno, ketika tunjangan hari raya diberikan kepada para pegawai sebagai bentuk dukungan kesejahteraan menjelang Lebaran.
Seiring waktu, tradisi ini meluas ke lingkungan keluarga, di mana orang dewasa memberi uang kepada anak-anak atau kerabat yang lebih muda. Meski terlihat sederhana, maknanya tetap sama dengan semangat Idul Fitri yaitu berbagi kebahagiaan, mempererat hubungan, dan saling memberi di hari yang penuh berkah.
❀1
8. Kenapa Disebut β€œLebaran”?

Istilah β€œLebaran” bukan berasal dari bahasa Arab, melainkan dari budaya lokal Indonesia, khususnya bahasa Jawa. Ada beberapa pendapat tentang asal katanya, seperti dari kata β€œlebar” yang berarti selesai (menandakan berakhirnya puasa), atau β€œluber” yang berarti melimpah, menggambarkan kebahagiaan dan rezeki di hari raya.
Selain itu, ada juga yang mengaitkannya dengan makna β€œmelebar” (lapang), yaitu hati yang menjadi lebih terbuka setelah saling memaafkan. Jadi, β€œLebaran” bukan sekadar nama lain Idul Fitri, tapi mencerminkan perasaan lega, kebersamaan, dan kebahagiaan yang dirasakan setelah menjalani Ramadhan.
❀1
/Melirik kamera ; tersenyum lembut/
πŸŽ™ :: Dari semua yang kita rayakan hari ini, ternyata Lebaran bukan sekadar tradisi tapi perjalanan untuk kembali menjadi diri yang lebih baik.
Semoga di hari yang suci ini, kita bisa benar-benar kembali ke hati yang bersih, memperbaiki hubungan, dan memulai lembaran baru.
πŸŽ™ :: Sekian dari saya, Auziela. Terima kasih sudah mendengarkan sampai akhir, sampai jumpa di waktu berikutnya. Selamat Hari Raya Idul Fitri. Minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. πŸ™

/melepaskan earphone ; berdiri pelan ; off kamera ; berjalan pergi keluar ruangan/
❀1