2. Pandemi Mengambil Alih Dunia
Episode "Marge in Chains" tahun 1993 dari serial The Simpsons menjadi terkenal karena memiliki banyak kesamaan dengan tahun 2020.
Dalam episode tersebut, wabah virus dari Jepang yang disebut "Flu Osaka" menyebar ke Springfield.
Sesampai di sana, kota berputar ke dalam kekacauan. Hibbert memberi tahu semua orang bahwa tidak ada obatnya dan apa pun yang dia berikan kepada mereka akan menjadi plasebo (karena flu adalah infeksi virus, jadi antibiotik tidak berfungsi untuk itu).
Putus asa, penduduk kota meminta plasebo. Seseorang dari kerumunan kemudian menemukan peti berisi "lebah pembunuh" dan memakannya, berharap bisa disembuhkan.
Episode ini dianggap sebagai prediksi yang jadi kenyataan untuk wabah virus corona tahun 2020.
Episode "Marge in Chains" tahun 1993 dari serial The Simpsons menjadi terkenal karena memiliki banyak kesamaan dengan tahun 2020.
Dalam episode tersebut, wabah virus dari Jepang yang disebut "Flu Osaka" menyebar ke Springfield.
Sesampai di sana, kota berputar ke dalam kekacauan. Hibbert memberi tahu semua orang bahwa tidak ada obatnya dan apa pun yang dia berikan kepada mereka akan menjadi plasebo (karena flu adalah infeksi virus, jadi antibiotik tidak berfungsi untuk itu).
Putus asa, penduduk kota meminta plasebo. Seseorang dari kerumunan kemudian menemukan peti berisi "lebah pembunuh" dan memakannya, berharap bisa disembuhkan.
Episode ini dianggap sebagai prediksi yang jadi kenyataan untuk wabah virus corona tahun 2020.
3. Penyebaran Virus Ebola
Beralih ke salah satu episode pada 1997. Istri Homer, Marge Simpson terlihat memegang sebuah buku atau brosur yang berjudul Curious George and the Ebola Virus. Kemudian, putra mereka, Bart menunjukkan sebuah gambar berwarna di mana dia meninggal dunia.
Tidak percaya? Memang untuk yang satu ini masih banyak diperdebatkan. Kalau itu tidak mungkin, bagaimana bisa ada tulisan virus ebolanya?
Beralih ke salah satu episode pada 1997. Istri Homer, Marge Simpson terlihat memegang sebuah buku atau brosur yang berjudul Curious George and the Ebola Virus. Kemudian, putra mereka, Bart menunjukkan sebuah gambar berwarna di mana dia meninggal dunia.
Tidak percaya? Memang untuk yang satu ini masih banyak diperdebatkan. Kalau itu tidak mungkin, bagaimana bisa ada tulisan virus ebolanya?
4. Prediksi Donald Trump sebagai Presiden baru Amerika Serikat
The Simpsons sudah memprediksi kemenangan Trump. Tidak percaya? Percayalah, karena pada 2000, tepatnya episode 17, "Bart to The Future", setting serial kartun ini dibawa ke tahun 2030.
Memang tak digambarkan bagaimana Trump terpilih sebagai Presiden, karena pada saat itu, Lisa, telah menjadi presiden dan menggantikan Trump. Dalam cuplikan ini, terlihat bahwa Lisa sempat menanyakan soal kondisi ekonomi negaranya setelah ditinggalkan Presiden Trump.
The Simpsons sudah memprediksi kemenangan Trump. Tidak percaya? Percayalah, karena pada 2000, tepatnya episode 17, "Bart to The Future", setting serial kartun ini dibawa ke tahun 2030.
Memang tak digambarkan bagaimana Trump terpilih sebagai Presiden, karena pada saat itu, Lisa, telah menjadi presiden dan menggantikan Trump. Dalam cuplikan ini, terlihat bahwa Lisa sempat menanyakan soal kondisi ekonomi negaranya setelah ditinggalkan Presiden Trump.
5. Korupsi Federasi Sepakbola Dunia, FIFA
Pada episode dengan judul "You Donβt Have to Live Like a Referee", yang ditayangkan pada Maret 2014. The Simpsons menggambarkan adanya salah satu pihak dari federasi sepakbola dunia sedang berusaha menyuap Homer dengan sejumlah uang untuk membantunya menutupi kasus korupsi federasinya. Kemudian, Homer menolak dan ternyata telah menghubungi intel untuk menangkap orang itu.
Kasus serupa akhirnya terjadi pada 2015, saat beberapa petinggi FIFA ditangkap oleh FBI. Mereka pun terjerat akibat kasus korupsi dan suap dalam asosiasi sepakbola dunia itu. Kemudian, ketuanya sendiri, Sepp Blatter, dipaksa untuk mundur dari posisinya.
Pada episode dengan judul "You Donβt Have to Live Like a Referee", yang ditayangkan pada Maret 2014. The Simpsons menggambarkan adanya salah satu pihak dari federasi sepakbola dunia sedang berusaha menyuap Homer dengan sejumlah uang untuk membantunya menutupi kasus korupsi federasinya. Kemudian, Homer menolak dan ternyata telah menghubungi intel untuk menangkap orang itu.
Kasus serupa akhirnya terjadi pada 2015, saat beberapa petinggi FIFA ditangkap oleh FBI. Mereka pun terjerat akibat kasus korupsi dan suap dalam asosiasi sepakbola dunia itu. Kemudian, ketuanya sendiri, Sepp Blatter, dipaksa untuk mundur dari posisinya.
malam ini pengepickan calmemb ke base, silahkan lengkapi atb jika belum dan jangan privasi gc
semuanya sudah di add, jika ada yang merasa sudah kirim format tapi belum masuk base bisa konfirmasi ke bot