3. Love Yourself
Love Yourself Artinya β berdamai dengan diri sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik tentu saja sangat baik untuk kesehatan mental seseorang, bahkan banyak dari mereka yang telah mencoba mencintai dirinya sendiri menjadi pribadi yang lebih tenang dan ceria daripada sebelumnya.
mencintai diri sendiri adalah sebuah cara untuk menenangkan mental seseorang yang sering merasa tidak percaya diri, kurang kasih sayang, dan putus asa karena sering dibanding-bandingkan dengan orang lain, tidak ada salahnya mencoba mencintai diri sendiri jika itu memang hal terbaik yang bisa dilakukan untuk menenangkan diri agar terhindar dari stres atau depresi yang tidak baik untuk mental seseorang.
note :: kalian indah dimata orang normal, jika mereka berkata buruk tentangmu anggap saja dia tidak normal, sebab Tuhan menciptakan manusia sebaik dan seindah mungkin, jadi jangan membenci apa yang telah ia ciptakan.
Love Yourself Artinya β berdamai dengan diri sendiri agar menjadi pribadi yang lebih baik tentu saja sangat baik untuk kesehatan mental seseorang, bahkan banyak dari mereka yang telah mencoba mencintai dirinya sendiri menjadi pribadi yang lebih tenang dan ceria daripada sebelumnya.
mencintai diri sendiri adalah sebuah cara untuk menenangkan mental seseorang yang sering merasa tidak percaya diri, kurang kasih sayang, dan putus asa karena sering dibanding-bandingkan dengan orang lain, tidak ada salahnya mencoba mencintai diri sendiri jika itu memang hal terbaik yang bisa dilakukan untuk menenangkan diri agar terhindar dari stres atau depresi yang tidak baik untuk mental seseorang.
note :: kalian indah dimata orang normal, jika mereka berkata buruk tentangmu anggap saja dia tidak normal, sebab Tuhan menciptakan manusia sebaik dan seindah mungkin, jadi jangan membenci apa yang telah ia ciptakan.
halo ramonies, gimana awal februari nya? semoga baik baik aja ya. kenalan dulu nih, gua briel dan dikonten kali ini gua ditemenin sama kinan. berhubung gua dan kinan atau pun kalian yang baca ini adalah muda mudi sedang dimabuk asmara, anjay, maka topik pembahasan pada #πππππππ malam ini gak jauh jauh dari percintaan, kayanya kalian semua udah penasaran nih, kiw kinan spill dong
oke brielπ sebelumnya, diantara kalian pasti pernah berada di fase lagi suka sama seseorang tapi bingung itu beneran rasa suka atau cuma sekedar penasaran aja? yaps malem ini aku dan briel bakal bahas gimana cara bedain rasa suka dan rasa penasaran, gak cuma dua itu aja loh, kami berdua juga bakal bahas perbedaan rasa tertarik, kagum, sayang, dan cinta. daripada lama lama, langsung aja kita bahas satu persatu, check it out !
πππππππππ
rasa penasaran adalah ketika kamu punya rasa ingin tahu kepada seseorang, tapi kamu gak ada usaha atau ngelakuin suatu hal buat mencari tahu tentang orang itu dan perasaan itu bisa cepet hilang ketika kamu melihat kekurangan orang tersebut. kamu cari dia cuma pas bosen aja dan gak konsisten sama sekali. analoginya ibarat kamu cuma mengagumi keindahan lautan dari daratan.
ππππππππ
rasa tertarik adalah dimana kamu ada aksi nyata untuk bener-bener mencari tahu tentang orang itu. menjaga komunikasi dan ada sifat pemaklum ketika sudah tau kekurangannya karena akibat rasa ketertarikan itu. juga terjadi komunikasi dua arah yang sifatnya ingin lebih mengenal dan dikenal. analoginya ibarat kamu mulai berenang tapi masih di permukaan laut, antara darat dan laut.
πππππ
rasa kagum adalah ketika kamu cenderung mengagumi sisi luarnya secara mendalam. tapi masih ada 2 kemungkinan nih yang bisa terjadi dari rasa kekaguman ini, yaitu bisa jadi bentuk benih cinta atau bisa jadi gampang pudar pas tau kekurangannya. analoginya ibarat kamu udah mulai snorkeling ke dalam laut pelan pelan ngeliat keindahan karang dan ikan ikan yang masih dipermukaan.
rasa penasaran adalah ketika kamu punya rasa ingin tahu kepada seseorang, tapi kamu gak ada usaha atau ngelakuin suatu hal buat mencari tahu tentang orang itu dan perasaan itu bisa cepet hilang ketika kamu melihat kekurangan orang tersebut. kamu cari dia cuma pas bosen aja dan gak konsisten sama sekali. analoginya ibarat kamu cuma mengagumi keindahan lautan dari daratan.
ππππππππ
rasa tertarik adalah dimana kamu ada aksi nyata untuk bener-bener mencari tahu tentang orang itu. menjaga komunikasi dan ada sifat pemaklum ketika sudah tau kekurangannya karena akibat rasa ketertarikan itu. juga terjadi komunikasi dua arah yang sifatnya ingin lebih mengenal dan dikenal. analoginya ibarat kamu mulai berenang tapi masih di permukaan laut, antara darat dan laut.
πππππ
rasa kagum adalah ketika kamu cenderung mengagumi sisi luarnya secara mendalam. tapi masih ada 2 kemungkinan nih yang bisa terjadi dari rasa kekaguman ini, yaitu bisa jadi bentuk benih cinta atau bisa jadi gampang pudar pas tau kekurangannya. analoginya ibarat kamu udah mulai snorkeling ke dalam laut pelan pelan ngeliat keindahan karang dan ikan ikan yang masih dipermukaan.
ππππ
rasa suka terjadi karena adanya intensitas yang dimiliki dan rasa ingin tau lebih. ditahap ini biasanya kamu cenderung mempunyai rasa ingin memiliki. analoginya ibarat udah snorkeling tapi lebih ke dalam lagi dan ngerasa cuma dari snorkeling itu kamu udah tau lautan itu seperti apa.
ππππππ
rasa sayang adalah tahapan ketika rasa suka udah terakumulasi dan memiliki keinginan untuk selalu bersama, selalu pengen ngehabisin waktu bareng, ketika menemukan kekurangannya cenderung pengen cari solusi untuk menutupi kekurangan itu dan menonjolkan kelebihannya. sebisa mungkin kamu akan berusaha jadi yang terbaik buat dia, dan kamu juga berharap dia jadi yang terbaik untuk kamu. analoginya ibarat kamu mulai menjaga dan merawat lautan supaya bersih agar kamu bisa menikmatinya.
πππππ
kalo udah ada ditahap rasa cinta, ini cuma 1 artinya yaitu pengorbanan. ditahap ini udah gak ada lagi yang namanya tuntutan tapi cuma pengharapan, gak nuntut balik atas perasaan yang kamu rasain juga terhadap orang itu untuk bisa merasakan hal yang sama, apalagi kepemilikan. analoginya ibarat kamu akan tetap membantu, merawat, dan melestarikan lautan karena kamu ingin menjaga tapi kamu ngerti kalo emang gak bisa dan yaudah kamu cuma nikmatin keindahannya.
rasa suka terjadi karena adanya intensitas yang dimiliki dan rasa ingin tau lebih. ditahap ini biasanya kamu cenderung mempunyai rasa ingin memiliki. analoginya ibarat udah snorkeling tapi lebih ke dalam lagi dan ngerasa cuma dari snorkeling itu kamu udah tau lautan itu seperti apa.
ππππππ
rasa sayang adalah tahapan ketika rasa suka udah terakumulasi dan memiliki keinginan untuk selalu bersama, selalu pengen ngehabisin waktu bareng, ketika menemukan kekurangannya cenderung pengen cari solusi untuk menutupi kekurangan itu dan menonjolkan kelebihannya. sebisa mungkin kamu akan berusaha jadi yang terbaik buat dia, dan kamu juga berharap dia jadi yang terbaik untuk kamu. analoginya ibarat kamu mulai menjaga dan merawat lautan supaya bersih agar kamu bisa menikmatinya.
πππππ
kalo udah ada ditahap rasa cinta, ini cuma 1 artinya yaitu pengorbanan. ditahap ini udah gak ada lagi yang namanya tuntutan tapi cuma pengharapan, gak nuntut balik atas perasaan yang kamu rasain juga terhadap orang itu untuk bisa merasakan hal yang sama, apalagi kepemilikan. analoginya ibarat kamu akan tetap membantu, merawat, dan melestarikan lautan karena kamu ingin menjaga tapi kamu ngerti kalo emang gak bisa dan yaudah kamu cuma nikmatin keindahannya.
γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€γ
€
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €
γ € γ €γ € π π π π π π π
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €
γ €γ €
γ € γ €γ € π π π π π π π