ㅤ🎙️ ⋆ Itulah beberapa kasus paling menggemparkan mengenai "Kasus Exorcism Terseram di Dunia" yang bener-bener buat ngeri.
ㅤ🎙️ ⋆ Tapi sayang, tak terasa konten kali ini udah sampai di penghujung. Terimakasih buat sobat voscade yang udah mau nyimak konten kali ini. Sampe ketemu lagi dikonten menarik lainya. Sampe jumpa yo and have a great day!
ㅤ🎙️ ⋆ Tapi sayang, tak terasa konten kali ini udah sampai di penghujung. Terimakasih buat sobat voscade yang udah mau nyimak konten kali ini. Sampe ketemu lagi dikonten menarik lainya. Sampe jumpa yo and have a great day!
🎙⋆ [] Wah, akhirnya kita balik lagi di podcast ini! Senang banget bisa ngobrol bareng kalian semua di episode kali ini. Di kesempatan ini aku sebagai tuan rumah pengen ngajak kalian bahas topik yang cukup dekat dengan kehidupan anak muda, yaitu tentang perasaan "𝗞𝗼𝗸 𝗮𝗸𝘂 𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗷𝗮𝗱𝗶 𝗮𝗽𝗮-𝗮𝗽𝗮 𝘆𝗮?" Terutama saat kita melihat orang-orang di sekitar yang seakan sudah lebih dulu melangkah. 🤔
🎙⋆ [] Ditambah lagi dengan tekanan sosial, ekspektasi dari orang tua, dan kebiasaan membandingkan hidup dengan orang lain yang kadang bikin kita merasa tertinggal. Di episode kali ini aku juga ditemani beberapa narasumber yang bakal berbagi cerita dan sudut pandang mereka tentang hal ini. Tapi sebelum kita mulai, aku mau minta para narasumber untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu boleh sebutkan nama kalian. Yuk, kita mulai! 😁
🎙⋆ [] Ditambah lagi dengan tekanan sosial, ekspektasi dari orang tua, dan kebiasaan membandingkan hidup dengan orang lain yang kadang bikin kita merasa tertinggal. Di episode kali ini aku juga ditemani beberapa narasumber yang bakal berbagi cerita dan sudut pandang mereka tentang hal ini. Tapi sebelum kita mulai, aku mau minta para narasumber untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu boleh sebutkan nama kalian. Yuk, kita mulai! 😁
🍒. Haloo Voskidz! Pasti udah ga asing lagi sama aku kan? And yepp Im Kaninna Ayoura, many peoples calling me Kanin for short, but feel free if you guys want to call me pretty instead😉
🍒. Malam ini aku menjadi narasumber dari topik menarik yaitu tentang kegagalan, waduh pasti udah ga sabar kan? Tentunya aku nggak sendirian di sini, aku ditemenin sama cowok ganteng nih kenalan dong!
🍒. Malam ini aku menjadi narasumber dari topik menarik yaitu tentang kegagalan, waduh pasti udah ga sabar kan? Tentunya aku nggak sendirian di sini, aku ditemenin sama cowok ganteng nih kenalan dong!
🕷 Halo Voskidz! Waduh, dibilang ganteng jadi agak salting juga nih. Tapi kenalin, gua Hathersón Ethne P. partner podcast Kanin hari ini. Kalian boleh panggil gua Hathersón, atau apa aja yang kalian rasa nyaman buat manggil gua
🕷 Seneng bisa nemenin kalian di sini bareng Kanin. Jadi siapin telinga kalian ya, karena hari ini kita bakal ngobrol santai tentang hal yang mungkin sering dialamin banyak orang—gagal dikit, gapapa
🕷 Seneng bisa nemenin kalian di sini bareng Kanin. Jadi siapin telinga kalian ya, karena hari ini kita bakal ngobrol santai tentang hal yang mungkin sering dialamin banyak orang—gagal dikit, gapapa
🎙⋆ Wah, perkenalannya seru juga! Terima kasih buat Kanin dan Hathersón yang sudah bergabung di podcast kali ini. Senang banget bisa dengar energi kalian di sini. Sekarang kita langsung masuk ke pembahasan yang mungkin relate buat banyak orang, yaitu saat kita merasa harus terlihat "𝗕𝗮𝗶𝗸-𝗯𝗮𝗶𝗸 𝘀𝗮𝗷𝗮" di depan orang lain, meskipun kenyataannya tidak selalu begitu.
🎙⋆ Jadi pertanyaan pertama untuk kalian berdua : Pernah nggak sih kalian pura-pura terlihat sukses supaya nggak dianggap gagal oleh orang lain?
🎙⋆ Jadi pertanyaan pertama untuk kalian berdua : Pernah nggak sih kalian pura-pura terlihat sukses supaya nggak dianggap gagal oleh orang lain?
🍒. Kalau ditanya begitu, jujur aja… bohong kalau aku bilang nggak pernah. Kadang kita memang berusaha terlihat lebih "𝗕𝗮𝗶𝗸" di depan orang lain supaya nggak dianggap gagal. Soalnya yang sering dilihat orang itu cuma hasil akhirnya, bukan proses yang kita jalanin.
