MEMORY / VOGELFLEI
138 subscribers
52 photos
43 videos
5 links
. ֆince 1 june 2021
▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃▃

★ . 𝐂ONNECT
@VOGELFLEI
@OFCVOGELFLEI_BOT

★ . P𝐀RTNERSH!P
@ARSIPVOGEL
@botmppsvogel_bot CLOSE
Download Telegram
#STORYCCRomance, Slice of life, Drama, Comedy
Continuation of t.iss.one/VOGELFLEIOFC/2174
cr: @VOGELFLEIOFC
.
.
Perkenalannya diakhiri dengan senyuman kikuk, sementara lawan bicaranya hanya mengangguk sembari tersenyum tipis. Itu... menawan.

Hala segera mengalihkan dirinya dari pemikiran barusan, dan menyadari bahwa anak lelaki itu belum memberitahu namanya.

"Namamu..." Hala menjeda kalimatnya, berharap jika anak itu segera menyahut, melanjutkan kalimatnya.

Lelaki di hadapan Hala itu menyadari bahwa dia belum menyebutkan namanya, "Ah, Lendra. Iravan Akhilendra Tarachandra." Kalimatnya diakhiri dengan senyuman tipis, yang sialnya Hala suka senyum itu.

Setelah sesi perkenalan, suasana kembali sunyi, sementara hujan telah reda beberapa saat yang lalu.

"Tidak pulang?" Tanya Lendra memecah kesunyian kala itu. Suaranya cukup membuat Hala agak tersentak, karena tadi dia tenggelam dalam lamunannya.
Hala menggeleng pelan, dan hanya itu balasan dari pertanyaan Lendra.

"Hala, tidak pulang? Bajumu pasti basah, nanti dingin." Lendra mengulang pertanyaannya, seakan dia tidak melihat gelengan Hala, padahal tadi sepertinya dia menoleh kearah Hala.

Kekehan pelan terdengar dari mulut Hala, "Nanti aku pulang, kamu sendiri? Bajumu juga basah, ngga dingin?"
Pertanyaan balik dilontarkan Hala.

"Tidak masalah kalau kamu sendirian?" Itu pertanyaan Lendra, dan Hala cukup senang karena merasa dipedulikan.

– page.4
"Ngga, aku bisa pulang sendiri. Kamu pulang dulu aja saja, orang tuamu pasti khawatir." Setelah kalimat Hala selesai, Lendra terdiam beberapa saat.

Sembari mengeluarkan barang dari sakunya, Lendra mengiyakan perkataan Hala.
Satu hal yang membuat Hala agak kaget, adalah fakta bahwa Lendra ternyata seorang tuna netra. Pantas lelaki itu tidak melihat anggukannya, dan mengulang pertanyaannya tadi.

Saat Lendra mulai berjalan menjauh, diam-diam Hala memperhatikannya. Atensinya berpindah ke atas, memandang langit oranye sore itu.

"Sayang sekali, dia tidak bisa melihat langit sore ini." Gumam Hala secara lirih.

Hala memutuskan untuk pergi dari halaman rumah itu, dan berjalan ke arah Lendra pergi tadi.
Lurus, pertigaan, belok kanan, perempatan. Di depannya terlihat lagi seorang anak lelaki yang 20 menit lalu masih bersamanya.

Lendra terlihat sedang berbincang dengan wanita paruh baya, di depan... panti asuhan.

Sepertinya Hala membuat kesalahan saat di rumah kosong tadi.
Harusnya dia tidak menyinggung perihal orang tuanya tadi.

Hala menghela nafas kasar, dia merasa bersalah karena kalimatnya tadi. Harus bagaimana dia?

Ini jahat. Tapi Lendra adalah tuna netra, jadi kalau dia hanya berjalan biasa dan melewatinya, dia tidak akan menyadari kalau dia lewat kan? Tentu, harusnya begitu.

page.5

To Be Continued . . .
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Hallo selamat malam Jum'at. Bertemu lagi sama Arsyad. Katanya liburan akhir semester ditiadakan ya? Nah maka dari itu kali ini saya mau menyampaikan konten tentang kegiatan apa aja sih yang bisa kalian lakukan saat liburan dirumah? Selain main Rp gitu. Kalau tetap ada libur dan kalian ga berlibur keluar rumah juga bisa ngelakuin hal-hal dibawah ini ya. Biar ga gabut-gabut amat liburannya.
1. Memasak dan mencoba resep baru
Memasak gak cuma menyenangkan, tapi juga bisa menambah kemampuan kamu dalam meracik dan menghidangkan makanan. Kamu bisa memasak makanan kesukaaanmu atau mungkin bisa mencoba resep baru.

2. Mencoba Hobi baru
Yang kedua kita bisa mencoba hobi baru atau melakukan hobi kita yang mungkin kemarin ga bisa kita lakukan karena sibuk sekolah.

