PRODUCE SCHOOL
56 subscribers
416 photos
7 videos
100 links
ㅤㅤㅤ welcome to 프로듀스학교🏫!

❝ we’re not only student with a talent,
but also with attitude !¡ ❞
──────────────────────

☎️ CONTACT ∷
@PDCSCHOOLOFCBOT

☎️ PARTNERSHIP ∷
@MPSPDC_BOT
@PDCSCHOOLPS (CLOSE)

Since,
11—O3—2O2O
Download Telegram
Forwarded from [B] ℋ⁴ |  Agatha prd`tzm`wcn`p𝚒d
Kita bersekolah agar kita menjadi pintar dan berkarakter. Kita belajar banyak hal di sekolah. Kita di sekolah juga belajar untuk menemukan jati diri kita sendiri. Kita memiliki sifat baik dan sifat buruk. Tidak selamanya, siswa yang lalai akan menjadi lalai, dengan bantuan pihak sekolah, dengan bantuan teman2nya, siswa tersebut dapat berubah sedikit demi sedikit menjadi baik. Let the time heal you. Tidak ada yang instan. Semuanya butuh proses. Begitu juga dengan berkarakter baik. Dan sikap Saling mengingatkan itu perlu.
Forwarded from Yaa.
Tapi hal itu lah yang harus di perbaiki, jika banyak yang tetap tak mematuhi tata tertib, hal itu dapat menghambat terbentuknya karakter yang baik.
Forwarded from [ 𝐀 ]  💭≀ ،ˑꐑ⑅ꐑ ▹ αchꪱᥙᩛꪫ ddᧉ mꪫꪱrα , cté¹ⁿᵏ𖣴⵿⃜᥉ᥕᥴgārd ₊˚๑
Kita harus mematuhi tata tertib di Sekolah agar kita bisa mengikuti kegiatan belajar sekolah dengan lebih menyenangkan dan disiplin. Selain itu , tata tertib di Sekolah akan menciptakan suasana nyaman , kondusif , aman dan tertib di sekolah sehingga membuat semuanya berjalan lancar. Lagi pula tata tertib memang harus dilaksanakan oleh siswa/i agar ber attitude yang baik , everything starts with small things and then leads to bigger things
Forwarded from [A]  ɑshillɑ dsyseoɑegixnyxsnū
Ada sosok yang memiliki karakter Rajin, namun cenderung pendiam, ada karakter cuek namun setia dan masih banyak lagi. Dan untuk membentuk sebuah karakter maka diperlukan kebiasaan dan melatih diri sendiri untuk membangunnya, dan jika dia ga niat, buat apa ? mau di bantu segimana pun tapi dari dia sendiri tidak mau ya tidak akan berhasil.
Forwarded from Deleted Account
Menurut saya untuk peraturan tata tertib tidak semuanya harus dipatuhi, karna sedikitnya ada petaturan sekolah yang sangat memberatkan siswanya karna terlalu berlebihan juga, untuk membuat karakter yang baik bukan dari lingkungan sekolah tapi dari lingkungan keluarga
Forwarded from [A]  dr. Rezvan , aegixseosnūmutgmmshteam
Semua nya kembali dengan kata toleransi , semua nya memang perlu proses tidak bisa instan , orang tua menyekolahkan anak nya untuk menjadi pintar dan berkarakter , tapi tidak semua anak dapat paham apa itu karakter , tidak semua anak paham apa itu tata tertib . satu contoh anak yang ketauan merokok , dipanggil ke ruang bk untuk di beri sangsi serta teguran , memang saat itu dia sudah menyesal , tapi tidak menutup kemungkinan beberapa hari kemudian dia mengulangi nya lagi .
Forwarded from [A]alvano'ᵈⁱᵒᵛᵃᵏᵉᶻ
kita sbgai orang yang mengajar dia ke jalan yang baik,harus mengajar dgn baik entah itu dia niat atau engga tujuan kita baik,tidak ada peraturan yang berlebihan hanya siswa yang malas untuk mematuhi peraturan tersebut
Forwarded from [A]  ɑshillɑ dsyseoɑegixnyxsnū
Pembentukan karakter itu membutuhkan niat dari orang tersebut, tapi jika dia ragu atau tidak mau dan tidak niat, apakah berhasil ? walau kita juga membantu pembentukan karakter tsb
Forwarded from Yaa.
Mematuhi tata tertib pun salah satu cara untuk membentuk karakter yang baik, karena seorang murid disekolah kan untuk menjadi yang lebih baik, termasuk dalam bidang karakter nya