🍒. Orang lain biasanya cuma peduli sama pencapaian kita, bukan seberapa banyak usaha atau kerja keras yang kita lakukan untuk sampai ke titik itu. Jadi nggak jarang juga orang akhirnya menutupi kegagalannya, atau setidaknya berusaha terlihat baik-baik saja di depan orang lain.
🍒. Orang lain biasanya cuma peduli sama pencapaian kita, bukan seberapa banyak usaha atau kerja keras yang kita lakukan untuk sampai ke titik itu. Jadi nggak jarang juga orang akhirnya menutupi kegagalannya, atau setidaknya berusaha terlihat baik-baik saja di depan orang lain.
🎙⋆ Wah, itu jujur banget sih jawabannya. Kadang memang yang terlihat di luar belum tentu menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi di balik layar.
🎙⋆ Sekarang kita lanjut ke pertanyaan kedua yang juga sering jadi pembahasan di kalangan anak muda. Banyak dari kita yang tumbuh dengan berbagai harapan dari orang tua. Menurut kalian, ekspektasi dari orang tua itu lebih terasa sebagai dukungan atau justru tekanan?
🎙⋆ Sekarang kita lanjut ke pertanyaan kedua yang juga sering jadi pembahasan di kalangan anak muda. Banyak dari kita yang tumbuh dengan berbagai harapan dari orang tua. Menurut kalian, ekspektasi dari orang tua itu lebih terasa sebagai dukungan atau justru tekanan?
🍒. Sebenarnya menurut aku itu tergantung situasi dan cara penyampaiannya sih. Kalau dalam kondisi keluarga atau ekonomi yang cukup berat, ekspektasi orang tua kadang bisa terasa seperti tekanan. Karena kalau kita gagal, rasanya taruhannya besar dan kita takut mengecewakan mereka.
🍒. Tapi kalau kondisi keluarga dan ekonomi cukup baik, biasanya ekspektasi itu lebih terasa sebagai dukungan. Karena orang tua juga cenderung membantu membimbing kita supaya bisa mencapai harapan tersebut.
🍒. Tapi kalau kondisi keluarga dan ekonomi cukup baik, biasanya ekspektasi itu lebih terasa sebagai dukungan. Karena orang tua juga cenderung membantu membimbing kita supaya bisa mencapai harapan tersebut.
🎙⋆ Menarik juga ya sudut pandangnya. Jadi ternyata makna dari ekspektasi itu bisa berbeda-beda, tergantung dari situasi masing-masing orang.
🎙⋆ Nah sekarang kita beralih ke Hathersón. Pertanyaan berikut ini mungkin pernah dialami banyak orang, terutama di era media sosial seperti sekarang. Apa momen pertama kamu sadar kalau kamu sedang membandingkan hidupmu dengan orang lain?
🎙⋆ Nah sekarang kita beralih ke Hathersón. Pertanyaan berikut ini mungkin pernah dialami banyak orang, terutama di era media sosial seperti sekarang. Apa momen pertama kamu sadar kalau kamu sedang membandingkan hidupmu dengan orang lain?
🕷 [] Kalau gua inget-inget, pertama kali sadar itu pas lagi scroll sosmed malem-malem. Awalnya biasa aja, cuma lihat story orang. Tapi lama-lama kok jadi kepikiran, "Dia udah sejauh itu ya, sedangkan gua masih di titik yang sama." Dari situ gua langsung mikir, oh ini gua lagi ngebandingin diri gua sama mereka. Padahal yang gua lihat cuma bagian bagusnya doang.
🕷 [] Tapi tetap aja rasanya kayak gua kurang, gua telat, dan gua ngga cukup. Dan yang bikin gua sadar, itu datangnya pelan. Ngga tiba-tiba iri, cuma hati jadi ngga tenang.. gelisah. Di situ gua paham, ternyata ngebandingin diri sendiri sama orang lain bisa bikin lu lupa sama proses lu sendiri.
🕷 [] Tapi tetap aja rasanya kayak gua kurang, gua telat, dan gua ngga cukup. Dan yang bikin gua sadar, itu datangnya pelan. Ngga tiba-tiba iri, cuma hati jadi ngga tenang.. gelisah. Di situ gua paham, ternyata ngebandingin diri sendiri sama orang lain bisa bikin lu lupa sama proses lu sendiri.
🎙⋆ Wah, itu relatable banget sih. Media sosial memang sering menampilkan versi terbaik dari hidup seseorang, tapi kita jarang melihat perjuangan di baliknya.
🎙⋆ Nah, dari situ muncul juga satu pertanyaan lagi yang nggak kalah menarik. Menurut kalian, tekanan sosial itu lebih berat datang dari keluarga atau dari lingkungan pertemanan?
🎙⋆ Nah, dari situ muncul juga satu pertanyaan lagi yang nggak kalah menarik. Menurut kalian, tekanan sosial itu lebih berat datang dari keluarga atau dari lingkungan pertemanan?