MAS OFFICIAL
17 subscribers
215 photos
194 videos
5 files
553 links
░⃟☠️◞ COOLEST BOY WHO CAN
KILLS
YOU WITH HIS EYES
GLAZE. キ、

⌂ : : BOT OFC
@OFFICIALMAS_BOT
⌂ : : BOT MPS
@MASDEKMPSBOT
Download Telegram
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Intan Marbun (2,5 tahun) adalah salah satu korban yang meninggal dunia dalam aksi kekerasan di depan Gereja Oikumene Samarinda, Kalimantan Timur pada tanggal 13 November 2016. Respon atas kekerasan ini bervariasi. Mulai dari kecaman di media sosial hingga gerakan sosial berupa penyalaan 1.000 lilin di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta dan di kota Samarinda. Walaupun respon ini dilakukan oleh sedikit kelompok, namun bisa menjadi acuan penting tentang reaksi masyarakat atas kekerasan tersebut.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Pesan atas gerakan sosial ini juga bervariasi, namun pada umumnya menyerukan penghentian kekerasan dan perpecahan di Indonesia. Sayangnya, respon banyak ditujukan kepada aksi pengeboman semata. Sorotan media dan masyarakat pun ditujukan kepada pelaku dari sudut pandang kekerasan vertikal antar individu. Tentu tidak ada yang salah dengan hal itu, namun melihat kekerasan ini sebagai bentuk kekerasan individu ke individu lainnya secara vertikal saja tidaklah juga dapat menjadi respon yang paling tepat.

ㅤㅤㅤㅤㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
1. Ketidaksetaraan Horizontal : Sumbu usang namun ampuh bagi kekerasan vertikal.

Frances Stewart, Graham Brown dan Luca Mancini di tahun 2005 pernah melakukan penelitian tentang mengapa pentingnya melihat ketidaksetaraan horizontal di Indonesia. Mereka menilai bahwa ketidaksetaraan horizontal menjadi salah satu faktor penting atas kekerasan vertikal yang terjadi. Mereka mendefinisikan ketidaksetaraan horizontal sebagai ketidakadilan antar kelompok.

Kelompok ini bisa bervariasi mulai dari kelompok yang didasarkan karena persaman etnis, ras, agama, gender atau usia. Tidak jarang satu individu bisa masuk ke lebih dari satu bagian kelompok tertentu. Kelompok-kelompok ini pun memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada kelompok yang berafiliasi dengan batasan yang sangat ketat (fleksibilitas perubahan anggota lebih sempit).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Menjadi anggota kelompok tertentu membawa individu kepada perlakuan yang berbeda-beda daripada kelompok lain (diskriminasi salah satunya). Menjadi anggota kelompok tertentu juga bisa merupakan sebuah identitas yang penting dan dirasakan memiliki kontribusi yang sangat signifikan kepada masyarakat.

Sayangnya, tidak semua kelompok yang ada berposisi setara. Kemiskinan, keterpinggiran, diskriminasi serta stigma terhadap kelompok tertentu membuat individu anggota kelompok tersebut mengalami kekerasan bahkan lebih dari apa yang dialami oleh kelompok itu sendiri. Akumulasi dari ketidaksetaraan, kekerasan serta perlakuan berbeda ini membuat individu/anggota kelompok mencari berbagai jalan keluar. Salah satunya yakni; kekerasan atau teror.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Di banyak negara dilakukan dengan berbagai cara untuk mengukur dan mengatasi ketidakadilan horizontal ini. Contohnya, di Amerika Serikat ketidaksetaraan yang secara sistematis terjadi terhadap masyarakat kulit hitam dicoba dikurangi dengan kebijakan affirmative action (kebijakan afirmatif). Beberapa negara memberikan kelompok perempuan quota lebih dibanding lelaki untuk mengakses ruang publik dan bidang profesional.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
2. Aksi menentang homophobia di Jakarta, Mei 2008.

Persoalan mendasar dalam relasi kuasa dan relasi massa adalah pelanggengan atau toleransi atas perbedaan peluang (akses) dalam berbagai dimensi sosial, ekonomi dan politik. Oleh negara, keterbatasan akses ini dijadikan bagian dari sistem yang bersifat diskriminatif.

Tambahan lagi, kejahatan atas diskriminasi tersebut dipelihara, dipupuk dan pada saat yang sama disangkal hadir dalam wacana publik maupun sistem hukum. Tindakan diskriminatif diaminkan dan tidak berusaha diselesaikan secara tuntas. Akhirnya, keterbatasan akses dianggap sebagai nasib dan bukan sebagai persoalan hukum, ekonomi dan politik.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
3. Pembunuh terselubung bagi kedaulatan negara dan individu.

Rasisme adalah paham atau keyakinan tentang superioritas atau inferioritas kelompok tertentu terhadap kelompok lain. Paham ini sangat ampuh but memporak-porandakan negara-negara besar, seperti di Jerman atau Amerika Serikat. Di Afrika Selatan, terjadi rasisme dalam wujud apartheid.
Terorisme, kekerasan rasial serta konflik berlatarbelakang agama dan etnis telah terjadi sejak lama di Indonesia. Terlebih lagi, sistem Orde Baru yang dibangun berpuluh-puluh tahun telah membentuk sistem pembatasan akses terhadap kelompok tertentu. Sistem inilah yang tampaknya sekarang masih tetap ada dan dimanfaatkan sekelompok orang.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ini terjadi karena beberapa hal:

Pertama, negara tidak tuntas dalam menyelesaikan kejahatan diskriminasi dan rasisme dimasa lalu. Salah satu contohnya, aturan pembatasan agama resmi dan penegasian agama yang dianggap tidak resmi tidak pernah dicabut dan dihentikan. Contoh lain, stigma terhadap kelompok yang dicap komunis atau kiri dipelihara bahkan dipakai oleh pejabat negara untuk membatasi ruang publik.

Kedua, akses ekonomi dan politik diperuntukkan bagi kelompok oligarki minoritas yang berkuasa. Kemiskinan dibiarkan merata bagi kelompok miskin di perkotaan dan masyarakat adat. Akses ekonomi bagi masyarakat di desa juga terbatas.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Ketiga, pendidikan dipasrahkan kepada mereka yang berkuasa berdasarkan kategori keagamaan. Parahnya, kelompok ini tidak menghargai pluralisme dan nilai-nilai kebangsaan. Padahal, pendidkan seharusnya mengacu pada standar nasional yang harus dicapai tanpa membedakan agama, suku, ras dan etnis, jenis kelamin ataupun ekonomi.

Keempat, penegakan hukum yang lemah bagi kejahatan rasisme dan diskriminasi.
Rasisme adalah musuh utama bagi tumbuhnya kekuatan suatu bangsa. Negara menjadi sangat ringkih atas aksi kekerasan, teror dan bahkan bukan tidak mungkin negara memainkan peran utama atas munculnya kekerasan itu sendiri. Rasisme menjadi persoalan mendasar untuk melihat apakah negara mampu berdaulat atas hukum, ekonomi dan politik di dalam wilayahnya sendiri.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Jadi, bagaimana pendapat kalian tentang Rasisme? Pendapat saya, bahwa rasisme bukanlah sifat yang baik didalam diri kita, jangan menggambarkan diri kita sebagai pemikir liberal yang nyatanya mengarah ke reaksioner. Baiklah, sampai disini pembahasan dari saya malam ini.

Sampai ketemu lagi sama Agip dilain waktu ya! Thanks and Good night.
ㅤㅤㅤㅤㅤ
#arbriter
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM