[ Memories ] VOCAL LINE DOMINATION
56 subscribers
37 photos
13 videos
2 files
7 links
┊ ╭‌──────
┊ ╰┈─➤ ❝ VOCAL LINE❞
┊ DOMINATION
╰───────────────────╯
LIST CHANNEL :

OFFICIAL : @OFCVOCALDOM
POSTER : @OFCRAPDOM

LIST BOT :
OFC : @OFCVOCALDOM_BOT
MPPS : @Mppsrpdm_bot
MENFESS : @Mnfssrpdm_bo
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
/berjalan memasuki room podcast ; duduk dikursi yang telah disediakan ; nyalakan camera ; mulai berbicara/

heyyo watsap broowww, ada si manusya tampan di ruangan podcast Dominations.

sebelum lanjut ke materinya, marilah kita perkenalan dulu. ga kenal maka tak sayang, suda sayang terkena prenjon bukan begitu bestiee. saya zion eleuther george, bisa dipanggil zion dan zizi.

baik karna sudah berkenalan mari kita langsung ke materi podcast hari  ini.

/tersenyum ke arah kamera ; mencari file/
nah tau kan apa pembahasan kali ini.

siapa disini yang kalau sejak kecil sering dinyanyiin lagu nina bobo sama orang tua kalian.
siapa sangka lagu yang bisa menenangkan kita saat bobo itu ada kisah horor dibaliknya.
pasti sudah tidak sabar kan atas ceritanya.

/tersenyum ke arah camera ; melanjutkan mencari file/
INI DIA CERITA MISTERI DIBALIK LAGU NINA BOBO

Salah satu yang menjadi budaya di masyarakat kita adalah menyanyikan lagu 'Nina Bobo' sebelum anak tidur. Dengan maksud, si anak tidurnya nyenyak karena lagu ini terdengar lembut dan sangat menenangkan.

Liriknya yang sederhana pun menjadi alasan lagu ini mudah dilantunkan dan dianggap terbukti bisa membuat Anda rindu momen di-Nina Bobo-in orangtua Anda. Begini liriknya, "Nina Bobo... Oh... Nina Bobo... Kalau tidak bobo, digigit nyamuk".

Sepenggal lirik lagu itu ternyata menyimpan banyak rahasia, tak terkecuali kisah mistis di belakangnya. Kepercayaan ini bukan isapan jempol dan Anda yang tak begitu percaya mesti mengubah pikiran mengenai hal tersebut. So, seperti apa kisah misteri di balik lagu 'Nina Bobo'?
Dikutip dari laman Mister Aladin, kisah mistis lagu “Nina Bobo” berasal dari cerita Helenina, seorang anak berdarah campuran Indonesia dan Belanda. Ibu Helenina, Mustika, adalah perempuan Indonesia, orang Jawa tepatnya. Dia berprofesi sebagai penari. Sedangkan ayahnya, Van Rodjnik berkewarganegaraan Belanda.

Helenina termasuk anak yang susah tidur. Sang ibu lantas putar otak untuk mencari cara agar sang anak tidak lagi menderita gangguan susah tidur. Akhirnya diputuskan bahwa sang ibu akan bersenandung untuk menidurkan anaknya.

Awalnya sang ibu hanya bersenandung asal, belum ada liriknya. Namun, sang ayah yang kemudian memberi ide untuk menggunakan lirik. Seperti apa liriknya?

Menurut beberapa sumber, liriknya, ya, seperti yang kalian dengar selama ini. "Nina bobo oh nina bobo. Kalau tidak bobo digigit nyamuk." Nina dalam lirik tersebut diambil dari sapaan akrab Helenina. Jadi, arti dari Nina bobo adalah Helenina tidur.

Rupanya, cara menyanyikan lagu 'Nina Bobo' itu ampuh. Helenina tidak lagi susah tidur. Namun, Helenina menjadi ketergantungan dengan lagu tersebut. Tiap kali mau tidur, dia harus mendengar lagu itu terlebih dahulu. Jika tidak, penyakit susah tidurnya kumat.
/tersenyum ke arah kamera ; mencari file ; lalu melanjutkannya/
Singkat cerita, kabar duka datang dari keluarga ini. Maut tidak memandang status dan usia. Helenina yang masih muda (berumur 6 tahun) meninggal. Dia meninggal karena menderita penyakit yang cukup parah. Kematian Helenina jadi awal kisah mistis lagu 'Nina Bobo' tersebut.

