This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Lima Hubungan Kosmik Antara Bulan dan Lautan
Penyu laut, ikan karang, dan karang mengikuti Bulan.
Selama jutaan tahun, makhluk-makhluk di lautan telah berevolusi untuk beradaptasi dengan perubahan habitat pasang surut yang disebabkan oleh gravitasi Bulan β tetapi cahaya bulan saja memiliki pengaruh yang kuat terhadap kehidupan laut. Di terumbu karang, misalnya, ikan bidadari dan ikan kupu-kupu telah diamati mencari makan sepanjang malam di bawah cahaya Bulan purnama. Karang sendiri menggunakan siklus bulan untuk mengatur waktu pemijahan mereka, memastikan bahwa semua telur dilepaskan pada saat yang sama dan dibawa lebih jauh oleh pasang surut yang lebih kuat. Bayi penyu, yang muncul dari sarang berpasir mereka, mencari cahaya Bulan yang berkilauan dari ombak untuk membimbing mereka menyusuri pantai menuju laut. Itulah salah satu alasan mengapa resor pantai, dengan lampu buatannya, bisa sangat berbahaya β membingungkan penyu yang baru menetas dan mengarahkan mereka ke arah yang salah.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Lima Hubungan Kosmik Antara Bulan dan Lautan
Ada βsamudra, laut, dan badaiβ di Bulan.
Pada tahun 1650-an, ketika manusia pertama kali mengamati Bulan secara detail melalui teleskop-teleskop awal, para astronom seperti Giovanni Battista Riccioli membayangkan bercak-bercak gelap tersebut sebagai lautan dan samudra luas di permukaan Bulan. Karena berada di era yang lebih romantis, 'maria' Bulan β yang sekarang kita ketahui terbentuk oleh aliran lava β dinamai Laut Kepulauan, Laut Berbusa, Laut Ombak, Laut Nektar, Laut Badai, dan Laut Ketenangan β tempat Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendarat 50 tahun yang lalu dan mendirikan 'Pangkalan Ketenangan'.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Lima Hubungan Kosmik Antara Bulan dan Lautan
'Cahaya bulan'
Pernahkah Anda menatap Bulan sabit dan hampir membayangkan bisa melihat keseluruhannya? Itu bukan tipuan mata Anda. Itu adalah fenomena yang disebut 'Earthshine' β atau 'Planetshine' ketika terjadi di tempat lain di Tata Surya. Di Bulan kita, bagian gelap yang redup yang terkadang Anda lihat disebabkan oleh pantulan Matahari dari lautan, es laut, dan awan di dunia seperti cermin raksasa, dan redup menerangi bagian Bulan yang seharusnya tidak terlihat β seperti pada foto di atas. Itu adalah pengingat indah bahwa kita hidup di planet air, melayang di antara bintang-bintang.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Saya Hiraeja JβPamex [ πͺΌ ] izin undur diri dalam konten malam ini. Terima kasih sudah bertahan sampai akhir. Ingatβ¦ setiap ombak yang datang mungkin membawa jejak gerakan Bulan, dan setiap malam Bulan bersinar, ada rahasia laut yang ikut berbisik. Sampai jumpa di #VSGZ misteri berikutnya!
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Pernahkah kamu berpikir βββBagaimana kalau semua yang kamu lihat, rasakan, dan alami saat ini bukanlah dunia nyata, melainkan program yang sangat kompleks? ?
Kedengarannya seperti film The Matrix, ya? Tapi ide bahwa dunia ini mungkin hanyalah simulasi komputer raksasa bukan cuma fiksi, ini adalah hipotesis ilmiah dan filsafat modern yang benar-benar dibahas oleh para ilmuwan dan filsuf π€
Selamat datang di #VSGZ π, tempat kita membongkar pertanyaan besar dengan cara yang sederhana. Bersama Malrick D'Ares [π§], kita akan membahas:
Jangan kemana mana, tetap pantengin channel @OFCCYGENZ agar tak ketinggalan pembahasan nya βΌοΈ
Kedengarannya seperti film The Matrix, ya? Tapi ide bahwa dunia ini mungkin hanyalah simulasi komputer raksasa bukan cuma fiksi, ini adalah hipotesis ilmiah dan filsafat modern yang benar-benar dibahas oleh para ilmuwan dan filsuf π€
Selamat datang di #VSGZ π, tempat kita membongkar pertanyaan besar dengan cara yang sederhana. Bersama Malrick D'Ares [π§], kita akan membahas:
Benarkah dunia ini bisa jadi simulasi?
Jangan kemana mana, tetap pantengin channel @OFCCYGENZ agar tak ketinggalan pembahasan nya βΌοΈ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
1. Asal Mula Gagasan: Dari Filsafat ke Sains
Ide tentang dunia sebagai ilusi sudah ada sejak ribuan tahun lalu.
Filsuf Yunani seperti Plato pernah menulis alegori βguaβ, di mana manusia hanya melihat bayangan realitas sejati di dinding.
Tapi versi modernnya datang dari seorang filsuf Oxford bernama Nick Bostrom, lewat esainya tahun 2003 yang berjudul βAre You Living in a Computer Simulation?β. Wah, judul yang sanhat menarik ya π€
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Dalam tulisannya, Bostrom berargumen bahwa setidaknya satu dari tiga hal berikut harus benar:
1. Peradaban manusia akan punah sebelum cukup maju untuk menciptakan simulasi kesadaran.
2. Peradaban maju tidak tertarik membuat simulasi semacam itu.
3. Atau⦠kita sudah hidup di dalam simulasi itu sekarang.
1. Peradaban manusia akan punah sebelum cukup maju untuk menciptakan simulasi kesadaran.
2. Peradaban maju tidak tertarik membuat simulasi semacam itu.
3. Atau⦠kita sudah hidup di dalam simulasi itu sekarang.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
2. Logika di Balik Hipotesis Simulasi
Bostrom memulai dari asumsi sederhana:
"kalau manusia bisa menciptakan simulasi yang realistis suatu hari nanti, misalnya lewat kecerdasan buatan, realitas virtual, atau komputer kuantum, maka mereka bisa membuat dunia yang nyaris tak terbedakan dari kenyataan."
Nah, kalau itu bisa dilakukan, bukan tidak mungkin makhluk yang hidup di dalam simulasi itu tidak sadar bahwa mereka sedang disimulasikan π€
Dan kalau satu peradaban saja bisa membuat miliaran simulasi, berarti kemungkinan kita hidup di dunia asli justru lebih kecil daripada kemungkinan kita hidup di salah satu simulasi itu
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
3. Apa Kata Sains Tentang Ini?
Para ilmuwan membahas hipotesis ini dengan serius.
Fisikawan seperti Elon Musk (ya, ia sering bicara soal ini) dan Neil deGrasse Tyson mengatakan bahwa peluang kita hidup dalam simulasi mungkin sangat besar.
Beberapa fisikawan kuantum bahkan mencoba mencari βbuktiβ. Seperti pola aneh pada energi partikel, batas resolusi ruang-waktu, atau kesalahan numerik pada hukum fisika.
Tapi sampai saat ini, belum ada bukti yang benar-benar meyakinkan.
Dunia ini tetap berjalan dengan hukum alam yang sangat konsisten, tanpa βbugβ yang bisa membongkar sistemnya.
Dengan kata lain, kalau ini simulasi, sistemnya sempurna.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
4. Perspektif Filosofis: Apa Bedanya Kalau Memang Simulasi?
Pertanyaan menariknya bukan cuma βapakah ini simulasiβ, tapi βkalau iya, apa artinya buat kita?β.
Kalau kesadaran kita adalah hasil program, apakah itu membuat emosi kita palsu? Apakah cinta, rasa sakit, dan kebahagiaan masih bermakna kalau semuanya hanya algoritma? π€β
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM