📌Jenis-Jenis Virus
🖇️ Virus DNA 🖇️
• Virus DNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai ganda berpilin. Di dalam sel inangnya, DNA pada virus akan mengalami replikasi menjadi beberapa DNA dan juga akan mengalami transkripsi menjadi mRNA. mRNA akan mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus. Masih di dalam sel inang, DNA dan protein virus mengkonstruksikan diri menjadi virus – virus baru. mRNA juga akan membentuk enzim penghancur (Lisozim) sehingga sel inang lisis (hancur) dan virus – virus keluar untuk menginfeksi sel inang lainnya. Contoh Virus ini :
1.Papiloma
2.Poliloma
3.Parvovirus B19
4.Adenovirus
5.Herpes simpleks I (luka di sekeliling mulut)
6.Herpes simpleks II (perlukaan genital)
7.Varicella zoster (cacar air)
8.Virus Epstein-Barr
9.Cytomegalovirus
10.Vaccinia
11.Roseola
12.Cacar sapi
13.Cacar
14.Bakteriofag
15.Hepatitis B virus
16.Smallpox virus
17.Transfusion Transmitted Virus
18.JC virus (progressive multifocal leukoencephalopathy)
19.Anellovirus
20.Salterprovirus
🖇️ Virus DNA 🖇️
• Virus DNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai ganda berpilin. Di dalam sel inangnya, DNA pada virus akan mengalami replikasi menjadi beberapa DNA dan juga akan mengalami transkripsi menjadi mRNA. mRNA akan mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus. Masih di dalam sel inang, DNA dan protein virus mengkonstruksikan diri menjadi virus – virus baru. mRNA juga akan membentuk enzim penghancur (Lisozim) sehingga sel inang lisis (hancur) dan virus – virus keluar untuk menginfeksi sel inang lainnya. Contoh Virus ini :
1.Papiloma
2.Poliloma
3.Parvovirus B19
4.Adenovirus
5.Herpes simpleks I (luka di sekeliling mulut)
6.Herpes simpleks II (perlukaan genital)
7.Varicella zoster (cacar air)
8.Virus Epstein-Barr
9.Cytomegalovirus
10.Vaccinia
11.Roseola
12.Cacar sapi
13.Cacar
14.Bakteriofag
15.Hepatitis B virus
16.Smallpox virus
17.Transfusion Transmitted Virus
18.JC virus (progressive multifocal leukoencephalopathy)
19.Anellovirus
20.Salterprovirus
🖇️ Virus RNA 🖇️
•Virus RNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai tunggal atau ganda tidak berpilin. Di dalam sel inangnya, RNA pada virus akan mengalami transkripsi balik menjadi Hibrid RNA-DNA dan akhirnya membentuk DNA. Selanjutnya DNA virus akan masuk ke inti sel inangnya, menyisip ke dalam DNA inangnya. DNA virus akan merusak DNA inangnya dan membentuk mRNA. mRNA akan mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus untuk menbentuk virus – virus baru. Contoh Virus ini :
1.HIV AIDS
2.Influenza
3.Virus Hepatitis E
4.Poliovirus
5.Paramyxovirus Paramyxovirus
6.Virus enterik
7.Virus rubella
8.Virus demam kuning
9.Virus ensefalitis
10.Virus tumor RNA
11.DHF (demam berdarah)
12.Rabies
13.Campak
14.Rhinovirus (demam dan pilek)
15.Reovirus (diare)
16 Gondong
17.Rotavirus
18.Enterovirus
19.Hepatovirus
20.Virus ebola
•Virus RNA adalah virus yang materi genetiknya berupa asam nukleat yang berbentuk rantai tunggal atau ganda tidak berpilin. Di dalam sel inangnya, RNA pada virus akan mengalami transkripsi balik menjadi Hibrid RNA-DNA dan akhirnya membentuk DNA. Selanjutnya DNA virus akan masuk ke inti sel inangnya, menyisip ke dalam DNA inangnya. DNA virus akan merusak DNA inangnya dan membentuk mRNA. mRNA akan mengalami translasi untuk menghasilkan protein selubung virus untuk menbentuk virus – virus baru. Contoh Virus ini :
1.HIV AIDS
2.Influenza
3.Virus Hepatitis E
4.Poliovirus
5.Paramyxovirus Paramyxovirus
6.Virus enterik
7.Virus rubella
8.Virus demam kuning
9.Virus ensefalitis
10.Virus tumor RNA
11.DHF (demam berdarah)
12.Rabies
13.Campak
14.Rhinovirus (demam dan pilek)
15.Reovirus (diare)
16 Gondong
17.Rotavirus
18.Enterovirus
19.Hepatovirus
20.Virus ebola
📌 Struktur Virus
Secara umum, struktur tubuh virus terdiri atas 4 bagian utama, yaitu kepala, isi tubuh, ekor, dan kapsid.
