369 πŒπ€π‘πŠπ€π’ πŠπ“π‡
13.4K subscribers
1.19K photos
188 videos
86 files
190 links
══━βœͺβƒβƒžβƒβŠ°β‹†βƒŸβ‹† πŽπ…π‚ πŒπŠπ“π‡ β‹†βƒŸβŠ±βœͺβƒβƒžβƒβŠ° ━══

     ✧ SINCE 2 JANUARY 2021 ✧

╭─────────────────────
β•°β”ˆβž€ 𝐒UB 𝐔NIT : @ofcmarkastaekook
β•°β”ˆβž€ 𝐎FC 𝐁OT : @markaskthbot
β•°β”ˆβž€ 𝐂H 𝐒HITPOST : @markasngegibah
β•°β”ˆβž€ 𝐂H 𝐏S : @partnermarkas
Download Telegram
Apa sih Insecure itu?

Menurut Abraham Maslow, insecure adalah suatu keadaan di mana seseorang yang merasa nggak aman, menganggap dunia sebagai sebuah hutan yang mengancam dan kebanyakan manusia berbahaya dan egois.

Mereka akan berusaha untuk mendapatkan kembali perasaan secure (aman) dengan berbagai cara.

Kurangnya percaya diri dapat berdampak pada produktivitas. Contohnya, kalo kamu pengen berkembang dan belajar skill baru, kayak public speaking, kamu bukan cuma harus terbiasa melakukan research, tapi juga harus ngebangun rasa percaya diri.

Kalo terus-terusan ngerasa kurang, kamu bakal ragu dan nggak berani untuk melangkah lebih maju. Alhasil, bakal stuck di situ aja dan berujung nyalahin diri sendiri karena merasa β€˜kurang’

Nggak enak banget kan ya ?
πŸ’˜1
Apa aja sih penyebab umum seseorang merasa Insecure?

Menurut psikolog klinis Melanie Greenberg, Ph.D., terdapat 3 penyebab umum seseorang merasa insecure, yaitu:

1. Insecure karena kegagalan atau penolakan yang terjadi baru-baru ini

Peristiwa yang baru terjadi sangat memengaruhi suasana hati dan perasaan kita tentang diri sendiri, terutama yang berhubungan sama kegagalan dan penolakan.

Aku pernah ngerasa kayak gini. Waktu itu aku ngelamar kerja ke beberapa perusahaan, tapi nggak ada panggilan interview lanjut. Hal ini bikin aku mikir kalo aku sama sekali nggak punya kelebihan. Kondisi ini berdampak pada self-esteem, aku jadi ngerasa kurang pede dan insecure.

Apalagi saat ngeliat temen-temenku udah pada kerja. Wah, pokoknya nggak enak banget!

2. Insecure karena mengalami kecemasan sosial

Kecemasan ini umumnya terjadi ketika seseorang mendapat kritik atau evaluasi dari lingkungannya. Mungkin beberapa orang nggak masalah dengan itu, tapi kita perlu pahami bahwa nggak semua orang siap dengan kritik dan evaluasi tersebut.

Perasaan nggak siap menimbulkan rasa cemas, yang pada akhirnya ngebuat seseorang menarik diri dari sosial. Karena ngerasa selalu kurang dan nggak fit in dengan sosial di sekelilingnya.

3. Insecure yang didorong oleh perfeksionisme

Beberapa orang mungkin suka dengan hasil yang sempurna, sesuai dengan ekspektasi dan perencanaan yang dibuat. Aku kadang juga gitu, sih. Pengen meminimalisir peluang gagal, sehingga memaksa diri untuk bekerja lebih keras.

Sebenernya ini oke-oke aja.

Hal ini akan jadi masalah ketika kita nggak ngebayangin worst case dari rencana kita. Kita ngebayanginnya berhasil terus, sampai nggak siap kalau ternyata nggak sesuai ekspektasi.

Kita juga kadang cenderung memaksa diri terlalu keras, sampai bikin kita kewalahan dan stres sendiri. Nah, kalau udah ngerasa gini, kalian coba untuk berhenti sebentar dan meluruskan, β€œSebenernya apa sih yang aku kejar ?”
πŸ’˜1
Inget, jangan sampai ekspektasi kita yang menjatuhkan diri kita!

β€˜β€™To be beautiful means to be yourself. You don’t need to be accepted by others. You need to accept yourself’’

Banyak orang nggak sadar bahwa untuk menjadi cukup adalah dengan menjadi versi terbaik dari diri sendiri.

Hal yang perlu kita lakukan yaitu memahami kelebihan dan kelemahan diri, kita pahami diri kita seutuhnya. Dengan memiliki pemahaman diri, kita akan lebih mudah untuk mencintai diri atau self-love.

Kadang, kita sendiri nggak sadar kalo kita punya kelebihan yang orang lain pengen punya. Kadang, kita nggak sadar bahwa pekerjaan yang kita jalanin sekarang merupakan dream job bagi orang lain. Kadang, kita nggak sadar bahwa fisik yang kita punya adalah idaman bagi orang lain.

Karena terkadang kita terlalu fokus sama pencapaian orang lain, yang jelas- jelas berbeda dengan diri kita sendiri. Faktor pembedanya? Tentu banyak, termasuk kepribadian, pemikiran, juga kapasitas effort yang dilakukan.

Ya sebenernya kadang insecure juga nggak apa-apa sih, siapa tahu bisa jadi motivasi. Tapi, harus paham batasan dan nggak terus-terusan overthinking serta minder tentang kekurangan diri sendiri.

Daripada insecure terus menerus, mending kita gali potensi diri agar lebih berkembang, yuk!!
πŸ’˜1
2 Cara simple mengatasi Insecure

1. Tingkatkan rasa percaya diri

Coba deh, fokus sama kelebihan dan keunikan yang kamu punya. Mungkin dengan itu, bakal lebih mudah nemuin interest-mu dalam suatu bidang.

Interest ini bisa kamu coba dan latih, sehingga kamu lebih mudah menguasai kemampuan itu. Hal ini akan bikin kamu lebih percaya diri, karena ngerasa diri kamu punya value.

Mungkin nggak gampang ya untuk langsung percaya diri, but that’s okay. Gak usah terburu-buru buat gain more confidence. Latih percaya diri dengan sesekali ngomong depan cermin, kalo aku sendiri sih sering ngomong depan cermin kayak

β€˜β€™Ih aku kok cakep banget ya ?’’

β€˜β€™Ada gak sih yang sekeren aku hari ini udah produktif banget?’’

2. Pilih lingkungan dan suasana yang positif

Coba deh, habisin waktu di lingkungan yang suportif.

Better stay di circle yang support dan apresiasi apapun pilihan yang kamu ambil, daripada di satu circle dengan orang-orang yang bikin kamu down. Kamu bisa cerita ke keluarga ataupun sahabat yang sudah mengetahui diri kamu sepenuhnya.

Memilih lingkungan itu penting, karena itu juga dapat membentuk karakter seseorang. Katanya sih, kalau kita berteman dengan penjual minyak wangi, kita akan ketularan wangiii hehe
πŸ’˜1
Nah, kayak yang aku bilang tadi, insecure itu wajar terjadi. Bahkan sekelas Raisa pun juga pasti pernah insecure. Tapi, kalau ternyata rasa insecure ini udah membuat kamu nggak nyaman dan mengganggu keseharian serta produktivitas kamu, aku saranin kamu untuk ngobrol ke profesional langsung yya

