PRODUCE SCHOOL
57 subscribers
416 photos
7 videos
100 links
ㅤㅤㅤ welcome to 프로듀스학교🏫!

❝ we’re not only student with a talent,
but also with attitude !¡ ❞
──────────────────────

☎️ CONTACT ∷
@PDCSCHOOLOFCBOT

☎️ PARTNERSHIP ∷
@MPSPDC_BOT
@PDCSCHOOLPS (CLOSE)

Since,
11—O3—2O2O
Download Telegram
Nah kalian tau gak sih, kalau Dyslexia itu ada beberapa cara mencegahnya, yaitu sebagai berikut
1.Mencegah Dyslexia secara total adalah hal yang hampir tidak bisa dilakukan. Namun tentunya, dengan diagnosis dini dan penanganan yang tepat, orangtua bisa meminimalisasi risiko kesulitan belajar dan perkembangan anak.
2.Menghindari celaan jika anak melakukan kesalahan saat membaca agar anak dapat memiliki kepercayaan diri.
3.Memperbanyak waktu membaca di rumah dan Membacakan buku untuk anak-anak.
Jadi Dyslexia ini juga ada metode penyembuhannya loh, yang pertama perawatannya itu dapat melalui terapi, intervensi pendidikan perorangan, rehabilitasi, terapi kerja, dan konseling psikologis.

Tetapi ada juga beberapa metode penyembuhan lainnya, yaitu:
Yang pertama ada Metode Multisensori.

Metode ini mendayagunakan kemampuan visual atau kemampuan penglihatan siswa, auditori atau kemampuan pendengaran, kinestetik atau kesadaran pada gerak dan juga taktil atau perabaan pada siswa. Untuk praktiknya, siswa diminta menuliskan huruf-huruf di udara dan di lantai, membentuk huruf dengan lilin (plastisin), atau dengan menuliskannya besar-besar di lembaran kertas.

Cara ini dilakukan untuk memungkinkan terjadinya asosiasi antara pendengaran, penglihatan dan sentuhan.
Selanjutnya, yang kedua ada Metode Fonik (Bunyi)

Metode yang memanfaatkan kamampuan visual dan auditori anak dengan cara menamai huruf sesuai dengan bunyi bacaannya. Contoh, huruf B yang dibunyikan eb, huruf C dibunyikan ec, dan lain sebagainya.
Yang ketiga, ada Metode Linguistik.

Metode yang mengajarkan siswa disleksia mengenal kata secara utuh. Metode ini menekankan pada kata-kata yang mirip. Dengan adanya penekanan, diharapkan bisa membuat siswa mampu menyimpulkan sendiri pola hubungan antara huruf dan juga bunyinya.
Yang keempat, ada Metode Fernald.

Metode ini menggunakan materi bacaan yang dipilih dari kata-kata yang diucapkan oleh siswa, dan setiap kata diajarkan secara utuh. Ada empat tahapan dalam metode ini. Pertama, guru menulis kata yang hendak dipelajari di atas kertas dengan krayon. Selanjutnya, siswa akan menelusuri tulisan tersebut dengan jarinya (tactile and kinesthetic). Ketika menelusuri tulisan tersebut, siswa melihat tulisan, dan mengucapkannya dengan keras.
Proses semacam ini dilakukan secara berulang sehingga siswa dapat menulis kata tersebut dengan benar tanpa melihat contoh. Apabila siswa sudah berhasil menulis dan membaca dengan benar, bahan bacaan tersebut disimpan.
Di tahap kedua, siswa mempelajari tulisan guru dengan melihat cara guru menulis, sambil mengucapkannya. Pada tahapan ketiga, siswa mulai mempelajari kata-kata baru dengan melihat tulisan pada papan tulis atau tulisan cetak. Lalu, dilanjutkan dengan mengucapkan kata tersebut sebelum menuliskannya.
Di tahapan ini siswa mulai membaca tulisan dari buku. Pada tahap terakhir, siswa mampu mengingat kata-kata yang dicetak atau bagian dari kata yang sudah dipelajari.
Dan metode yang terakhir adalah Metode Gillingham.

