⠀⠀⠀⠀⠀⠀
2. Silence of the Lamb (1991)
Diadaptasi dari novel berjudul sama, Silence of The Lamb menceritakan tentang kisah seorang agen FBI yang bekerja sama dengan pembunuh kanibal untuk menangkap pembunuh berantai. Karena kesuksesannya, film dengan rating 8,6 di IMDB ini, berhasil meraih 5 Piala Oscar dari 7 nominasi yang meliputi Best Picture, Best Director, Best Actor, Best Actress; hingga Best Adapted Screenplay.⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
2. Silence of the Lamb (1991)
Diadaptasi dari novel berjudul sama, Silence of The Lamb menceritakan tentang kisah seorang agen FBI yang bekerja sama dengan pembunuh kanibal untuk menangkap pembunuh berantai. Karena kesuksesannya, film dengan rating 8,6 di IMDB ini, berhasil meraih 5 Piala Oscar dari 7 nominasi yang meliputi Best Picture, Best Director, Best Actor, Best Actress; hingga Best Adapted Screenplay.⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
3. Schindler’s List (1993)
Jika nilai 97% di Rotten Tomatoes patut menjadi acuan dan kamu penyuka film sejarah, maka film ini cocok untukmu. Schindler’s List terinspirasi dari kisah nyata pada Perang Dunia II. Film berdurasi 3 jam 17 menit ini menceritakan seorang pebisnis amatir Nazi, yang berusaha menyelamatkan ribuan orang Yahudi. Kisah mengharukan tentang penyelamatan kaum Yahudi dari holocaust berhasil membuat film ini diganjar 12 Academy Awards.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
3. Schindler’s List (1993)
Jika nilai 97% di Rotten Tomatoes patut menjadi acuan dan kamu penyuka film sejarah, maka film ini cocok untukmu. Schindler’s List terinspirasi dari kisah nyata pada Perang Dunia II. Film berdurasi 3 jam 17 menit ini menceritakan seorang pebisnis amatir Nazi, yang berusaha menyelamatkan ribuan orang Yahudi. Kisah mengharukan tentang penyelamatan kaum Yahudi dari holocaust berhasil membuat film ini diganjar 12 Academy Awards.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
4. The Shawshank Redemption (1994)
Kita beranjak ke tahun 1994 ketika film The Shawshank Redemption ditayangkan. Jika kamu belum menontonnya, kamu melewatkan salah satu karya terbaik di dunia perfilman yang pernah dibuat. Film ini diadaptasi dari novel karya Stephen King.
Mengambil latar waktu 1940-an, The Shawshank Redemption bercerita soal Andy Dufresne (Tim Robbins) yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan istrinya. Dia bersikeras tidak melakukan pembunuhan tersebut. Akibatnya dia harus mendapat hukuman 20 tahun penjara di rumah tahanan Shawshank State. Selanjutnya akan diceritakan bagaimana kehidupan Andy selama di penjara hingga misinya untuk kabur dari penjara.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
4. The Shawshank Redemption (1994)
Kita beranjak ke tahun 1994 ketika film The Shawshank Redemption ditayangkan. Jika kamu belum menontonnya, kamu melewatkan salah satu karya terbaik di dunia perfilman yang pernah dibuat. Film ini diadaptasi dari novel karya Stephen King.
Mengambil latar waktu 1940-an, The Shawshank Redemption bercerita soal Andy Dufresne (Tim Robbins) yang menjadi terdakwa kasus pembunuhan istrinya. Dia bersikeras tidak melakukan pembunuhan tersebut. Akibatnya dia harus mendapat hukuman 20 tahun penjara di rumah tahanan Shawshank State. Selanjutnya akan diceritakan bagaimana kehidupan Andy selama di penjara hingga misinya untuk kabur dari penjara.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
5. Memories of Murder (2003)
Terinspirasi dari kisah nyata pembunuh berantai di Kota Hwaseong, film ini banyak disebut orang sebagai salah satu film terbaik di Korea Selatan. Memories of Murder merupakan film kedua yang disutradarai dan ditulis langsung oleh Bong Joon-ho. Setelah tayang, film ini mendapat apresiasi dari penggemar film dan kritikus.
