Mengungkap adanya standar ganda dalam moderasi konten di platform tersebut, data menunjukkan bahwa youtube secara aktif membatasi konten yang menggambarkan realitas kehidupan dan perjuangan kemanusiaan di palestina melalui mekanisme demonetization (penghentian pendapatan) dan pembatasan jangkauan, sementara di saat yang sama membiarkan iklan-iklan yang memicu kebencian dan kekerasan terhadap kelompok tertentu tetap tayang secara masif
π₯2β€1
Bukti ketiga ini menyoroti bagaimana alphabet (google) menggunakan kendali atas data dan ekosistemnya untuk memperkuat keterlibatan militer melalui infrastruktur yang sangat spesifik. Dan terdapat fakta bahwa kementerian pertahanan suatu negara memiliki "zona pendaratan" khusus di dalam google cloud yang memungkinkan mereka untuk memindahkan data militer dan menyimpan file penting dalam infrastruktur yang dikelola oleh google. Hal ini membuktikan bahwa youtube dan induk perusahaannya melainkan fasilitator utama bagi sistem operasional militer yang sangat canggih
π₯2β€1
Sebagai kepingan terakhir dari investigasi tersebut, data dari aplikasi tersebut mengonfirmasi bahwa keterlibatan alphabet (google) dalam mendukung infrastruktur militer sudah mencapai tahap yang sangat teknis dan terstruktur. Temuan ini menyoroti keberadaan "zona pendaratan" khusus didalam google cloud yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan file sensitif serta pusat perpindahan data militer ke infrastruktur yang dikelola langsung oleh raksasa teknologi ini. Hal tersebut membuktikan secara mutlak bahwa youtube dan seluruh ekosistem alphabet bukan sekadar penyedia layanan hiburan atau penyimpanan data publik melainkan fasilitator utama bagi operasional militer yang sangat canggih dan tertutup di wilayah konflik. Keterlibatan ini menjadi semakin mengkhawatirkan karena adanya klausul kontrak yang sengaja dirancang agar google tidak dapat menghentikan layanannya secara sepihak, meskipun terdapat tekanan boikot atau aktivisme besar dari masyarakat luas. Raksasa teknologi ini secara hukum telah mengamankan posisinya untuk tetap memberikan dukungan infrastruktur militer tanpa terganggu oleh desakan moral atau kemanusiaan dari para penggunanya. Melalui bukti ini, kita diingatkan kembali bahwa setiap interaksi digital kita di platform ini turut berkontribusi pada penguatan sistem pengawasan dan pertahanan yang kebal terhadap transparansi serta etika publik
π₯2β€1
π€ Hi! Mau nanya dong, kan Grab ada indikasi eksplotasi pekerja juga, gimana kalau gojek?
Boycott your application <3
π€ Hi! Mau nanya dong, kan Grab ada indikasi eksplotasi pekerja juga, gimana kalau gojek?
Nah kalo gojek sering kok dianggap sebagai alternatif utama bagi mereka yang menghindari grab. If we talk seriously and objectively about corporate ethics and worker welfare, gojek pun memiliki catatan yang perlu kamu kritisi dengan tajam
π₯2β€1
Secara fundamental, gojek beroperasi dengan model ekonomi "gig" yang sama, yang secara sistemik menempatkan mitra pengemudi pada posisi rentan
π₯2β€1
Dan masalah utama yang terus berulang adalah penurunan tarif per kilometer dan pemotongan komisi yang semakin besar, yang sering kali dilakukan secara sepihak oleh perusahaan. This forces partners to work far beyond normal working hours, often up to 12 or 16 hours a day, just to meet "bonus" targets or simply cover operational vehicle. Kondisi kerja secara teknis ini dapat dikategorikan sebagai eksploitasi, karena adanya ketimpangan kuasa di mana pekerja menanggung seluruh risiko modal dan kesehatan. Sementara korporasi meraup keuntungan dari setiap transaksi tanpa memberikan jaminan upah minimum atau asuransi kesehatan yang memadai
β€2π₯2
Selain itu, status "mitra" juga digunakan sebagai celah hukum untuk menghindari kewajiban memberikan hak-hak ketenagakerjaan yang layak. Di bawah naungan grup goto, meskipun perusahaan ini sering mengampanyekan keberpihakan pada UMKM dan ekonomi kerakyatan, realita di lapangan menunjukkan bahwa sistem rating dan algoritma sering kali bersifat menghukum bagi pengemudi. Aksi protes massa yang dilakukan oleh ribuan driver ojek online di berbagai kota di Indonesia yang melibatkan baik mitra grab maupun gojek menunjukkan bahwa ketidakpuasan terhadap ketidakadilan skema tarif ini bersifat sistemik dan lintas platform
β€1π₯1π1
Jika kita melihat dari sisi investor, gojek juga menerima pendanaan besar dari google dan investor global lainnya yang memiliki irisan kepentingan serupa dengan yang kita bahas pada kasus youtube. Artinya dari segi etika ekonomi global, gojek tidak sepenuhnya "bersih" dari pusaran modal yang juga mendanai teknologi militer atau pengawasan. Memilih gojek sebagai alternatif boikot grab mungkin ngerasa lebih lokal, namun secara substansi perlindungan hak pekerja kedua platform ini masih memiliki rapor merah yang harus terus kita suarakan agar terjadi perubahan kebijakan yang lebih manusiawi
π₯2β€1π’1
Thatβs a wrap for today. Thank you for listening and daring to open your eyes to the realities behind the scenes of the platforms we use everyday. Let's stay critical, stay vigilant, and don't let the big narrative silence our conscience in fighting for rights that should be non-negotiable. Have a good night π€
β€3π₯1π1
Kalo masih ada yang mau ditanyain boleh ke bot aja ya @BoycottApplicationsBot
Hi, siapa udah siap aku membahas aplikasi yang kena boycott lagi? Coba react
β€4β€βπ₯1π₯1
Tapi sebelum itu, izinkan aku untuk menjawab pertanyaan dulu ya mentemen
π₯2β€1π1
π€ StopHate itu boikot pengiklan, bkn user. Di korporasi, profit turun pasti memicu efisiensi pekerja dlu. Solusi riilnya?
Sebenarnya ya boikot pengiklan or pengguna itu aslinya sama-sama bertujuan untuk memutuskan rantai pendanaan yang bermasalah kok. Dan emang bener efisiensi sering menjadi langkah pertama korporasi namun itu justru menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dari kita berhasil memaksa mereka berhitung ulang. The real solution is not simply to stop using the service, but to encourage a transition to more ethical alternative platforms and to push for stronger worker protection regulations. Dengan begitu kita ga nekenin korporasi yang abai, justru bakal membantu juga karena udah membangun ekosistem ekonomi baru yang lebih adil bagi para pekerjanya
Sebenarnya ya boikot pengiklan or pengguna itu aslinya sama-sama bertujuan untuk memutuskan rantai pendanaan yang bermasalah kok. Dan emang bener efisiensi sering menjadi langkah pertama korporasi namun itu justru menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dari kita berhasil memaksa mereka berhitung ulang. The real solution is not simply to stop using the service, but to encourage a transition to more ethical alternative platforms and to push for stronger worker protection regulations. Dengan begitu kita ga nekenin korporasi yang abai, justru bakal membantu juga karena udah membangun ekosistem ekonomi baru yang lebih adil bagi para pekerjanya
π₯5