Okey mungkin itu dia konten ku kali ini, kalau ada yang mau ditanyakan boleh ke bot ku yya
See you next content all!!
πŸ’˜1
halo sweetie, sebelumnya kenalin gua pragalih borex riglago, panggil aja borex kalo mau sayang juga boleh, disini gua sebagai calteam juga di mkth ingin bahas tentang permasalahan friendzone, kalian pernah friendzone? pastinya si iya, karna emg kalian ditakdirin jadi kaum kaum friendzone. tapi, alangkah baiknya simak dulu apa yg dimaksud dengan friendzone, kenapa seseorang bisa mengalami friendzone, apa rasanya friendzone, bisakah keluar dari friendzone, dan tips untuk keluar dari friendzone itu sendiri bagaimana.#MHISTORYA
πŸ’˜1
Apa yang dimaksud dengan friendzone?

Zona hanya teman atau friendzone artinya sebuah kondisi pertemanan antara perempuan dan laki-laki dengan salah satu pihak memiliki ketertarikan seksual. Hubungan zona hanya teman ini biasanya menimbulkan kebingungan, sebab satu pihak ingin menjalin hubungan lebih dari teman.

🚫sakit pastinya ya co, ketika kalian aja udah cinta, udah sayang, udah ngasi segala effort dia nya aja cuman nganggep teman wkwk[emot batu]
πŸ’˜1
Kenapa seseorang bisa friend zone?

Penyebab pertama kamu selalu terjebak dalam friendzone adalah karena kamu tidak memberi batasan yang jelas dalam hubungan pertemananmu dengannya. Mungkin awalnya kamu bisa saja mengelak bahwa pertemanan kalian murni tanpa ada rasa baper. Namun, seiring berjalannya waktu, bisa saja kamu menyukai temanmu sendiri.

🚫kaya lo semua pada yg awalnya jijik jijik sama dia, eh ternyata ada rasa. pura pura supports si aslinya aja cemburu brutal.
πŸ’˜1
Apa rasanya friendzone?

Terjebak friendzone bisa membuat seseorang merasakan berbagai emosi negatif, seperti sedih, kecewa, marah, takut, malu, tertekan, dan putus asa. Jika perasaan ini tidak dapat dikendalikan, hal tersebut bisa menyebabkan frustrasi, stres, patah hati, atau bahkan depresi.

🚫kadang kalo abis liat dia sama yang lain padahal dia tau kita suka, rasanya tuh gabisa digambarkan, nylekit abiez.
πŸ’˜1
Apakah bisa keluar dari friendzone?

Untuk keluar dari hubungan friendzone, terlebih dahulu kamu harus menyadari bahwa semua hubungan melibatkan negosiasi dan coba untuk "menegosiasikan ulang" pertukaran saat ini. Intinya, kamu menginginkan "lebih" dari orang lain. Kemungkinan besar, kamu sudah memberi terlalu banyak dari apa yang dia berikan ke kamu.

🚫kata gua si cari yang baru aja.
πŸ’˜1
Lima tips untuk keluar dari hubungan friendzone:

1.Bersiap Pergi.

Hubungan sudah tidak seimbang karena kamu menghargainya lebih dari orang lain. Mundur. Menjadi "membutuhkan" bukanlah cara untuk bernegosiasi. Orang yang putus asa berakhir dengan apa yang diberikan orang lain, bukan apa yang mereka inginkan. Jadi, kurangi minat dan bersiaplah untuk pergi jika kamu tidak mendapatkan hubungan yang diinginkan. Mereka yang lebih bersedia untuk pergi memiliki kekuatan untuk membimbing hubungan.

2. Ciptakan Beberapa "Teman".

Pergilah dan cari beberapa "teman" lain yang membuat kamu tertarik. Perluas jaringan sosial kamu. Kemudian, bicarakan tentang teman baru ini dengan teman yang kamu inginkan. Persaingan dan sedikit kecemburuan adalah cara bagus lainnya untuk mengembangkan kelangkaan. Orang lebih menghargai apa yang mereka pikir mungkin
akan hilang.
πŸ’˜1