Hal itu berbuah serenteng penghargaan yang didapatkan Memories of Murder sebagai Film Terbaik dalam Chunsa Film Art Awards, Grand Bell Awards, Korean Film Awards, serta Film Asia Terbaik di Tokyo International Film Festival.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
5. Memories of Murder (2003)
Terinspirasi dari kisah nyata pembunuh berantai di Kota Hwaseong, film ini banyak disebut orang sebagai salah satu film terbaik di Korea Selatan. Memories of Murder merupakan film kedua yang disutradarai dan ditulis langsung oleh Bong Joon-ho. Setelah tayang, film ini mendapat apresiasi dari penggemar film dan kritikus.
Hal itu berbuah serenteng penghargaan yang didapatkan Memories of Murder sebagai Film Terbaik dalam Chunsa Film Art Awards, Grand Bell Awards, Korean Film Awards, serta Film Asia Terbaik di Tokyo International Film Festival.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
6. Parasite (2019)
Kesuksesan sutradara Bong Joon-ho tak sampai di film Memories of Murder, namun juga di film Parasite. Bergenre thriller komedi, film asal Korea Selatan ini memiliki rating tinggi di IMDb sebesar 8.6/10 dan 98% di Rotten Tomatoes.
Bagi kamu yang belum menontonnya, film ini mengisahkan tentang sebuah keluarga yang ikut menumpang pada keluarga yang kaya dan ingin menyingkirkan keluarga kaya tersebut secara perlahan. Film ini berhasil mencetak sejarah karena merupakan sebuah film Korea Selatan pertama yang berhasil memenangkan penghargaan Palme d’Or dan Film Terbaik penghargaan bergengsi, Academy Awards.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
6. Parasite (2019)
Kesuksesan sutradara Bong Joon-ho tak sampai di film Memories of Murder, namun juga di film Parasite. Bergenre thriller komedi, film asal Korea Selatan ini memiliki rating tinggi di IMDb sebesar 8.6/10 dan 98% di Rotten Tomatoes.
Bagi kamu yang belum menontonnya, film ini mengisahkan tentang sebuah keluarga yang ikut menumpang pada keluarga yang kaya dan ingin menyingkirkan keluarga kaya tersebut secara perlahan. Film ini berhasil mencetak sejarah karena merupakan sebuah film Korea Selatan pertama yang berhasil memenangkan penghargaan Palme d’Or dan Film Terbaik penghargaan bergengsi, Academy Awards.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
7. Avengers: End Game (2019)
Avengers: Endgame merupakan sekuel dari Avengers: Infinity War (2018) dan film ke-22 di Marvel Cinematic Universe (MCU). Film produksi Marvel Studio ini mendapat rating 8,4/10 di IMDb dan 94% dari Rotten Tomatoes.
Bersyukurlah bagi kamu yang pernah menyaksikannya di bioskop untuk mendapatkan visual dan suara terbaik, karena Avengers: Endgame layak menjadi penutup kisah Avengers yang solid dan kaya akan totalitas hasil produksi yang menganggumkan.
Menerima banyak penghargaan dan nominasi, termasuk nominasi untuk Efek Visual Terbaik di 92th Academy Awards, tiga nominasi di 25th Critics' Choice Awards (memenangkan dua), serta nominasi untuk Efek Visual Khusus di Academy Film Awards ke-73. Film ini menceritakan anggota Avengers dan para sekutu yang masih hidup berusaha untuk membalikkan kerusakan yang disebabkan oleh Thanos dalam Infinity War.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
7. Avengers: End Game (2019)
Avengers: Endgame merupakan sekuel dari Avengers: Infinity War (2018) dan film ke-22 di Marvel Cinematic Universe (MCU). Film produksi Marvel Studio ini mendapat rating 8,4/10 di IMDb dan 94% dari Rotten Tomatoes.
Bersyukurlah bagi kamu yang pernah menyaksikannya di bioskop untuk mendapatkan visual dan suara terbaik, karena Avengers: Endgame layak menjadi penutup kisah Avengers yang solid dan kaya akan totalitas hasil produksi yang menganggumkan.
Menerima banyak penghargaan dan nominasi, termasuk nominasi untuk Efek Visual Terbaik di 92th Academy Awards, tiga nominasi di 25th Critics' Choice Awards (memenangkan dua), serta nominasi untuk Efek Visual Khusus di Academy Film Awards ke-73. Film ini menceritakan anggota Avengers dan para sekutu yang masih hidup berusaha untuk membalikkan kerusakan yang disebabkan oleh Thanos dalam Infinity War.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
Nah gimana tertarik untuk nonton?
semoga menghibur sampai disini
dulu ya jaga kesehatan kalian ya
see you next time babay !!
⬥ #arbriter ⬥
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
Nah gimana tertarik untuk nonton?
semoga menghibur sampai disini
dulu ya jaga kesehatan kalian ya
see you next time babay !!
⬥ #arbriter ⬥
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
⠀⠀⠀
Selamat malam subscriber Adek.
Belova mau ngonten lagi nih ada
Yang suka uang? Pasti lah bisa
Nebak lova mau bahas apa? Lova
Mau jelasin tentang Sejarah Adanya
Uang Indonesia penasaran?
Yuk stay tune ya.
⬥ #arbriter ⬥
⠀⠀
⠀⠀⠀ ⠀
Selamat malam subscriber Adek.
Belova mau ngonten lagi nih ada
Yang suka uang? Pasti lah bisa
Nebak lova mau bahas apa? Lova
Mau jelasin tentang Sejarah Adanya
Uang Indonesia penasaran?
Yuk stay tune ya.
⬥ #arbriter ⬥
⠀⠀
⠀⠀⠀ ⠀
⠀⠀⠀⠀⠀
1. Tahun 800-1600 Digunakan Macam-macam Metode Pembayaran.
Bagaimana cara orang di masa lampau bertransaksi? Rupanya, di antara tahun 800 sampai 1600 masehi transaksi dilakukan dengan koin emas dan perak. Produk koin pertama yang ditemukan di Indonesia berasal dari dinasti Sailendra yang diproduksi dari abad ke-9 hingga ke-12.
Selain menggunakan koin emas dan perak, untaian manik-manik juga dipakai sebagai alat tukar. Manik-manik ini diproduksi oleh kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan menyebar hingga pulau Jawa, Kalimantan sampai Indonesia bagian timur seperti Maluku. Tak hanya itu, di akhir abad ke-13 Kerajaan Majapahit menerima kedatangan pedagang Cina dan menjadikan koin tembaga sebagai alat tukar di masa itu.
⠀⠀⠀⠀⠀
1. Tahun 800-1600 Digunakan Macam-macam Metode Pembayaran.
Bagaimana cara orang di masa lampau bertransaksi? Rupanya, di antara tahun 800 sampai 1600 masehi transaksi dilakukan dengan koin emas dan perak. Produk koin pertama yang ditemukan di Indonesia berasal dari dinasti Sailendra yang diproduksi dari abad ke-9 hingga ke-12.
Selain menggunakan koin emas dan perak, untaian manik-manik juga dipakai sebagai alat tukar. Manik-manik ini diproduksi oleh kerajaan Sriwijaya di Sumatra dan menyebar hingga pulau Jawa, Kalimantan sampai Indonesia bagian timur seperti Maluku. Tak hanya itu, di akhir abad ke-13 Kerajaan Majapahit menerima kedatangan pedagang Cina dan menjadikan koin tembaga sebagai alat tukar di masa itu.
⠀⠀⠀⠀⠀