Jadi, kalau #ResetIndonesia artinya balikin demokrasi atau maksudnya bikin pejabat denger rakyat lagi itu sesuai konstitusi. Tapi kalau dimaknai gulingkan DPR di luar aturan, itu nggak konstitusional (karena DPR dipilih lewat pemilu & masa jabatan diatur UU).
Misalnya:
- Reset berarti tekan DPR biar batalkan tunjangan mewah.
- Reset berarti rakyat lawan RUU TNI yang bahaya.
- Reset berarti rakyat tuntut MK lebih adil karena putusan-putusan belakangan dianggap menguntungkan elit tertentu, bukan rakyat
- Reset berarti tekan DPR biar batalkan tunjangan mewah.
- Reset berarti rakyat lawan RUU TNI yang bahaya.
- Reset berarti rakyat tuntut MK lebih adil karena putusan-putusan belakangan dianggap menguntungkan elit tertentu, bukan rakyat
Jadi, reset bukan berarti hancurkan semua. Reset berarti “balik ke pengaturan awal” yaitu UUD 1945 yang menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi
👍7🏆1
Jadi #ResetIndonesia yang pro-demokrasi itu bentuknya:
• Tekan transparansi anggaran (contoh: rincian teknis tunjangan rumah)
• Uji materi kebijakan bermasalah di MK
• Dorong revisi UU (misal, agar batas kewenangan aparat saat demo jelas)
• Kontrol sipil atas militer tetap kuat. Maksudnya biar ketika ada unjuk rasa, yang dilingungi para militer ini rakyatnya, bukan mereka yang lagi didemo.
• Tekan transparansi anggaran (contoh: rincian teknis tunjangan rumah)
• Uji materi kebijakan bermasalah di MK
• Dorong revisi UU (misal, agar batas kewenangan aparat saat demo jelas)
• Kontrol sipil atas militer tetap kuat. Maksudnya biar ketika ada unjuk rasa, yang dilingungi para militer ini rakyatnya, bukan mereka yang lagi didemo.
👍1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Kenapa ini penting? Karena kalau nggak “di-reset”, kita luncur ke otoritarian pelan-pelan: kritik diseragamkan, demo distigma, aparat dominan, rakyat takut. Sejarah di kawasan nunjukin pola begini nyaris selalu berujung suram.
Pertanyaannya: apakah reset mungkin terjadi?
Secara politik, mungkin. Rakyat bisa mendesak lewat aksi besar, lewat gerakan sipil, lewat tekanan internasional.
Secara politik, mungkin. Rakyat bisa mendesak lewat aksi besar, lewat gerakan sipil, lewat tekanan internasional.
Sejarah udah pernah nunjukin, kalau rakyat bergerak masif, kadang sistem bisa dipaksa berubah.
Contohnya tahun 1998. UUD waktu itu nggak kenal “lengserkan presiden di tengah jalan”, tapi gerakan rakyat bikin Soeharto mundur. Setelah itu, UUD diamandemen biar ada aturan soal pemakzulan.
Contohnya tahun 1998. UUD waktu itu nggak kenal “lengserkan presiden di tengah jalan”, tapi gerakan rakyat bikin Soeharto mundur. Setelah itu, UUD diamandemen biar ada aturan soal pemakzulan.
Jadi Reset disini maksudnya perubahan aturan. Kaya kasus kasus sebelumnya.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Banyak orang ngerasa: “Kalau DPR nggak bisa dibubarin langsung, buat apa kita teriak-teriak?"
Padahal, speak up itu nggak pernah sia-sia. Sejarah nunjukin, suara rakyat bisa dorong perubahan besar.
Meski secara aturan DPR nggak bisa langsung bubar, suara kita bisa bikin mereka goyah, bisa paksa mereka revisi kebijakan.
Karena tekanan publik itu nyata. Ingat, Pasal 28E UUD 1945 jelas: rakyat punya hak menyatakan pendapat, berserikat, dan berkumpul. Jadi speak up itu dilindungi konstitusi.
Justru bahaya kalau rakyat diem. Karena diam akan dianggap tanda setuju. Dan itu yang paling ditunggu oleh elit.
Karena tekanan publik itu nyata. Ingat, Pasal 28E UUD 1945 jelas: rakyat punya hak menyatakan pendapat, berserikat, dan berkumpul. Jadi speak up itu dilindungi konstitusi.
Justru bahaya kalau rakyat diem. Karena diam akan dianggap tanda setuju. Dan itu yang paling ditunggu oleh elit.
👍3
Jadi, mau kamu anak RP, BA, CA, jangan takut speak up. Karena sifat isu ini udah urgent.
👍5
Karena demokrasi nggak jalan kalau rakyat biasa diem. Demokrasi cuma hidup kalau semua orang bersuara, bukan segelintir orang aja.
Apalagi sekarang, isunya udah bukan remeh-temeh. Ini soal uang negara, soal aparat yang brutal, soal korban nyawa, soal masa depan demokrasi.
Jadi gausah lagi jadiin alasan tipe akun buat larangan speak up, justru yang ditunggu adalah suara suara dari sekelompok orang yang sepakat. Kalau hari ini kita diam, besok kita mungkin kehilangan hak buat bicara. Dan itu harga yang terlalu mahal buat dibayar.
🏆1
[] Let's share the awareness
Oke masuk ke pembahasan soal #ResetIndonesia
Baca darisini teman teman, silahkan bertanya di comsect ini kalau ada pertanyaan!
👍15
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Nemu ini, ini postingan dari instagram.com/bagusmuljadi beliau profesor termuda di Universitas Nottingham