Metode ini memerlukan lima jam pelajaran selama kurun waktu dua tahun. Aktivitas pertama diarahkan pada belajar berbagai bunyi huruf serta perpaduan huruf-huruf tersebut. Siswa akan menjiplak untuk mempelajari berbagai huruf. Dari bunyi-bunyi tunggal huruf, selanjutnya dikombinasikan ke dalam kelompok-kelompok yang lebih besar dan kemudian program fonik diselesaikan.
Nah dari pengertian sampai metode penyembuhan sudah. Tapi udah tau belum nih, Mitos dan Fakta mengenai penyakit ini? karena banyak orang ketika baca pengertiannya, jadi langsung nyimpulin kalo dia pengidap penyakit Dyslexia. Ngga seperti itu ya.

Jadi sekarang kita masuk ke pembahasan Mitos dan Fakta menarik seputar Dyslexia.
"Anak kecil yang membaca dan menulis huruf terbalik mengidap Dyslexia."

Faktanya, anak kecil memang suka membalikkan huruf ketika belajar membaca dan menulis. Tidak heran kalo kadang mereka suka membalikkan huruf "b" menjadi "d" dan huruf "p" menjadi "q". Namun, perlu adanya pengawasan dan evaluasi jika ini terjadi saat anak menginjak usia dua sampai delapan tahun.
"Dyslexia disebabkan oleh masalah penglihatan." 

Anak-anak dengan Dyslexia cenderung tidak memiliki masalah pada penglihatan. Perlu ditekankan lagi bahwa Dyslexia adalah perbedaan fungsi otak, artinya kondisi neurologis yang memengaruhi cara otak menerima, memproses, dan merespon bahasa.

Maka dari itu, penggunaan alat bantu penglihatan seperti kacamata tidak akan membantu anak dengan Dyslexia dalam membaca, kecuali ini terjadi secara bersamaan.
"Anak dengan Dyslexia itu malas dan memiliki kecerdasan yang rendah."

Faktanya, dalam banyak kasus mereka memiliki motivasi belajar yang cukup besar karena dituntut untuk bekerja lebih keras. Dan untuk kecerdasan anak Dyslexia mungkin berbeda. Kerena Dyslexia hanya mempengaruhi bagian tertentu dari otak.

Sebagai contoh, bisa saja pengalaman membaca mereka sangat buruk. Namun, di sisi lain mereka menonjol dalam bidang visual-spasial, penalaran, keterampilan matematika, dan lainnya. 
Jika kalian telaah lagi lebih dalam, banyak tokoh tokoh hebat yang membuktikan kalo Dyslexia juga bisa sukses. Seperti si jenius Albert Einstein, Bapak revolusi digital Steve Jobs atau pendiri Apple, Penulis Dav Pilkey dan Tom Cruise yang seorang aktor membuktikan bahwa dengan Dyslexia mereka bisa sukses dalam kehidupannya.
"Dyslexia bisa sembuh dengan sendirinya." 

Dyslexia tidak bisa sembuh dengan sendirinya, karena Dyslexia adalah kondisi yang akan dialami seumur hidup. Lalu apakah bisa sembuh? Bisa. Dengan kita mengubah kelemahan itu menjadi kekuatan mereka.

Misalnya, orang dengan Dyslexia butuh bimbingan khusus. Seperti dari metode pembelajarannya. Dengan itu, penderita Dyslexia menjadikan gaya pembelajarannya sebagai kekuatan dalam belajar maupun bekerja. 
Dengan mengetahui Mitos atau Fakta tersebut, diharapkan semoga kita tidak memandang sebelah mata kondisi anak anak Dyslexia ya.
Alright that's all from us about Dyslexia! Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita. Saya bersama rekan-rekan saya pamit undur diri. Maaf jika ada kesalahan kata. Terimakasih bagi yang sudah bertanya dan mengikuti bahasan kami hingga akhir. Selamat malam, dan jaga kesehatannya ya!