Pada suatu malam, Rodjnik, ayah Helenina, melihat sang istri, Mustika sedang menyanyikan lagu 'Nina Bobo'. Mustika melakukan itu karena dia merasa seakan-akan Helenia masih hidup dan memintanya untuk menyanyikan lagu pengantar tidurnya.
Hal ini dilakukan sepertinya karena Mustika sangat terpukul atas kematian puterinya tersebut. Dia belum bisa move on dan merasa dihantui Helenina. Mustika pun rutin menyanyikan 'Nina Bobo' meskipun sang anak sudah tiada.

Lambat laun, sang ayah juga ikut-ikutan menyanyikan 'Nina Bobo' setiap malam. Penyebabnya sama, sang ayah merasa mendengar suara anaknya yang meminta dia menyanyikan lagu pengantar tidur itu. Ngeri juga, ya, kalau tiap malam kita mendengar suara-suara dari orang yang sudah meninggal

Tapi, bukan hanya kisah Helenina yang meninggal di usia muda dan 'meminta' dinyanyikan setiap malam lagu 'Nina Bobo'. Sejatinya, ada banyak versi kisah misteri di balik lagu tersebut.

Masih dalam laman Mister Aladin, seperti cerita Nina Mijk ini. Di mana, Dikisahkan Nina ini adalah anak Indonesia dan secara mendadak dia bertingkah seperti seorang kesurupan. Ia menjerit, mengumpat, dan bergerak tidak terkontrol.
Itu berulang setiap malam. Supaya nggak makin menjadi, sang ibu terpaksa harus memasungnya. Sang ibu sebenarnya sedih melihat anaknya dipasung. Tapi, ini semua demi keselamatan anaknya.

Semenjak bertingkah seperti orang kesurupan, berat badan Nina menyusut dan wajahnya memucat. Ibunya makin sedih melihat kondisi itu.

Suatu malam, keajaiban itu terjadi. Nina berubah menjadi tenang. Tidak lagi menjerit. Tidak lagi bertingkah di luar kendali. Namun, ia menangis sesenggukan.

Dalam pelukan sang ibu, Nina minta dinyanyikan lagu pengantar tidur karena ia sudah amat sangat lelah. Sang ibu lantas menyanyikan 'Nina Bobo'. Nina pun tertidur.

Tapi, siapa sangka kalau momen itu menjadi momen terakhir ibunya bisa merasakan kebahagiaan Nina. Ya, Nina diketahui Tertidur untuk selamanya. Selepas sang ibu menyanyikan 'Nina Bobo', Nina meninggal dunia.


NB : GAMBAR HANYA ILUSTRASI
jadi itu tadi podcast yang saya sampaikan, semoga kalian bijak dalam memutar musik biar kalian tidak gundah dalam mendengarkan.

/melihat ke arah kamera ; melanjutkan berbicara/

byee all see you next time

/melambaikan tangan ke arah kamera ; tersenyum dan mematikan kamera/
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
©️
                                   暗号
              VOCAL LINE DOMINATION
                   [  BROADCAST VCDM ]

#ARTVCDM

                 Let's join our premiere
           get a lot of informative stuff
                     and more insight

             Exclusive on 28 Oktober, 2022
             at 19.00 WIB until finished 

        •   Moderator       : -
        •   Main topic       : Male Reproductive Hormones
        •   Special Guest : Antares Oxy Kuroba
                  

