This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Jangan lupa 😌👍🏻 diketuai oleh anak FEB tsb.
❤🔥2🔥2👏1💋1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Kembali lagi bersama #infoakademik tentang sejarah okupasi Indonesia di Timor Leste selama 1975 - 1999 (24 tahun)
Kali ini kita akan bahas soal pembantaian Santa Cruz yang terjadi 12 November tahun 1991.
Jadi, pada saat itu ribuan pemuda Timor Leste melakukan demonstrasi besar-besaran, mereka jalan dari Motael Church sampe ke Santa Cruz cemetery. Mereka melakukan demonstrasi secara damai tanpa senjata, hanya ada banner dan spanduk semangat kemerdekaan, salah satu tulisannya adalah,
"Viva Xanana!"
Artinya adalah bebaskan Xanana, salah satu tokoh penting yang berjuang demi kemerdekaan rakyar Timorese.
"Viva Xanana!"
Artinya adalah bebaskan Xanana, salah satu tokoh penting yang berjuang demi kemerdekaan rakyar Timorese.
❤2
Kenapa mereka melakukan demonstrasi? Karena mereka ingin merayakan kematian Sebastian Gomez sebagai semangat kemerdekaan. Sebastian Gomez adalah salah satu pejuang, penyair dan pemimpin anak muda dalam gerakan kemerdekaan.
❤2
Lanjut. Ketika mereka udah sampai di makan Sebastian, demonstran ini berdoa dan menggaungkan semangat kemerdekaan. Inget ya, tanpa senjata. Cuma banner, spanduk dan baju yang mereka lepas dan diputar-putar. Demonstran ini sekitar 3.000 an orang kalau gak salah.
❤2
Sejak mereka berada di cemetery Santa Cruz itu, TNI dan ABRI udah mengelilingi makam. Mengawasi mereka. Tiba-tiba, waktu ada satu orang yang melakukan orasi, tembakan pertama dilayangkan ke angkasa oleh TNI Indonesia.
❤2
Semua orang panik, mereka berlarian untuk menyelamatkan diri. Disusul oleh tembakan-tembakan lain dan orang-orang mulai berjatuhan. Bayangkan ya, itu makam. Makam di Timor Leste itu kebanyakan udah ada yang dikijing atau diberi keramik, bukan sekedar tanah gunduk kayak makam tradisional Indonesia. Dengan kondisi seperti itu, orang-orang harus lari dan menyelamatkan diri. Kebayang kan berapa yang terjatuh karena kuburan yang kokoh? Mereka terjatuh, lalu diinjak-injak oleh orang lain yang menyelamatkan diri.
❤2