This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Pernahkah kamu berpikir βββBagaimana kalau semua yang kamu lihat, rasakan, dan alami saat ini bukanlah dunia nyata, melainkan program yang sangat kompleks? ?
Kedengarannya seperti film The Matrix, ya? Tapi ide bahwa dunia ini mungkin hanyalah simulasi komputer raksasa bukan cuma fiksi, ini adalah hipotesis ilmiah dan filsafat modern yang benar-benar dibahas oleh para ilmuwan dan filsuf π€
Selamat datang di #VSGZ π, tempat kita membongkar pertanyaan besar dengan cara yang sederhana. Bersama Malrick D'Ares [π§], kita akan membahas:
Jangan kemana mana, tetap pantengin channel @OFCCYGENZ agar tak ketinggalan pembahasan nya βΌοΈ
Kedengarannya seperti film The Matrix, ya? Tapi ide bahwa dunia ini mungkin hanyalah simulasi komputer raksasa bukan cuma fiksi, ini adalah hipotesis ilmiah dan filsafat modern yang benar-benar dibahas oleh para ilmuwan dan filsuf π€
Selamat datang di #VSGZ π, tempat kita membongkar pertanyaan besar dengan cara yang sederhana. Bersama Malrick D'Ares [π§], kita akan membahas:
Benarkah dunia ini bisa jadi simulasi?
Jangan kemana mana, tetap pantengin channel @OFCCYGENZ agar tak ketinggalan pembahasan nya βΌοΈ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
1. Asal Mula Gagasan: Dari Filsafat ke Sains
Ide tentang dunia sebagai ilusi sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Filsuf Yunani seperti Plato pernah menulis alegori βguaβ, di mana manusia hanya melihat bayangan realitas sejati di dinding.
Tapi versi modernnya datang dari seorang filsuf Oxford bernama Nick Bostrom, lewat esainya tahun 2003 yang berjudul βAre You Living in a Computer Simulation?β. Wah, judul yang sanhat menarik ya π€
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Dalam tulisannya, Bostrom berargumen bahwa setidaknya satu dari tiga hal berikut harus benar:
1. Peradaban manusia akan punah sebelum cukup maju untuk menciptakan simulasi kesadaran.
2. Peradaban maju tidak tertarik membuat simulasi semacam itu.
3. Atau⦠kita sudah hidup di dalam simulasi itu sekarang.
1. Peradaban manusia akan punah sebelum cukup maju untuk menciptakan simulasi kesadaran.
2. Peradaban maju tidak tertarik membuat simulasi semacam itu.
3. Atau⦠kita sudah hidup di dalam simulasi itu sekarang.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
2. Logika di Balik Hipotesis Simulasi
Bostrom memulai dari asumsi sederhana:
"kalau manusia bisa menciptakan simulasi yang realistis suatu hari nanti, misalnya lewat kecerdasan buatan, realitas virtual, atau komputer kuantum, maka mereka bisa membuat dunia yang nyaris tak terbedakan dari kenyataan."
Nah, kalau itu bisa dilakukan, bukan tidak mungkin makhluk yang hidup di dalam simulasi itu tidak sadar bahwa mereka sedang disimulasikan π€
Dan kalau satu peradaban saja bisa membuat miliaran simulasi, berarti kemungkinan kita hidup di dunia asli justru lebih kecil daripada kemungkinan kita hidup di salah satu simulasi itu
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
3. Apa Kata Sains Tentang Ini?
Para ilmuwan membahas hipotesis ini dengan serius.
Fisikawan seperti Elon Musk (ya, ia sering bicara soal ini) dan Neil deGrasse Tyson mengatakan bahwa peluang kita hidup dalam simulasi mungkin sangat besar.
Beberapa fisikawan kuantum bahkan mencoba mencari βbuktiβ. Seperti pola aneh pada energi partikel, batas resolusi ruang-waktu, atau kesalahan numerik pada hukum fisika.
Tapi sampai saat ini, belum ada bukti yang benar-benar meyakinkan.
Dunia ini tetap berjalan dengan hukum alam yang sangat konsisten, tanpa βbugβ yang bisa membongkar sistemnya.
Dengan kata lain, kalau ini simulasi, sistemnya sempurna.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
4. Perspektif Filosofis: Apa Bedanya Kalau Memang Simulasi?
Pertanyaan menariknya bukan cuma βapakah ini simulasiβ, tapi βkalau iya, apa artinya buat kita?β.
Kalau kesadaran kita adalah hasil program, apakah itu membuat emosi kita palsu? Apakah cinta, rasa sakit, dan kebahagiaan masih bermakna kalau semuanya hanya algoritma? π€β
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
5. Bagaimana Teknologi Mendekatkan Kita ke Dunia Simulasi
Kalau kamu lihat perkembangan teknologi hari ini β VR (Virtual Reality), AR (Augmented Reality), kecerdasan buatan, dan metaverse, kita sebenarnya sedang menuju dunia simulasi buatan manusia.
Setiap generasi membuat dunia digitalnya sendiri: ruang virtual tempat kita berinteraksi, bekerja, bahkan membangun identitas baru.
Jadi, meski mungkin kita bukan simulasi, kita sedang menciptakan simulasi kita sendiri.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Mungkin kita memang hidup di dunia nyata, mungkin juga di dunia buatan, tapi satu hal yang pasti:
manusia punya naluri untuk memahami realitas di sekitarnya, meski kadang realitas itu tak sepenuhnya bisa dijelaskan.
Jadi, alih-alih sibuk mencari βapakah ini nyataβ, mungkin yang lebih penting adalah bagaimana kita menjalaninya dengan nyata β¨
Terima kasih sudah mantau #VSGZ kali ini, saya Malrick D'Ares [π§] izin pamit undur diri ππ» Sampai jumpa di episode berikutnya, di mana kita akan terus menantang batas antara apa yang kita tahu, dan apa yang mungkin sebenarnya sedang memprogram kita πΎ
manusia punya naluri untuk memahami realitas di sekitarnya, meski kadang realitas itu tak sepenuhnya bisa dijelaskan.
Jadi, alih-alih sibuk mencari βapakah ini nyataβ, mungkin yang lebih penting adalah bagaimana kita menjalaninya dengan nyata β¨
Terima kasih sudah mantau #VSGZ kali ini, saya Malrick D'Ares [π§] izin pamit undur diri ππ» Sampai jumpa di episode berikutnya, di mana kita akan terus menantang batas antara apa yang kita tahu, dan apa yang mungkin sebenarnya sedang memprogram kita πΎ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
γ
€γ
€γ
€γ
€πΏ HARI DISABILITAS INTERNASIONAL β¨
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ € 3 Desember 2025
γ €{ βΏ
γ €Dalam setiap individu dengan disabilitas, ada kekuatan yang tumbuh dari tantangan, ada harapan yang bertahan melewati hari-hari sulit β¦πβ¦ . . . Maka hari ini, mari kita rayakan mereka bukan karena perbedaan mereka, tetapi karena keberanian, kontribusi, dan cahaya yang mereka hadirkan dalam hidup π€
γ €β§Όπ§Έβ§½ γDisabilitas bukan batasan untuk bermimpi. Ia adalah keberagaman manusia yang perlu dihargai, dipahami, dan dirangkul π« Hari ini mengingatkan kita bahwa setiap orang layak mendapatkan akses, kesempatan, dan penghargaan yang sama πΌπ«
γ €γ € γ € Selamat Hari Disabilitas Internasional!
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ € 3 Desember 2025
γ €{ βΏ
... } Di setiap langkah yang kita ambil, selalu ada keberanian yang mungkin tak terlihat mata, tetapi terasa oleh hati. Hari ini, sebuah momen untuk mengingat bahwa inklusivitas bukan sekadar konsep melainkan komitmen, kasih, dan ruang yang kita berikan agar semua orang bisa hidup dengan martabat yang sama β¦
κ¨ β¦γ € γ €α°α© {β¦β¦} Kesetaraan: ruang aman untuk semua π
γ €Dalam setiap individu dengan disabilitas, ada kekuatan yang tumbuh dari tantangan, ada harapan yang bertahan melewati hari-hari sulit β¦πβ¦ . . . Maka hari ini, mari kita rayakan mereka bukan karena perbedaan mereka, tetapi karena keberanian, kontribusi, dan cahaya yang mereka hadirkan dalam hidup π€
γ €β§Όπ§Έβ§½ γDisabilitas bukan batasan untuk bermimpi. Ia adalah keberagaman manusia yang perlu dihargai, dipahami, dan dirangkul π« Hari ini mengingatkan kita bahwa setiap orang layak mendapatkan akses, kesempatan, dan penghargaan yang sama πΌπ«
γ €γ € γ € Selamat Hari Disabilitas Internasional!
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM