Nah, ini nih yang paling krusial. Dulu, kalau tentara mau masuk ke jabatan sipil, mereka harus pensiun dulu. Kenapa? Karena di negara demokratis, militer dan sipil itu harus dipisah biar nggak ada konflik kepentingan
Tapi RUU TNI yang baru malah membalikkan aturan ini. Tentara aktif bisa langsung masuk ke jabatan sipil tanpa harus pensiun lebih dulu.
Yang lebih bahaya lagi, mereka bisa ditempatkan di 16 kementerian/lembaga, ditambah sektor lain yang ditentukan oleh presiden.
Yang lebih bahaya lagi, mereka bisa ditempatkan di 16 kementerian/lembaga, ditambah sektor lain yang ditentukan oleh presiden.
[] Let's share the awareness
Tapi RUU TNI yang baru malah membalikkan aturan ini. Tentara aktif bisa langsung masuk ke jabatan sipil tanpa harus pensiun lebih dulu. Yang lebih bahaya lagi, mereka bisa ditempatkan di 16 kementerian/lembaga, ditambah sektor lain yang ditentukan oleh presiden.
Perhatikan yang aku garis bawahi ya.
[] Let's share the awareness
Tapi RUU TNI yang baru malah membalikkan aturan ini. Tentara aktif bisa langsung masuk ke jabatan sipil tanpa harus pensiun lebih dulu. Yang lebih bahaya lagi, mereka bisa ditempatkan di 16 kementerian/lembaga, ditambah sektor lain yang ditentukan oleh presiden.
Artinya? Selama presiden mengizinkan, tentara bisa masuk ke mana aja.
Bayangin kalau ini diterapin. Kita bisa lihat lebih banyak jenderal duduk di kursi pemerintahan, bukan di barak latihan atau di perbatasan buat jaga negara. Akhirnya, kita balik lagi ke masa dwifungsi ABRI, di mana militer punya kekuatan politik yang terlalu besar.
Singkatnya
TNI bisa masuk ke pemerintahan dalam skala besar. Bayangkan ada menteri atau kepala daerah yang berasal dari militer, padahal tugasnya bukan soal pertahanan.
Militer bisa punya pengaruh yang lebih besar dalam politik dan kebijakan nasional.
Presiden bisa dengan mudah menempatkan militer dalam posisi strategis untuk mengamankan kepentingan politiknya
TNI bisa masuk ke pemerintahan dalam skala besar. Bayangkan ada menteri atau kepala daerah yang berasal dari militer, padahal tugasnya bukan soal pertahanan.
Militer bisa punya pengaruh yang lebih besar dalam politik dan kebijakan nasional.
Presiden bisa dengan mudah menempatkan militer dalam posisi strategis untuk mengamankan kepentingan politiknya
[] Let's share the awareness
Bayangin kalau ini diterapin. Kita bisa lihat lebih banyak jenderal duduk di kursi pemerintahan, bukan di barak latihan atau di perbatasan buat jaga negara. Akhirnya, kita balik lagi ke masa dwifungsi ABRI, di mana militer punya kekuatan politik yang terlalu…
Dwifungsi ABRI di Orde Baru, di mana militer bukan cuma pegang senjata, tapi juga pegang kekuasaan politik dan pemerintahan. Dulu, ini dipakai buat membungkam oposisi dan memastikan militer tetap punya kendali atas negara.
Melemahkan pengawasan sipil terhadap militer. Harusnya, dalam demokrasi, sipil yang lebih kuat dari militer. Tapi kalau ini diterapkan, sipil justru bisa dikendalikan militer.
Membuka jalan buat politik militer. Tentara yang masuk ke pemerintahan bisa punya agenda sendiri yang beda dari kepentingan rakyat.
Mengancam kebebasan politik. Kalau TNI punya jabatan sipil dan terlibat dalam pengambilan keputusan politik, gimana nasib kebebasan berpendapat kita?
Membuka jalan buat politik militer. Tentara yang masuk ke pemerintahan bisa punya agenda sendiri yang beda dari kepentingan rakyat.
Mengancam kebebasan politik. Kalau TNI punya jabatan sipil dan terlibat dalam pengambilan keputusan politik, gimana nasib kebebasan berpendapat kita?
[] Let's share the awareness
Jadi gini, dalam RUU TNI yang baru, ada beberapa poin yang bermasalah banget dan bikin banyak orang khawatir. Salah satunya adalah soal keterlibatan TNI dalam jabatan sipil
okey yang baru join baca dari atas ya, nanti malem disambung sama pasal 53.
sampe sini ada yang mau ditanya ngga? kalau ada bisa tanya ke @. yaaa
Pasal 53: Perpanjangan Usia Pensiun
Dulu, perwira TNI pensiun di usia 58 tahun, sementara bintara dan tamtama 53 tahun. Tapi di aturan yang baru, usia pensiun diperpanjang, bahkan sampai 62 tahun buat perwira tinggi
Dulu, perwira TNI pensiun di usia 58 tahun, sementara bintara dan tamtama 53 tahun. Tapi di aturan yang baru, usia pensiun diperpanjang, bahkan sampai 62 tahun buat perwira tinggi
Menghambat regenerasi di tubuh TNI. Kalau yang tua-tua masih bercokol di jabatan tinggi, yang muda jadi susah naik pangkat
[] Let's share the awareness
Menghambat regenerasi di tubuh TNI. Kalau yang tua-tua masih bercokol di jabatan tinggi, yang muda jadi susah naik pangkat
Dunia berubah cepat, tapi kalau pemimpinnya masih dari generasi lama yang punya pola pikir berbeda, inovasi bisa terhambat.
Hal ini juga bisa memperkuat dominasi militer di pemerintahan. Dengan usia yang lebih panjang, mereka bisa lebih lama ada dalam lingkaran kekuasaan dan semakin sulit dicopot.
Kita harus tanya: Apakah ini benar-benar untuk kepentingan pertahanan negara, atau cuma buat memperpanjang masa jabatan para jenderal?
👍2
Apa yang Akan Terjadi Kalau RUU Ini Disahkan?
✅ Militer bisa masuk ke lebih banyak sektor pemerintahan.
✅ Militer bisa lebih aktif di dunia politik.
✅ Pengawasan sipil terhadap militer makin lemah.
✅ Bisa jadi awal kemunduran demokrasi kita
✅ Militer bisa masuk ke lebih banyak sektor pemerintahan.
✅ Militer bisa lebih aktif di dunia politik.
✅ Pengawasan sipil terhadap militer makin lemah.
✅ Bisa jadi awal kemunduran demokrasi kita