Selesai berganti baju, dan membereskan baju basahnya, Hala keluar kamar dan segera mencari Om Tara, atau setidaknya Lendra. Hala harus berpamitan, dan segera pulang.
Untungnya, Hala langsung menangkap kehadiran Lendra dan Om Tara di ruang tamu. Lendra sudah mengganti bajunya, dan mereka tampak sedang mengobrol ringan.
"Permisi, maaf Om. Hala harus pulang sekarang. Takut dicari Papa." Hala kembali menginterupsi pembicaraan mereka.
Om Tara yang paham langsung mengangguk, mengiyakan.
"Lendra, bilang ke adik-adikmu untuk langsung makan malam saja. Papa mau antar Hala pulang dulu." Setelah Om Tara berpamitan, Hala juga ikut berpamitan pada Lendra.
Singkatnya, sekarang Hala sudah di mobil bersama Om Lendra, dan sedang dalam perjalanan pulang kerumah.
Hala tau ini merepotkan, tapi tadi saat di depan pintu panti, Hala sudah menolak tumpangangan itu. Om Tara, yang ditolak tetap keukeuh untuk mengantar Hala, dengan alasan sudah malam, dan tadi dia sudah terlanjur pamit pada Lendra mau mengantanya.
Saat perjalanan, di setiap jalan bercabang Om Tara akan menanyakan harus belok kemana untuk menuju ke rumah Hala. Dan setelah beberapa belokan, mereka sampai di depan rumah Hala.
Hala baru menyadari sesuatu, ternyata sejauh itu dia melarikan diri tadi.
Dan satu lagi yang baru Hala sadari, garasi rumahnya terbuka, dan mobil Ayahnya tidak ada di sana.
Firasat Hala buruk, sangat buruk. Ayahnya pergi, dan pasti hanya ada Ibu tirinya di rumah.
Hala takut, tapi dia harus tetap turun dan membiarkan Om Tara pergi. Apapun yang akan terjadi padanya, itu urusan nanti.
"Ayo, Hala. Kita turun, sekalian Om mau kenalan dengan orang tua kamu. Biar mereka tidak berprasangka buruk." Tanpa disadari Hala, Om Tara sudah turun dan membukakan pintu mobil untuknya.
Otak Hala memaksanya menyuruh Om Tara untuk langsung pulang saja, tapi hati Hala merasa takut. Takut jika Ibu tirinya melakukan hal menyakitkan padanya.
Hala memutuskan untuk keluar dari mobil, dan tidak menyuruh Om Tara pulang dulu.
Om Tara mulai mengetuk pintu rumahnya, tidak lama Ibu tirinya langsung membukakan pintu sambil berteriak menyumpah serapahi Hala.
"Anak sialan, buat apa pulang —"
– to be continued
Untungnya, Hala langsung menangkap kehadiran Lendra dan Om Tara di ruang tamu. Lendra sudah mengganti bajunya, dan mereka tampak sedang mengobrol ringan.
"Permisi, maaf Om. Hala harus pulang sekarang. Takut dicari Papa." Hala kembali menginterupsi pembicaraan mereka.
Om Tara yang paham langsung mengangguk, mengiyakan.
"Lendra, bilang ke adik-adikmu untuk langsung makan malam saja. Papa mau antar Hala pulang dulu." Setelah Om Tara berpamitan, Hala juga ikut berpamitan pada Lendra.
Singkatnya, sekarang Hala sudah di mobil bersama Om Lendra, dan sedang dalam perjalanan pulang kerumah.
Hala tau ini merepotkan, tapi tadi saat di depan pintu panti, Hala sudah menolak tumpangangan itu. Om Tara, yang ditolak tetap keukeuh untuk mengantar Hala, dengan alasan sudah malam, dan tadi dia sudah terlanjur pamit pada Lendra mau mengantanya.
Saat perjalanan, di setiap jalan bercabang Om Tara akan menanyakan harus belok kemana untuk menuju ke rumah Hala. Dan setelah beberapa belokan, mereka sampai di depan rumah Hala.
Hala baru menyadari sesuatu, ternyata sejauh itu dia melarikan diri tadi.
Dan satu lagi yang baru Hala sadari, garasi rumahnya terbuka, dan mobil Ayahnya tidak ada di sana.
Firasat Hala buruk, sangat buruk. Ayahnya pergi, dan pasti hanya ada Ibu tirinya di rumah.
Hala takut, tapi dia harus tetap turun dan membiarkan Om Tara pergi. Apapun yang akan terjadi padanya, itu urusan nanti.
"Ayo, Hala. Kita turun, sekalian Om mau kenalan dengan orang tua kamu. Biar mereka tidak berprasangka buruk." Tanpa disadari Hala, Om Tara sudah turun dan membukakan pintu mobil untuknya.
Otak Hala memaksanya menyuruh Om Tara untuk langsung pulang saja, tapi hati Hala merasa takut. Takut jika Ibu tirinya melakukan hal menyakitkan padanya.
Hala memutuskan untuk keluar dari mobil, dan tidak menyuruh Om Tara pulang dulu.
Om Tara mulai mengetuk pintu rumahnya, tidak lama Ibu tirinya langsung membukakan pintu sambil berteriak menyumpah serapahi Hala.
"Anak sialan, buat apa pulang —"
– to be continued
Selamat malam, Salam 6 agama saya founder dari @VOGELFLEIOFC ingin memberi tahu kepada seluruh member vogelflei bahwa pada hari 24 desember 2021 sq kami resmi BUBAR. terima kasih buat member kami terima kasih banyak udah menjadikan vogelflei menjadi rumah kalian semua kami seluruh admin sayang kalian 🧡🧡
- all admin vogelflei
- all admin vogelflei
📝 isi yuk
👤 kangen semuanya
👤 kangen kak arsad
👤 kangen semua nya 😔😔
👤 kangen ghea
👤 kangen arsadddd sama yang lain ughaa
👤 Lucu bnr ada yg kngenin gw
👤 Kangen arsat
👤 kangen rain pacar renjun
👤 Cuma satu, KANGEN
👤 kangen all memb vogel terutama arsad, raion, rain, lio, nay egypt kangen semuanyaaaa
👤 Kangen
👤 halo
👤 lov u
👥 13 people have voted so far.
📖 Anonymous Board
🚫 This poll has been deleted...
👤 kangen semuanya
👤 kangen kak arsad
👤 kangen semua nya 😔😔
👤 kangen ghea
👤 kangen arsadddd sama yang lain ughaa
👤 Lucu bnr ada yg kngenin gw
👤 Kangen arsat
👤 kangen rain pacar renjun
👤 Cuma satu, KANGEN
👤 kangen all memb vogel terutama arsad, raion, rain, lio, nay egypt kangen semuanyaaaa
👤 Kangen
👤 halo
👤 lov u
👥 13 people have voted so far.
📖 Anonymous Board
🚫 This poll has been deleted...