1.Kepala
Virus memiliki kepala berisi DNA atau RNA yang menjadi bahan genetik kehidupannya. Isi kepala ini dilindungi oleh kapsid, yaitu selubung protein yang tersusun oleh protein. Bentuk kapsid sangat bergantung pada jenis virusnya. Kapsid virus bisa berbentuk bulat, polihedral, heliks, atau bentuk lain yang lebih kompleks. Kapsid tersusun atas banyak kapsomer atau sub-unit protein.
Secara umum, struktur tubuh virus terdiri atas 4 bagian utama, yaitu kepala, isi tubuh, ekor, dan kapsid.
1.Kepala
Virus memiliki kepala berisi DNA atau RNA yang menjadi bahan genetik kehidupannya. Isi kepala ini dilindungi oleh kapsid, yaitu selubung protein yang tersusun oleh protein. Bentuk kapsid sangat bergantung pada jenis virusnya. Kapsid virus bisa berbentuk bulat, polihedral, heliks, atau bentuk lain yang lebih kompleks. Kapsid tersusun atas banyak kapsomer atau sub-unit protein.
2.Isi Tubuh
Isi tubuh virus atau biasa disebut virion, adalah bahan genetik yang berupa salah satu tipe asam nukleat (DNA atau RNA). Tipe asam nukleat yang dimiliki virus akan mempengaruhi bentuk tubuh virus. Virus dengan isi tubuh berupa RNA biasanya berbentuk menyerupai kubus, bulat, atau polihedral, contohnya pada virus-virus penyebab penyakit polyomyelitis, virus influenza, dan virus radang mulut dan kuku.
Isi tubuh virus atau biasa disebut virion, adalah bahan genetik yang berupa salah satu tipe asam nukleat (DNA atau RNA). Tipe asam nukleat yang dimiliki virus akan mempengaruhi bentuk tubuh virus. Virus dengan isi tubuh berupa RNA biasanya berbentuk menyerupai kubus, bulat, atau polihedral, contohnya pada virus-virus penyebab penyakit polyomyelitis, virus influenza, dan virus radang mulut dan kuku.
3.Ekor
Ekor merupakan bagian dalam struktur tubuh virus yang berfungsi sebagai alat untuk menempelkan diri pada sel inang. Ekor yang melekat di kepala ini umumnya terdiri atas beberapa tabung tersumbat yang berisi benang dan serat halus. Adapun pada virus yang hanya menginveksi sel eukariotik, bagian tubuh ini umumnya tidak dijumpai
Ekor merupakan bagian dalam struktur tubuh virus yang berfungsi sebagai alat untuk menempelkan diri pada sel inang. Ekor yang melekat di kepala ini umumnya terdiri atas beberapa tabung tersumbat yang berisi benang dan serat halus. Adapun pada virus yang hanya menginveksi sel eukariotik, bagian tubuh ini umumnya tidak dijumpai
4.Kapsid
Kapsid adalah lapisan berupa rangkaian kapsomer pada tubuh virus yang berfungsi sebagai pembungkus DNA atau RNA. Fungsi kapsid ini adalah sebagai pembentuk tubuh dan pelindung bagi virus dari kondisi lingkungan luar.
Kapsid adalah lapisan berupa rangkaian kapsomer pada tubuh virus yang berfungsi sebagai pembungkus DNA atau RNA. Fungsi kapsid ini adalah sebagai pembentuk tubuh dan pelindung bagi virus dari kondisi lingkungan luar.
Maaf sebelumnya,karena tadi gambar untuk struktur nya kekecilan berikut ada gambar yang lebih jelasnya. Maaf ya kawan 🙏
cr: gurupendidikan.co.id
cr: gurupendidikan.co.id