[] Let's share the awareness
786 subscribers
45 photos
1 file
18 links
@
Download Telegram
Kalau dilihat dari sisi kebutuhan, angka 50 juta itu juga gak masuk akal.
🏆7
Kenapa rakyat marah?

- Harga sewa rumah di Jakarta biasanya Rp10–20 juta per bulan.
- UMR Jakarta 2025 cuma Rp5,3 juta.
- Rp50 juta itu sama dengan 10 kali gaji buruh sebulan
Lucu kan? Rakyatnya yang setiap hari dibebani pajak untuk mereka disuruh hidup hemat. Pejabatnya malah mewah mewahan.
Nah memang kalau secara hukum, emang ada aturan soal ini.

PP No. 75 Tahun 2000: atur gaji pokok pejabat negara.
Surat Sekjen DPR No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010: atur tunjangan rumah & transportasi.
[] Let's share the awareness
Nah memang kalau secara hukum, emang ada aturan soal ini. • PP No. 75 Tahun 2000: atur gaji pokok pejabat negara. • Surat Sekjen DPR No. KU.00/9414/DPR RI/XII/2010: atur tunjangan rumah & transportasi.
Memang sah secara hukum. Tapi ingat, di UUD 1945 Pasal 27 ayat 1: semua warga negara punya kedudukan sama. Kalau rakyat harus hemat, pejabat juga harusnya kasih contoh.
👍43
[] Let's share the awareness pinned «Jadi gini, DPR bikin aturan baru soal tempat tinggal anggotanya. Kalau dulu mereka dapat rumah dinas di Kalibata/Ulujami, sekarang rumah dinas itu dihapus. Sebagai gantinya, mereka dapat uang tunjangan rumah Rp50 juta per bulan»
Bayangin, 1 orang DPR dapat Rp600 juta. Sementara dengan uang yang sama, ratusan keluarga bisa makan, ratusan anak muda bisa kuliah, dan ratusan UMKM bisa hidup.

Ini alasan kenapa rakyat marah. Karena mereka merasa uang pajak lebih pantas dipakai buat kebutuhan dasar rakyat, bukan buat gaya hidup pejabat.
👍90
Oke sekarang udah jelas kan ya soal alasan demo. Sekarang masuk ke kenyataan setelah demo. Abisitu baru ke #ResetIndonesia.
Aku buka comsect deh.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
silahkan kalau sambil mau berpendapat. aku bikin narasi dulu.
Tanggal 28 Agustus kemarin, ribuan orang turun ke jalan depan DPR. Mereka nggak bawa senjata, nggak bawa kekerasan. Mereka cuma bawa suara: menolak tunjangan rumah Rp50 juta yang jelas-jelas nggak adil
Tapi apa yang dilakukan banyak pejabat?
Alih-alih ketemu rakyat, mereka malah milih WFH (work from home). Alasannya “demi keamanan”.
Bayangin… di luar sana rakyat kepanasan, mata perih kena gas air mata, teriak-teriak biar didengar. Tapi orang yang seharusnya mereka temui, yang seharusnya jadi “wakil” mereka, malah ngumpet. Nggak ada yang berani keluar.
Padahal, kalau mereka benar-benar wakil rakyat, bukannya itu momen buat maju ke depan, keluar gedung, dan ngobrol langsung sama massa? Setidaknya nunjukkin kalau mereka nggak lari dari tanggung jawab
👍11
Dan yang bikin hati makin hancur: demo itu nggak cuma ricuh, tapi ada nyawa yang melayang.
Seorang driver ojek online meninggal setelah terlindas rantis Brimob. Orang yang mungkin cuma lagi cari nafkah, atau sekadar ada di sekitar lokasi. Seketika, nyawanya hilang, jadi korban cuma karena si wakil rakyat ini milih ngumpet, dan nyerahin semua ke aparat.
Btw yang kelindes katanya sebenernya ada dua orang, dan dua duanya meninggal. Cuma aku masih cari berita valid soal korban yang inisialnya U ini.
Semua kejadian ini bikin kita sadar kalau demokrasi kita sedang sekarat. Demokrasi yang seharusnya jadi ruang aman untuk bersuara, malah jadi jebakan yang membahayakan rakyat sendiri.