[] Let's share the awareness
785 subscribers
45 photos
1 file
18 links
@
Download Telegram
[] Let's share the awareness
Bayangin kalau ini diterapin. Kita bisa lihat lebih banyak jenderal duduk di kursi pemerintahan, bukan di barak latihan atau di perbatasan buat jaga negara. Akhirnya, kita balik lagi ke masa dwifungsi ABRI, di mana militer punya kekuatan politik yang terlalu…
Dwifungsi ABRI di Orde Baru, di mana militer bukan cuma pegang senjata, tapi juga pegang kekuasaan politik dan pemerintahan. Dulu, ini dipakai buat membungkam oposisi dan memastikan militer tetap punya kendali atas negara.
Ada efek samping lain yang perlu kita aware dan perhatikan
Melemahkan pengawasan sipil terhadap militer. Harusnya, dalam demokrasi, sipil yang lebih kuat dari militer. Tapi kalau ini diterapkan, sipil justru bisa dikendalikan militer.

Membuka jalan buat politik militer. Tentara yang masuk ke pemerintahan bisa punya agenda sendiri yang beda dari kepentingan rakyat.

Mengancam kebebasan politik. Kalau TNI punya jabatan sipil dan terlibat dalam pengambilan keputusan politik, gimana nasib kebebasan berpendapat kita?
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
sampe sini ada yang mau ditanya ngga? kalau ada bisa tanya ke @. yaaa
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Pasal 53: Perpanjangan Usia Pensiun

Dulu, perwira TNI pensiun di usia 58 tahun, sementara bintara dan tamtama 53 tahun. Tapi di aturan yang baru, usia pensiun diperpanjang, bahkan sampai 62 tahun buat perwira tinggi
Oke terus kenapa ini bisa jadi masalah?
Menghambat regenerasi di tubuh TNI. Kalau yang tua-tua masih bercokol di jabatan tinggi, yang muda jadi susah naik pangkat
[] Let's share the awareness
Menghambat regenerasi di tubuh TNI. Kalau yang tua-tua masih bercokol di jabatan tinggi, yang muda jadi susah naik pangkat
Dunia berubah cepat, tapi kalau pemimpinnya masih dari generasi lama yang punya pola pikir berbeda, inovasi bisa terhambat.
Hal ini juga bisa memperkuat dominasi militer di pemerintahan. Dengan usia yang lebih panjang, mereka bisa lebih lama ada dalam lingkaran kekuasaan dan semakin sulit dicopot.
Kita harus tanya: Apakah ini benar-benar untuk kepentingan pertahanan negara, atau cuma buat memperpanjang masa jabatan para jenderal?
πŸ‘2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Apa yang Akan Terjadi Kalau RUU Ini Disahkan?

βœ… Militer bisa masuk ke lebih banyak sektor pemerintahan.
βœ… Militer bisa lebih aktif di dunia politik.
βœ… Pengawasan sipil terhadap militer makin lemah.
βœ… Bisa jadi awal kemunduran demokrasi kita
Sejarah udah banyak kasih contoh negara-negara dengan pengaruh militer yang terlalu besar cenderung otoriter.

Myanmar – Militer akhirnya mengambil alih kekuasaan lewat kudeta.
Thailand – Militer terus campur tangan dalam pemerintahan, bikin negara nggak stabil.
Pakistan – Demokrasi ada, tapi militer tetap punya kendali besar atas politik
Indonesia nggak boleh ke arah sana. Kita udah belajar dari sejarah, jangan biarin langkah mundur ini terjadi.
RUU ini bisa berbahaya buat demokrasi kita. Kalau kita diem aja, ada kemungkinan aturan ini bakal lolos tanpa perlawanan. Siapa yang paling diuntungkan? Elite militer dan politik, yang bisa makin gampang ngontrol pemerintahan.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Masih banyak RUU yang bermasalah, negara ini resolusinya emang One Day One Problem kayanya 😭