Forwarded from [A]  ɑshillɑ dsyseoɑegixnyxsnū
Memang benar jika kita membantu dan menuntun dengan baik, tapi balik lagi butuh niat dan dia juga harus paham apa artinya karakter, dan jika kita menuntunnya dengan cara di bentak, di paksa, apakah dia berubah?
Forwarded from [B] ℋ⁴ |  Agatha prd`tzm`wcn`p𝚒d
Jangan pernah menyerah untuk berbuat baik. Tidak ada hasil buruk dari sebuah niat baik. Kita jangan individualis, harus mengajak orang lain untuk sama2 berproses. Kalau dia memang tidak niat, maka kita bangun niat itu. Susah memang. Maka perlu adanya edukasi menjadi manusia berbudaya. Terbuka pemikirannya, welcome dan tidak keras kepala. Jangan hidup individualis.
Forwarded from [A]  dr. Rezvan , aegixseosnūmutgmmshteam
Memang seperti itu kodratnya , tapi saya izin menyanggah , kembali lagi dengan kata" saya tadi semua itu tergantung kata toleransi , tergantung sifat dan dabiat anak itu sendiri , dia mampu memahami tata tertib serta nasehat orang dengan baik atau malah sebaliknya , tidak bisa dipaksa , semua nya berdasarkan diri mereka sendiri mau berubah atau tetap sama
Forwarded from [A]alvano'ᵈⁱᵒᵛᵃᵏᵉᶻ
banyak contoh anak yang dulunya tidak ingin mematuhi peraturan dan sikap dia yang buruk sekarang menjadi orang yang sikapnya paling baik dan mematuhi peraturan itu semua berkat ajaran orang terdekat dan orang orang yang berniat mengubah dia menjadi lebih baik,itu tergantung kita mau menyerah saat mengajar dia atau tetap lanjut sampai dia mempunyai sikap yang bagus
Forwarded from [A]  ɑshillɑ dsyseoɑegixnyxsnū
Yang di maksud saya disini bukan individualis, tapi apakah orang tsb yang kita bantu untuk pembentukan karakter itu niat atau tidak? Se capek dan se berjuang kita membantu dia tapi dia tidak niat apa itu akan membuat karakter dia berubah menjadi baik ? tidak menutup kemungkinan kan ?
Forwarded from [A]Ezra Kievᵐˣˢ手
Kami merasa bahwa tim kontra tidak konsisten dengan jawaban yang diberikan. Tidak sesuai dengan mosi yang ada. Kami pikir kita sependapat mengenai mosi tersebut. Tolong dibaca dengan baik agar jawaban yang ada tidak keluar jalur.
Forwarded from Yaa.
Benar, memang sebuah perubahan membutuhkan niat, tapi bukankah sebuah perubahan yang baik memang harus dilakukan? Dan apakah semua sekolah seperti itu? Membentak dan memaksa?
Forwarded from Deleted Account
kembali, hanya bagaimana cara pengolahan peraturannya? bagaimana cara guru menegurnya? sekarang cukup banyak guru yang tidak peduli akan anak yang dikata 'nakal' kebenarannya anak itu hanya butuh bimbingan, kenapa tidak membimbing untuk mematuhi peraturan? sedikitnya harus ada niat dari anak itu sendiri
Kesimpulan akhir masing - masing PASLON
PASLON NO 1 DAN PASLON NO 3

Saya setuju dengan hal itu, waktu itu paling utama, kita belajar di sekolah dan kita mengikuti organisasi, dan pasti kita harus membagi waktu agar semuanya tetap berjalan dengan lancar, kewajiban belajar kita terlaksana dan tanggung jawab kita di organisasi juga terlaksana.
PASLON NO 2 DAN PASLON NO 4

Kami tidak setuju dengan mosi yang dipaparkan. Percuma ada manajemen waktu, tetapi niat untuk melakukan kegiatan itu tidak ada. Kalian merencanakan akan melakukan ini dan itu, tetapi ketika waktunya tiba, kalian hanya santai2 saja, apa akan selesai? Di sini dibutuhkan kesadaran akan betapa pentingnya tanggung jawab itu. Jangan cuma manajemen waktu. Action diperlukan. Percuma membagi waktu jika no action hanya bermalas2an.
Forwarded from PRODUCE SCHOOL
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM