• Kesetimbangan homogen
Pada kesetimbangan homogen, semua reaktan dan produk dilibatkan dalam mencari nilai tetapan kesetimbangan. Contoh:
Pada reaksi
aA(g) + bB(g) ↔ cC(g) + dD(g)
nilai tetapan kesetimbangan dapat dicari dengan persamaan :
Pada kesetimbangan homogen, semua reaktan dan produk dilibatkan dalam mencari nilai tetapan kesetimbangan. Contoh:
Pada reaksi
aA(g) + bB(g) ↔ cC(g) + dD(g)
nilai tetapan kesetimbangan dapat dicari dengan persamaan :
• Kesetimbangan heterogen
Pada kesetimbangan heterogen, senyawa yang dilibatkan dalam mencari nilai tetapan kesetimbangan hanya senyawa dengan fase larutan (aq) gas (g). Contoh:
Pada reaksi
aA(aq) + bB(s) ↔ cC(s) + dD(aq)
nilai tetapan kesetimbangan dapat dicari dengan menggunakan persamaan:
Pada kesetimbangan heterogen, senyawa yang dilibatkan dalam mencari nilai tetapan kesetimbangan hanya senyawa dengan fase larutan (aq) gas (g). Contoh:
Pada reaksi
aA(aq) + bB(s) ↔ cC(s) + dD(aq)
nilai tetapan kesetimbangan dapat dicari dengan menggunakan persamaan:
2.Kesetimbangan tekanan parsial
Untuk keadaan kesetimbangan tekanan parsial, senyawa dengan fase gas (g) hanya satu – satunya fase senyawa yang dilibatkan untuk mencari nilai tetapannya. Dimana sebelum mendapatkan tetapan kesetimbangan, kamu harus terlebih dahulu mencari nilai tekanan parsial dengan persamaan:
Untuk keadaan kesetimbangan tekanan parsial, senyawa dengan fase gas (g) hanya satu – satunya fase senyawa yang dilibatkan untuk mencari nilai tetapannya. Dimana sebelum mendapatkan tetapan kesetimbangan, kamu harus terlebih dahulu mencari nilai tekanan parsial dengan persamaan:
Nilai tetapan kesetimbangan tekanan parsial kemudian dapat dicari dengan menggunakan perbandingan antara hasil kali tekanan parsial yang dimiliki oleh senyawa produk yang dipangkatkan dengan koefisiennya dengan nilai hasil kali tekanan parsial senyawa reaktan dipangkatkan dengan koefisiennya, melalui persamaan:
• Kesetimbangan homogen
Pada kesetimbangan tekanan parsial homogen, semua reaktan dan produk (yang berfase gas) dilibatkan dalam mencari nilai tetapan kesetimbangan. Contoh:
Pada reaksi
aA(g) + bB(g) ↔ cC(g) + dD(g)
nilai tetapan kesetimbangan dapat dicari dengan persamaan:
Pada kesetimbangan tekanan parsial homogen, semua reaktan dan produk (yang berfase gas) dilibatkan dalam mencari nilai tetapan kesetimbangan. Contoh:
Pada reaksi
aA(g) + bB(g) ↔ cC(g) + dD(g)
nilai tetapan kesetimbangan dapat dicari dengan persamaan:
• Kesetimbangan heterogen
Khusus untuk kesetimbangan homogen, senyawa yang berpengaruh terhadap nilai tetapan kesetimbangan merupakan senyawa dengan fase gas jaja, misalnya pada reaksi
aA(aq) + bB(g) ↔ cC(s) + dD(g)
maka nilai tetapan kesetimbangan bisa didapatkan melalui persamaan:
Khusus untuk kesetimbangan homogen, senyawa yang berpengaruh terhadap nilai tetapan kesetimbangan merupakan senyawa dengan fase gas jaja, misalnya pada reaksi
aA(aq) + bB(g) ↔ cC(s) + dD(g)
maka nilai tetapan kesetimbangan bisa didapatkan melalui persamaan:
📌Manfaat Kesetimbangan kimia
Pengaplikasian konsep kesetimbangan kimia sangat beragam, diantaranya adalah:
1.Siklus oksigen di tubuh manusia
2.Industri amonia
3.Pengaturan pH darah
4.Untuk proses pengembunan air dan penguapan air
5.Pembuatan asam sulfat
Pengaplikasian konsep kesetimbangan kimia sangat beragam, diantaranya adalah:
1.Siklus oksigen di tubuh manusia
2.Industri amonia
3.Pengaturan pH darah
4.Untuk proses pengembunan air dan penguapan air
5.Pembuatan asam sulfat
📌Contoh Soal Kesetimbangan Kimia 📌
1.Satu mol senyawa AB berada dalam 1Liter air. Jika pada larutan tersebut mengalami disosiasi sebesar 40% menurut reaksi AB ↔ A + B, tentukan tetapan kesetimbangan reaksi tersebut.
1.Satu mol senyawa AB berada dalam 1Liter air. Jika pada larutan tersebut mengalami disosiasi sebesar 40% menurut reaksi AB ↔ A + B, tentukan tetapan kesetimbangan reaksi tersebut.
2.Reaksi pembentukan gas etana dari etena dan gas hidgrogen merupakan reaksi bolak-balik yang dapat mencapai kesetimbangan dinamis dengan Kc sebesar 9,6x10^18.Sebanyak 0,2 mol gas hidrogen direaksikan dengan 0,155 mol gas etena mebentuk 0,155 mol gas etana.Jika reaksi tersebut membentuk 0,155 molar gas etana, menyisakan 0,045 molar gas hidrogen, dan gas etana dalam jumlah yang sangat kecil. Berapa molarkah gas etana yang tersisa dari reaksi tersebut jika reaksi dilakukan dalam ruangan sebesar 1 liter.
3.Dalam bejana bervolume 2 L dimasukkan 8 mol gas N02 membentuk kesetimbangan berikut. 2NO2(g) ↔ 2NO(g) + O2(g) . Jika pada keadaan setimbang terbentuk gas 02 sebanyak 2 mol, berapakah harga Kc untuk kesetimbangan tersebut?