3. Membaca buku lama milikmu
Kamu bisa menghabiskan waktu dengan membaca buku-buku yang udah lama tersimpan di rak. Gak hanya bernostalgia, tapi kamu juga menambah wawasan dari buku-buku lamamu lho. Dari buku cerita masa kecil, majalah, hingga novel pun bisa kamu baca.

4. Mendengar lagu kesukaan
Nah, kamu bisa kok refreshing dengan mendengar lagu-lagu kesukaanmu. Gak bakal ada yang ganggu atau mengusik kamu. Kamu bisa sepuasnya mendengar ribuan lagu yang sudah lama ingin kamu dengar dan nikmati sendirian.
5. Menonton serial masa kecil
Gak bisa dipungkiri kalo menonton adalah hal yang gak bakal bikin kamu bosan. Kamu bisa menonton serial televisi masa kecilmu yang sudah lama tak kamu tonton. Selain asyik, kamu juga bisa terhibur dan gak bakal gabut deh.

6. Menata ulang & membersihkan kamar tidur
Walaupun terdengar membosankan, ternyata membersihkan kamar tidur juga menyenangkan lho. Kamu juga bisa menemukan barang-barang yang mungkin selama ini terselip atau tersembunyi dan kamu cari-cari sejak lama. Selain itu, kamu juga bisa dekorasi ulang kamarmu sehingga nampak lebih baru dan nyaman.

7. Berolahraga
Meski liburan di rumah, kamu juga tetap bisa berolahraga. Kesehatan tetap harus dijaga ya selama masa santaimu. Kamu bisa kok melakukan olahraga ringan seperti lari, skipping, atau bahkan senam.

8. Bersantai sambil menikmati waktu liburan
Liburan memang identik dengan hari penuh dengan santai dan tenang. Nah, kamu bisa kok gak melakukan apa-apa dan bersantai sejenak menikmati masa liburan. Sekadar duduk atau rebahan bisa berdampak baik bagi mood dan kesehatanmu lho.

©IDN TIMES
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Nah itu dia beberapa hal yang bisa kamu lakukan kalau liburan di rumah. Selain itu kalian bisa tuh ngelakuin hal baru saat liburan misalnya belajar menggambar, ningkatin skill bahasa inggris. Selamat berlibur ya. Semoga liburan kalian menyenangkan entah itu dirumah atau diluar rumah. Sekian dulu dari arsyad. See you!
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
SELAMAT MALAM! Malming ini seperti biasa ditemenin Arsyad ganteng dan Raion yang b aja. NAH! Berhubung kemarin Arsyad baru liat kalau TERNYATA jadwal liburan akhir tahun itu kembali ke Jadwal Pendidikan tiap Daerah, jadinya pasti ada libur kan ya... So kita berdua disini bakal ngasih tau beberapa tempat wisata yang mungkin bisa jadi tempat kamu liburan.
Hillow millow, good night y'all-!! Jelek banget kalimat Arsyad yang bagian "Raion b aja", ga sih... orangnya juga jelek. But anyways, kayak yang dibilang Arsyad, abis Penilaian Akhir Semester ini tetep ada libur nataru. Tapi kalo mau liburan tetep jalanin prokes yang ada yawp.

Buat sekarang, kita kasih kalian rekomendasi beberapa spot wisata yang bisa kalian datengin. Penasaran kan? Engga? Well we dont care baby, kita bakal tetep kasih kalian rekomendasi travel spotsnya~
Taman laut yang berlokasi di Desa Tobotobo, Loloda Halmahera Utara ini menawarkan keindahan bawah laut Halut yang masih terjaga kelestariannya.

Menyuguhkan keanekaragaman biota laut seperti terumbu karang, ikan dan rumput laut, hingga berbagai jenis moluska mampu menyajikan pertunjukan rekreasi mata yang apik untuk disaksikan. Selain berwisata laut, para visitor pun dapat menikmati atraksi kelelawar-kelelawar yang hidup di pepohonan bakau seputaran area taman laut.
Pantai pasir pink tak hanya bisa kamu temukan di Pulau Komodo, tapi juga di kawasan Kepulauan Nias. Tepatnya di Pantai Gawu Soyo yang terletak di desa Ombolota, Kabupaten Nias Utara, kamu bisa menikmati alternatif wisata pantai berpasir pink di Pulau Sumatera.

Destinasi tempat wisata di Kepulauan Nias satu ini tergolong masih asri dan belum banyak fasilitas wisata karena belum terlalu terkenal. Konon menurut penduduk sekitar, pasir berwarna pink tersebut berasal dari pertumpahan darah di pantai di zaman dulu. Berkunjung ke sini, kamu juga bisa menjelajah kehidupan bawah air lautnya yang indah.
Curug Leuwi Hejo terkenal dengan airnya yang jernih kebiruan. Lokasinya pun hanya berjarak 10 kilometer dari pusat Kota Bogor. Namun, jika ingin pergi ke curug ini sebaiknya jangan menggunakan kendaraan roda 4 karena jalanan yang agak rusak dan banyak tanjakan curam.
Saat memasuki kawasan Taman Nasional Komodo, kamu bisa menemukan pantai yang sangat unik. Biasanya, hamparan pasir pantai berwarna putih atau hitam. Anehnya, pantai ini punya hamparan pasir yang berwarna merah muda. Warnanya mencolok banget, apalagi saat terkena sinar matahari. 

Pantai ini terletak di Taman Nasional Komodo, Jl. Kasimo, Kec. Labuan Bajo, Kab. Manggarai Barat, NTT.
Danau Kelimutu yang dikenal sebagai "Danau Tiga Warna" ini berada di Taman Nasional Kelimutu. Disebut sebagai "Danau Tiga Warna", karena sering berubah-ubah warnanya jadi merah dan cokelat tua.

Kamu bisa menikmati keindahan danau ini, setelah mendaki Gunung Kelimutu yang berada di ketinggian 1631 meter di atas permukaan laut. 

Destinasi wisata satu ini berlokasi di Kec. Detusoko, Kab. Ende, NTT.
Sekian beberapa rekomendasi wisata dari kita berdua. Sebenernya masih banyak banget cuma ya segini dulu aja ya. Boleh komen dong rencana liburan kamu mau ngapain. Oke sekarang saya mau malmingan dulu sama pacar, Raion juga mau bobo katanya. Dadah! See you!
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
#STORYCCRomance, Slice of life, Drama, Comedy
Continuation of t.iss.one/VOGELFLEIOFC/2190
cr: @VOGELFLEIOFC
.
.
Ini jahat. Tapi Lendra adalah tuna netra, jadi kalau dia hanya berjalan biasa dan melewatinya, dia tidak akan menyadari kalau dia lewat kan? Tentu, harusnya begitu.

Hala benar-benar hendak berjalan melewati Lendra, sampai sapaan lelaki itu memutus niatnya untuk berjalan lurus.

"Hala? Rumahnya lewat sini?" Tanya Lendra sembari mengubah arah hadapnya, menghadap Hala.
Yang ditanya hanya tersenyum kikuk, dan mengiyakan pertanyaan Lendra.

"Teman barunya Lendra ya?" Suara pria dewasa menyela pembicaraan kedua anak beda gender itu.

"Oh, iya, Pa. Ini Hala. Barusan bertemu di dekat rumah kosong," Lendra menjawab pertanyaan pria itu, "dan Hala, ini Papa Tara. Papa kami, pemilik panti." Sambung Lendra, memperkenalkan Papanya.

Hala, yang diperkenalkan hanya bisa memasang senyum kikuknya dan mengangguk pelan. Dia ingin pergi dari situ, namun dia harus berpamitan dulu pada pria yang Lendra panggil 'Pa' tadi. Sayangnya, Lendra malah melanjutkan pembicaraannya tadi.
Hala ingin berpamitan, tapi sungkan untuk memotong pembicaraan mereka lagi.

Entah untung atau sial, tapi pembicaraan mereka terhenti dan disusul dengan pertanyaan Om Tara, "Hala mau mampir? Kamu bisa ganti baju dan makan bersama, pakaian kalian basah, pasti dingin."

"E-eh... ga usah Om, udah mau malem. Hala mending langsung pulang aja." Tolak Hala dengan halus.

"Justru karena hampir malam, nanti kamu kedinginan." Sahut Lendra, mendukung ajakan Om Tara.
Om Lendra juga hanya mengangguk menanggapi kalimat anak lelakinya.

Terpaksa, Hala masuk ke bangunan panti asuhan yang cukup besar itu. Sepertinya penghuninya banyak.
Diam-diam Hala bersyukur, karena dia tidak langsung pulang dan bertemu Ibu tirinya.
Tapi Hala juga takut, bagaimana jika Ayahnya kembali dan mencarinya. Takut juga jika nanti saat dia pulang Ibu tirinya memarahi, dan menghukumnya.
Sibuk bergelut dengan pikirannya, Hala tidak sadar jika dia sudah masuk ke rumah panti itu. Dia akan terus terjebak di pikirannya jika Lendra tidak memanggilnya.

"Hala, ayo ku antar ke kamar Kak Risma." Ajakan itu diterima Hala tanpa banyak bicara.

Rumah panti itu terdiri dari 2 lantai, dan lantai pertama cukup luas untuk ruang tengah, dapur, ruang makan, ruang tamu, kamar mandi, dan beberapa kamar tidur. Dan kamar Kak Risma, orang yang disebutkan Lendra tadi berada di lantai bawah.

Suara ketukan pintu ditimbulkan oleh tangan Lendra. Tidak lama, pintu itu terbuka dan menampilkan gadis remaja yang manis.

"Kak, Lendra bawa teman. Hala namanya, dia mau numpang ganti baju, sekalian pinjam baju Kakak. Boleh, kan?" Lendra langsung mengatakan perlunya pada Kak Risma.

Yang lebih tua mengangguk, dan mengiyakan. Kak Risma itu kalem, anggun juga, definisi sempurna di mata Hala.

"Ayo masuk, ku ambilkan bajuku yang sudah kekecilan aja gapapa kan?" Tanya Kak Risma pada Hala sambil mencari baju lamanya.
Hala mengiyakan saja, toh yang penting dia tidak terlalu kedinginan.

"Nanti kalau mau, bajuku kamu bawa aja. Lagian ini baju udah kekecilan, jadi ga bakal ku pake lagi." Setelah melanjutkan kalimatnya, Kak Risma menyodorkan baju lamanya. 'Itu baju lama? Masih bagus banget' Hala membatin.

"I-iya, makasih Kak. Ini... aku bisa ganti baju dimana?" Tidak mungkin kan kalau Hala ganti baju di kamar gadis itu, apalagi masih ada pemiliknya pula.

Kak Risma hanya terkekeh pelan, melihat Hala yang tampak canggung berada di dekatnya.

"Ganti di sini aja, aku mau keluar, tata meja makan. Santai aja ya kalau sama aku." Ucapan Kak Risma cukup membuat rasa canggung Hala agak reda. Dia pikir Kak Risma akan galak, karena wajahnya tadi terkesan galak bagi Hala.

Setelah Kak Risma meninggalkan kamarnya, Hala bergegas mengganti bajunya, dan melipat baju basahnya untuk dibawa pulang. Dia harus segera pulang setelah ini, lagi pula Kak Risma memperbolehkannya memiliki baju yang dipakainya saat ini.
*visualisasi baju yang diberikan Kak Risma pada Hala
Selesai berganti baju, dan membereskan baju basahnya, Hala keluar kamar dan segera mencari Om Tara, atau setidaknya Lendra. Hala harus berpamitan, dan segera pulang.

Untungnya, Hala langsung menangkap kehadiran Lendra dan Om Tara di ruang tamu. Lendra sudah mengganti bajunya, dan mereka tampak sedang mengobrol ringan.

"Permisi, maaf Om. Hala harus pulang sekarang. Takut dicari Papa." Hala kembali menginterupsi pembicaraan mereka.

Om Tara yang paham langsung mengangguk, mengiyakan.

"Lendra, bilang ke adik-adikmu untuk langsung makan malam saja. Papa mau antar Hala pulang dulu." Setelah Om Tara berpamitan, Hala juga ikut berpamitan pada Lendra.

Singkatnya, sekarang Hala sudah di mobil bersama Om Lendra, dan sedang dalam perjalanan pulang kerumah.

Hala tau ini merepotkan, tapi tadi saat di depan pintu panti, Hala sudah menolak tumpangangan itu. Om Tara, yang ditolak tetap keukeuh untuk mengantar Hala, dengan alasan sudah malam, dan tadi dia sudah terlanjur pamit pada Lendra mau mengantanya.

Saat perjalanan, di setiap jalan bercabang Om Tara akan menanyakan harus belok kemana untuk menuju ke rumah Hala. Dan setelah beberapa belokan, mereka sampai di depan rumah Hala.

Hala baru menyadari sesuatu, ternyata sejauh itu dia melarikan diri tadi.

Dan satu lagi yang baru Hala sadari, garasi rumahnya terbuka, dan mobil Ayahnya tidak ada di sana.
Firasat Hala buruk, sangat buruk. Ayahnya pergi, dan pasti hanya ada Ibu tirinya di rumah.

Hala takut, tapi dia harus tetap turun dan membiarkan Om Tara pergi. Apapun yang akan terjadi padanya, itu urusan nanti.

"Ayo, Hala. Kita turun, sekalian Om mau kenalan dengan orang tua kamu. Biar mereka tidak berprasangka buruk." Tanpa disadari Hala, Om Tara sudah turun dan membukakan pintu mobil untuknya.

Otak Hala memaksanya menyuruh Om Tara untuk langsung pulang saja, tapi hati Hala merasa takut. Takut jika Ibu tirinya melakukan hal menyakitkan padanya.

Hala memutuskan untuk keluar dari mobil, dan tidak menyuruh Om Tara pulang dulu.

Om Tara mulai mengetuk pintu rumahnya, tidak lama Ibu tirinya langsung membukakan pintu sambil berteriak menyumpah serapahi Hala.

"Anak sialan, buat apa pulang —"

to be continued