PRODUCE SCHOOL
57 subscribers
416 photos
7 videos
100 links
ㅤㅤㅤ welcome to 프로듀스학교🏫!

❝ we’re not only student with a talent,
but also with attitude !¡ ❞
──────────────────────

☎️ CONTACT ∷
@PDCSCHOOLOFCBOT

☎️ PARTNERSHIP ∷
@MPSPDC_BOT
@PDCSCHOOLPS (CLOSE)

Since,
11—O3—2O2O
Download Telegram
Ya sebelum kita mulai pembahasannya, yang punya pertanyaan tentang dyslexia boleh kirim ke @ADMPDC_BOT ya. We'll answers it later, nanti kita pick beberapa.
Sekarang ini Dyslexia lagi banyak dibicarain, karena banyak yang penasaran tentang Dyslexia kita akan bahas pada malam hari ini. Pertama dan yang utama, apa sih Dyslexia itu?
Jadi Dyslexia atau yang biasa dikenal dalam bahasa indonesianya Disleksia adalah gangguan dalam proses belajar yang ditandai dengan kesulitan membaca karena masalah dalam mengidentifikasi suara dan mempelajari bagaimana hubungannya dengan huruf dan kata. Dyslexia terjadi pada anak-anak dengan penglihatan dan intelektual normal.
Dyslexia dapat dipicu oleh beberapa faktor, seperti kelahiran prematur, paparan nikotin dan alkohol selama dalam kandungan, hingga riwayat kondisi yang serupa dalam keluarga. Selain itu, kesulitan membaca dapat dipengaruhi juga oleh kondisi otak yang tidak mampu memproses bahasa dan pusat penalaran visual.
Meskipun individu dengan disleksia kesulitan dalam belajar, penyakit ini ternyata tidak mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang loh.
Dyslexia juga mempunyai tanda-tanda yang bisa kita ketahui dan itu tidak jauh dari kehidupan sehari-hari. Langsung kita cek, ini dia!
Penderita Dyslexia umumnya mengalami perkembangan bicara yang lebih lambat dibanding anak-anak seusianya. Jadi mereka sulit untuk berbicara, karena terhalang sama si Dyslexia ini.

Mereka juga kalau berbicara sering terbolak-balik menyebutkan sebuah kata. Lebih kelihatan kaya orang linglung sih ya.
Mereka kesukitan untuk memilih kata yang tepat dan agar maksudnya tersampaikan mereka cenderung sulit menyusun kata dengan benar.
Lalu kurang memahami kata-kata berima, contohnya “putri menari sendiri” atau "Ari berlari di pantai" juga umumnya mempunyai gangguan berbicara, sakit kepala atau terlambat membaca.
Dan pada remaja atau orang dewasa juga gejalanya menyerupai gejala pada anak. Diantaranya kesulitan membaca, termasuk membaca dengan keras dan lantang.
Mereka cenderung membaca dan menulis dengan lambat, lalu kesulitan mengeja kata bahkan nama mereka sendiri.
Si penderita Dyslexia ini biasanya selalu menghindari aktivitas yang melibatkan membaca. Lalu membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan tugas yang melibatkan membaca atau menulis.
Dan terakhir, mereka lebih lambat untuk menghafal dan mempelajari kosa kata baru.
Nah kalian tau gak sih, kalau Dyslexia itu ada beberapa cara mencegahnya, yaitu sebagai berikut
1.Mencegah Dyslexia secara total adalah hal yang hampir tidak bisa dilakukan. Namun tentunya, dengan diagnosis dini dan penanganan yang tepat, orangtua bisa meminimalisasi risiko kesulitan belajar dan perkembangan anak.
2.Menghindari celaan jika anak melakukan kesalahan saat membaca agar anak dapat memiliki kepercayaan diri.
3.Memperbanyak waktu membaca di rumah dan Membacakan buku untuk anak-anak.
Jadi Dyslexia ini juga ada metode penyembuhannya loh, yang pertama perawatannya itu dapat melalui terapi, intervensi pendidikan perorangan, rehabilitasi, terapi kerja, dan konseling psikologis.

Tetapi ada juga beberapa metode penyembuhan lainnya, yaitu:
Yang pertama ada Metode Multisensori.

Metode ini mendayagunakan kemampuan visual atau kemampuan penglihatan siswa, auditori atau kemampuan pendengaran, kinestetik atau kesadaran pada gerak dan juga taktil atau perabaan pada siswa. Untuk praktiknya, siswa diminta menuliskan huruf-huruf di udara dan di lantai, membentuk huruf dengan lilin (plastisin), atau dengan menuliskannya besar-besar di lembaran kertas.

Cara ini dilakukan untuk memungkinkan terjadinya asosiasi antara pendengaran, penglihatan dan sentuhan.
Selanjutnya, yang kedua ada Metode Fonik (Bunyi)

Metode yang memanfaatkan kamampuan visual dan auditori anak dengan cara menamai huruf sesuai dengan bunyi bacaannya. Contoh, huruf B yang dibunyikan eb, huruf C dibunyikan ec, dan lain sebagainya.
Yang ketiga, ada Metode Linguistik.

Metode yang mengajarkan siswa disleksia mengenal kata secara utuh. Metode ini menekankan pada kata-kata yang mirip. Dengan adanya penekanan, diharapkan bisa membuat siswa mampu menyimpulkan sendiri pola hubungan antara huruf dan juga bunyinya.