KUNCI JAWABAN
1. RISIKO
2. DI RUMAH
3. SILAKAN (TANPA H)
4. MILIKNYA
5. MENYEJAJARKAN
6. MELETAKKAN
7. NAPAS
8. DIA MENANGIS, AKU PUN MENANGIS
1. RISIKO
2. DI RUMAH
3. SILAKAN (TANPA H)
4. MILIKNYA
5. MENYEJAJARKAN
6. MELETAKKAN
7. NAPAS
8. DIA MENANGIS, AKU PUN MENANGIS
hayooo masih banyak yang salah hahaha. yang mau tanya kenapa bisa gitu, ke bot aja ya. itu aku sesuai kbbi teman-teman☺️
see u
see u
Terguncang aku diatas sepi
Mencari sekeping hati
Niatnya mengganti yang telah pergi
Namun kamu terlalu berarti
Tak ada yang sudah dari kisah kita
Aku terus membawanya berkelana.
Sementara kamu;
Seramah apapun aku bertamu
Kamu tak pernah menjamu
Seolah hatimu ada penghuni baru
Padahal hanya aku yang berlari ke arahmu.
— Detak Hening
Mencari sekeping hati
Niatnya mengganti yang telah pergi
Namun kamu terlalu berarti
Tak ada yang sudah dari kisah kita
Aku terus membawanya berkelana.
Sementara kamu;
Seramah apapun aku bertamu
Kamu tak pernah menjamu
Seolah hatimu ada penghuni baru
Padahal hanya aku yang berlari ke arahmu.
— Detak Hening
Perihal terlambat;
Sukamu hanya menjadi lukaku
Kamu memintaku di sini tapi aku akan tetap pergi.
Jangan bertanya alasannya apa,
pergimu hanya meyiksa sukma.
Tak ada lagi bahagia antara kita
hanya ada kamu dan dia di dalamnya.
— Detak Hening
Sukamu hanya menjadi lukaku
Kamu memintaku di sini tapi aku akan tetap pergi.
Jangan bertanya alasannya apa,
pergimu hanya meyiksa sukma.
Tak ada lagi bahagia antara kita
hanya ada kamu dan dia di dalamnya.
— Detak Hening
Aku ingin marah pada hujan malam ini.
Tetesnya membiarkan aku terbang pada sebuah kenangan; tentang kisah kita yang telah usang namun waktu tak pernah menelannya untuk menghilang.
— Detak Hening
Tetesnya membiarkan aku terbang pada sebuah kenangan; tentang kisah kita yang telah usang namun waktu tak pernah menelannya untuk menghilang.
— Detak Hening
Aku merindukanmu,
mengapa tak singgah dulu?
Aku mencintaimu,
mengapa tak kamu balas?
Mampirlah sebentar Tuan agar rinduku cepat selesai dan jatuh cinta ini usai.
— Detak Hening
mengapa tak singgah dulu?
Aku mencintaimu,
mengapa tak kamu balas?
Mampirlah sebentar Tuan agar rinduku cepat selesai dan jatuh cinta ini usai.
— Detak Hening
Tenggara, definisi sempurna. Indah tiada batas, bahkan Utara yang selalu jadi pusat arah mata angin pun selalu tertuju kepadanya.
Kita bertukar sekelumit kalimat indah, bahan pembicaraan yang kasat mata, sudah cukup memberikan kesan bahwa rasa nyaman itu memang ada.
Namun kami cukup sadar kadang kita emang ga bisa bernegosiasi dengan hukum alam. Utara dan Tenggara punya jalan pulangnya masing - masing, mereka emang ga bisa terus sama - sama.
Tapi gapapa, biarkan kisah kita amerta, Walau ga harus direstui semesta.
— penikmat rentik ; untuk tenggara dari utara.
Kita bertukar sekelumit kalimat indah, bahan pembicaraan yang kasat mata, sudah cukup memberikan kesan bahwa rasa nyaman itu memang ada.
Namun kami cukup sadar kadang kita emang ga bisa bernegosiasi dengan hukum alam. Utara dan Tenggara punya jalan pulangnya masing - masing, mereka emang ga bisa terus sama - sama.
Tapi gapapa, biarkan kisah kita amerta, Walau ga harus direstui semesta.
— penikmat rentik ; untuk tenggara dari utara.
Ini bukan perihal budak cinta
Ini perihal matematika
Tentang rumus kuno
Yang tak pernah berdamai denganku
Detik jam terus berbunyi
Sialnya rumus itu,
Tak mau diajak kompromi
—Vie
Ini perihal matematika
Tentang rumus kuno
Yang tak pernah berdamai denganku
Detik jam terus berbunyi
Sialnya rumus itu,
Tak mau diajak kompromi
—Vie
pada suatu
pada suatu detik, sebuah detak menggebu pada rongga dada anak manusia. ia berlarian sebab sebuah denting bernyanyi begitu saja di telinganya. seperti derap yang bersahutan dalam sebuah kotak kecil. di luar, gemericik gerimis tanpa mendung membasuh wajah yang terpaksa membangun senyum.
pada suatu senyum, sebuah runyam mencekam rahangnya. dikecup tajam tulang wajah yang rupawan itu. rangkaian aksara membelai kulitnya hingga membiru. namun pada mata yang memburam, matahari tak pernah tidur. memeluk mengusir dingin yang merajuk pada tubuh.
pada suatu tubuh, sebuah tabah, seorang perempuan dengan kasih dalam, ingin dia tanpa tapi.
—renjana
pada suatu detik, sebuah detak menggebu pada rongga dada anak manusia. ia berlarian sebab sebuah denting bernyanyi begitu saja di telinganya. seperti derap yang bersahutan dalam sebuah kotak kecil. di luar, gemericik gerimis tanpa mendung membasuh wajah yang terpaksa membangun senyum.
pada suatu senyum, sebuah runyam mencekam rahangnya. dikecup tajam tulang wajah yang rupawan itu. rangkaian aksara membelai kulitnya hingga membiru. namun pada mata yang memburam, matahari tak pernah tidur. memeluk mengusir dingin yang merajuk pada tubuh.
pada suatu tubuh, sebuah tabah, seorang perempuan dengan kasih dalam, ingin dia tanpa tapi.
—renjana