π—–π—œπ—₯π—–π—¨π—Ÿπ—’π—¦ π—šπ—˜π—‘-𝗭
8.78K subscribers
1.85K photos
338 videos
289 files
221 links
𝗛𝗔𝗑𝗬𝗔 𝗔𝗗𝗔 π——π—œ π—Ÿπ—”π—£π—”π—ž π—§π—˜π—Ÿπ—˜π—šπ—₯𝗔𝗠

β«· MARKED. UNLEASHED. DEAD OR. FEARED. β«Έ

CH OFC: @CIGEZOFC
CH ADM : @SHITPOSTCIGEZ
BOT OFC : @cigezbot
CH ARSIP : @ARSIPCIGEZ
BOT MPPS : @mppsCIGEZbot


βγ€Œ Since 13 December 2022 γ€βž
Download Telegram
Berdasarkan penelitian Theodore Millon dan timnya, sekitar 60% orang pernah mengalami dΓ©jΓ  vu. Fenomena ini juga lebih sering muncul saat seseorang sedang stres atau kelelahan, menurut penelitian Alan S. Brown. DΓ©jΓ  vu biasanya mulai terjadi sekitar usia 8–9 tahun, dan menjadi lebih sering pada usia 10–20 tahun.

Dalam beberapa kasus, dΓ©jΓ  vu juga bisa berkaitan dengan kecemasan atau proses penuaan yang memengaruhi ingatan. Sensasi ini sering muncul tiba-tiba di suatu momen, membuat seseorang merasa seolah pernah mengalami atau memimpikan kejadian yang sama sebelumnya.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
dan itu dia pembahasan tentang fenomena DΓ©jΓ  vu, salah satu pengalaman aneh yang ternyata cukup sering dialami banyak orang dan sampai sekarang masih jadi topik menarik dalam dunia sains. mau kalian anggap ini cuma glitch kecil di otak, atau sesuatu yang terasa misterius, one thing is clear. otak manusia jauh lebih kompleks dari yang kita bayangkan.

kadang hal-hal yang terasa β€œpernah terjadi” itu sebenarnya cuma cara otak kita memproses memori dan informasi secara unik. bukan hal supranatural, tapi tetap bikin kita merinding sedikit ketika momen itu datang tiba-tiba.

maka dari itu, gua [ πŸ—½] Solavano Kenneth. thanks for staying till the end. kalau kalian suka pembahasan tentang fenomena unik, misteri pikiran manusia, dan hal-hal yang bikin kita mikir dua kali tentang realita, stick around, because there’s always another topic waiting to be explored. See you in the #GZTR next one.
πŸ”₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Wassup, bud? kalian apa kabar nih? semoga baik-baik aja ya. perkenalkan gua [ πŸ—½] Solavano Kenneth, and tonight kita bakal bahas sesuatu dari salah satu gunung paling terkenal di Jawa, Gunung Slamet.

gunung ini bukan cuma dikenal karena jalur pendakiannya yang menantang, tapi juga karena berbagai mitos yang sudah lama dipercaya masyarakat sekitar. dari cerita penunggu gaib sampai pantangan aneh bagi para pendaki.

so sit back and get ready, karena di #GZTR kali ini kita bakal ngebahas 6 mitos Gunung Slamet yang dipercaya masyarakat sekitar. dan bahkan kalian juga akan mikir keras tentang mitos mitos ini.
1❀‍πŸ”₯2πŸ”₯2
1. Mitos Meletusnya Gunung Slamet akan Membelah Pulau Jawa.

Sebagian masyarakat Jawa mempercayai bahwa Gunung Slamet sebagai pusat dari Pulau Jawa. Sebelumnya, nama gunung ini adalah Gunung Agung. Kemudian diganti dan sampai sekarang dikenal dengan Gunung Slamet.

Letusan terakhir gunung ini terjadi pada 2009. Gunung Slamet mengeluarkan lava pijar berupa semburan di dalam kawah.

Menurut sesepuh di Dusun Bambangan yang berada di sekitar Gunung Slamet, gunung tersebut belum pernah meletus parah yang sampai menyemburkan lahar hebat sejak zaman kakek buyut. Yang selama ini terjadi sebatas 'batuk-batuk' saja atau membuang napas.

Seperti yang dikatakan mitos orang dahulu, jika Gunung Slamet benar-benar meletus maka ia akan membelah Pulau Jawa menjadi dua bagian. Ini kemungkinan karena retakan besar yang membentang dari utara ke selatan bisa saja muncul sehingga dua bagian yang terbentuk itu akan bergeser saling menjauh.
2. Mitos Upacara Ruwat Bumi di Gunung Slamet untuk Memohon Keselamatan.

Kata 'slamet', nama gunung ini, dalam bahasa Indonesia artinya selamat. Dari namanya saja, masyarakat Bambangan yakin bahwa Gunung Slamet memberikan rasa aman dan keselamatan bagi masyarakat sekitarnya.

Gunung Slamet juga dipercaya sebagai gunung keramat. Hingga kini pun masih ada masyarakat sekitarnya yang memohon berkah, keselamatan, hingga ketenteraman di sana. Ada pula warga yang melakukan semedi selama beberapa hari di gunung tersebut.

Agar permohonan di Gunung Slamet dapat terkabul, masyarakat Bambangan melakukan tradisi ruwat bumi. Upacara ini dilaksanakan satu tahun sekali pada bulan Sura atau Muharram. Biasanya diadakan pada malam Selasa Kliwon atau malam Jumat Kliwon.

Dengan menggelar upacara ruwat bumi, masyarakat setempat percaya keseimbangan manusia dengan alam dapat terwujud sehingga menciptakan ketenteraman dan keselamatan bagi sekitarnya.
3. Mitos Makhluk Penguasa Gunung Slamet.

Masyarakat setempat menyebutkan ada makhluk halus yang disebut juga dhanhyang atau bahureksa yang menempati serta menguasai Gunung Slamet. Makhluk ini dikenal dengan nama Mbah Jamur Dipa.

Mbah Jamur Dipa diyakini sebagai perantara permintaan doa yang ditunjukkan kepada Tuhan. Dengan begitu, suatu permohonan bisa terkabul.

Gelaran upacara ruwat bumi juga dilaksanakan sebagai persembahan dan penghormatan terhadap sang penguasa Gunung Slamet ini
4. Mitos Gunung Slamet adalah Tempat Angker.

Gunung Slamet dipercaya sebagai tempat keramat yang dihuni oleh roh leluhur dan makhluk halus. Gunung ini juga dianggap angker lantaran ada kekuatan gaib yang mesti dihormati.

Disebutkan terdapat pasar siluman dan gua slamet di sana. Selain itu, ada penunggu yang disebut Mbah Rantasari di pohon besar yang terletak di area jembatan jalan masuk ke Dusun Bambangan.

Menurut masyarakat setempat, makhluk-makhluk tersebut akan melakukan hal berdampak buruk terhadap siapa saja orang yang mengusik keberadaannya di sekitar lokasi yang mereka tempati.
5. Mitos Hewan yang Hidup di Gunung Slamet Tidak Mengganggu.

Sejumlah hewan yang pernah terlihat di Gunung Slamet ada lutung, babi hutan, celeng, hingga macan. Di sisi lain, makhluk halus juga bisa menjelma menjadi ular besar dan kuda sembrani.

Akan tetapi, binatang-binatang ini dipercaya tidak akan mengganggu masyarakat yang tinggal di sekitar gunung tersebut maupun para pendaki yang datang ke sana.
πŸ”₯1
6. Mitos Larangan saat Mendaki Gunung Slamet.

Terdapat sejumlah larangan yang tidak boleh dilanggar ketika mendaki di Gunung Slamet. Larangan ini mesti dipatuhi agar para pendaki dapat mencapai puncak dan kembali dalam keadaan selamat.

Mitos larangan di Gunung Slamet yang beredar, antara lain larangan berbicara sembarangan, mengeluh atau mengekspresikan perasaan hati secara terbuka melalui kata-kata vulgar, ceroboh, hingga buang air kecil atau besar sembarangan.

Tidak diperkenankan pula memiliki maksud jahat saat pendakian di gunung ini. Serta jangan berbuat sembarangan, seperti menebang pohon atau memakai mata air tanpa izin.

Apabila dilanggar, sejumlah larangan tersebut bisa membuat makhluk halus penunggu Gunung Slamet marah. Sehingga orang yang melanggarnya dipercaya dapat mengalami kerugian, sakit, bahkan kematian.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Dan itu dia 6 mitos Gunung Slamet yang masih dipercaya oleh masyarakat sekitar sampai sekarang. mau kalian percaya atau menganggapnya cuma cerita turun-temurun, satu hal yang pasti: setiap tempat selalu punya kisah dan kepercayaannya sendiri yang sudah hidup lama di tengah masyarakat. mitos-mitos seperti ini bukan cuma soal hal mistis, tapi juga bagian dari budaya dan cara masyarakat menghormati alam di sekitar mereka.

maka dari itu, gua [ πŸ—½] Solavano Kenneth. thanks for staying till the end. kalau kalian suka pembahasan tentang mitos, misteri tempat, dan cerita-cerita yang berkembang di masyarakat, stick around, because there’s always another story waiting to be explored. See you in the #GZTR next one.
πŸ”₯3