             
                   On channel
             @OFCVOCALDOM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Halo rpdm, selamat sore. Ketemu lagi dg gw oxy ganteng, gimana hari ini?, capek?, melengkapi week end, gw akan menemani dengan podcast mingguan vcdm.
Udara sedang galau, kadang hujan kadang panas, tetap jaga kondisi dimanapun kalian gentayangan makan sehat, vitamin tambahan jangan lupa.
Malam ini gw akan membahas hormon reproduksi pada laki-laki, hormon reproduksi terkait erat kesehatan reproduksi, kesuburan dan seksualitas. Hormon ini ada sejak kita masih dalam bentuk janin, tapi aktif saat pubertas. Apa saja hormon reproduksi yang gw maksud:
1. Follicle Stimulating Hormon (FSH)
Hormon ini diproduksi di otak tepatnya kelenjar pituitari, penting dalam perkembangan seksual, selain mempengaruhi bentuk fisik saat fase pubertas, pada perempuan hormon ini juga  penting dalam pembentukan sel telur di indung telur dan mengendalikan siklus menstruasi, ini sebabnya tiap perempuan punya siklus menstruasi yang berbeda. Sedangkan pada laki-laki hormon ini berfungsi produksi sperma (sperma ye, bukan semen) dan perkembangan organ kelamin sekunder.

2. Luteinizing  Hormone (LH)
Hormon ini diproduksi di tempat yang sama dengan FSH, mereka couple saling melengkapi. Pada perempuan hormon ini mempengaruhi kerja indung telur, pelepasan sel telur pada saat ovulasi, siklus menstruasi, dan tingkat kesuburan. Pada laki-laki hormon ini berfungsi merangsang produksi testosteron, dan mempengaruhi bentuk maupun jumlah sperma (kecebong virtual).
3. Testosteron
Hormon ini mewakili “maskulin” laki-laki, perempuan juga memiliki testosteron dengan kadar lebih kecil. Hormon ini meningkat saat pubertas dan mulai menurun pada usia 30 tahun. Pada laki-laki hormon ini berfungsi mengendalikan gairah seksual, produksi sperma, kepadatan tulang dan massa otot. Hormon ini juga mempengaruhi perubahan fisik dan mood pada laki-laki. Perempuan juga memiliki hormon testosteron meskipun kadarnya tak sebanyak laki-laki, fungsinya pada perempuan mengontrol mood, gairah seksual, menjaga tulang tetap kuat, meringankan nyeri dan menjaga kemampuan berfikir logis. Hormon ini selain berfungsi sebagai hormon reproduksi juga berfungsi sebagai hormon yang menjaga otot dan tulang.
4. Esterogen
Hormon ini dimiliki oleh laki-laki dan perempuan, meskipun lebih dikenal sebagai hormon “feminim” bersama progesteron hormon ini berfungsi penting dalam perkembangan seksual pubertas (misal perubahan bentuk pinggul, pembesaran payudara), hormon ini berfungsi menyiapkan rahim pada awal siklus mentruasi dan awal masa kehamilan, mengatur proses metabolisme tubuh, termasuk pertumbuhan tulang dan kadar kolesterol darah. Pada laki-laki hormon esterogen berfungsi dalam proses pematangan sperma. Satu lagi fungsi penting hormon esterogen manusia yaitu menjaga kelenturan pembuluh darah.

5. Progesteron
Hormon ini merupakan soul mate dari hormon esterogen, meskipun mereka soul mate dan memiliki fungsi yang hampir sama pada proses menstruasi pada perempuan, hormon progesteron lebih dominan dalam menjaga kehamilan dan perkembangan fetus (janin dalam kandungan saat kehamilan). Pada laki-laki hormon ini berfungsi untuk merangsang pembentukan hormon testosteron. Hormon esterogen dan progesteron pada manusia diproduksi di kelenjar adernal dan sel2 lemak, tapi pada perempuan hormon ini juga diproduksi di indung telur.
Gimana tambah wawasan kan?. Mau tau gimana kalau hormon maskulin pada laki-laki rendah dan lebih dominan hormon feminim?, Apa bisa terjadi?. Mau tau dampaknya?, silahkan lempar pertanyaan

Kami ucapkan terimakasih mau membaca podcast vcdm dan sampai jumpa di podcast kami selanjutnya, see you.

Referensi: https://www.researchgate.net/publication/13607151_Sex_hormones_and_the_brain, https://www.researchgate.net/publication/285762168_Sex_hormones_mood_and_cognition, https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/089543569290203Y, https://www.sciencedirect.com/topics/agricultural-and-biological-sciences/hormones
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM