๐ฏเพ โOn Air. . . V. โโ KIER AJI WISESA
Menyembuhkan berarti hadir, mendukung, dan bertumbuh bersama. Menyelamatkan berarti merasa harus memperbaiki, menanggung, atau menjadi โpenolong utamaโ bagi pasangan.
Bedanya ada di sini :
โAku ada untukmu, tapi kamu tetap bertanggung jawab atas dirimu.โ
โAku akan memperbaiki kamu. Tanpa aku, kamu tidak akan baik-baik saja.โ
Cinta yang menyembuhkan tidak membuat salah satu pihak menjadi penopang seluruh beban. Ia memberi ruang untuk proses, bukan mengambil alih proses itu.
Ia tidak memaksa pasangan cepat sembuh, tapi sabar berjalan di sampingnya.
Karena pada akhirnya, tidak ada manusia yang bisa menyelamatkan manusia lain sepenuhnya.
Yang bisa dilakukan hanyalah menemani, menguatkan, dan percaya bahwa masing-masing punya kemampuan untuk bangkit.
Cinta yang sehat bukan tentang menjadi pahlawan.Tapi tentang menjadi rumah yang aman untuk diri sendiri maupun pasangan, dan tanpa kehilangan diri sendiri.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โคโ๐ฅ2๐ฅ1๐คฉ1๐1๐1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐ฏเพ โOn Air. . . VI. โโ LIRA JIAN SEKAR
๐ธ /After briefly glancing at the script ; I look toward the camera with a warm smile resting gently on my face/
Wahโฆ nggak terasa ya, Kier Aji. perjalanan kita malam ini sudah hampir sampai di penghujung waktu.
Rasanya baru saja kita membuka cerita, berbagi sudut pandang, dan menyelami makna di balik After Storm. Tapi waktu berjalan begitu cepat ketika percakapan terasa dekat di hati.
Sebelum benar-benar menutup episode malam ini, yuk kita rehat sejenak. Tarik napas perlahan, biarkan pikiran yang mungkin penuh jadi sedikit lebih tenang.
Kami sudah menyiapkan beberapa lagu yang bisa menemani refleksimu malam ini. Biarkan musiknya berbicara, mungkin ada lirik yang terasa seperti mewakili isi hatimu.
Nikmati setiap nadanya, rasakan setiap katanya, dan izinkan dirimu untuk pelan-pelan pulih. Enjoy the moment, guys.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โคโ๐ฅ2โค1๐ฅ1๐คฉ1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Fix You
Coldplay
COLDPLAY | .. ๐ถ
FIX YOU
0:00โโโโIโโโโโ3:29
โบออ โโออ ll โทโท โฎโก
FIX YOU
0:00โโโโIโโโโโ3:29
โบออ โโออ ll โทโท โฎโก
โคโ๐ฅ2โค1๐คฉ1๐1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐ฏเพ โOn Air. . . VII. โโ KIER AJI WISESA
Hubungan antara dua insan yang saling mencintai bukan tentang menghapus luka atau berpura-pura semuanya baik-baik saja. Bukan pula tentang menyuruh rasa sakit itu pergi secepat mungkin. Melainkan tentang saling mendampingi dengan sabar, memberi ruang, memberi waktu, dan menghadirkan rasa aman. Hingga perlahan, perih itu berubah menjadi bekas yang tak lagi menyiksa, menjadi pengingat bahwa mereka pernah terluka, namun memilih untuk tetap bertahan dan tumbuh bersama.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1๐ฅ1๐ฅฐ1๐1๐คฉ1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐ฏเพ โOn Air. . . VII. โโ LIRA JIAN SEKAR
Dan akhirnya, kita sampai di akhir perjalanan malam ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk mendengarkan, untuk merasakan, dan mungkin untuk sedikit membuka kembali ruang-ruang yang selama ini kamu simpan sendiri.๐ธ /Smiling warmly as I look toward the camera ; speaking with a steady tone into the microphone ; then gently taking off the headphones/
Semoga dari obrolan tentang ๐๐ ๐๐๐ ๐๐๐๐๐ ini, kita sama-sama belajar bahwa luka bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan. Bahwa trauma bukan akhir dari cerita.
Dan bahwa cinta yang sehat dan sadar, bisa menjadi ruang untuk tumbuh, bukan untuk saling menjatuhkan.
Kalau kamu sedang berada di fase yang sulit, ingatlah, setelah badai langit memang tidak langsung cerah. Tapi udara selalu terasa lebih bersih. Terus jaga hatimu dan rawat dirimu.
Dan jangan takut untuk belajar mencintai lagi, dengan cara yang lebih dewasa dan lebih bijak. Saya Jian Sekar Kinanti, bersama Kier Aji Wisesa Jagatprabu, pamit undur diri.
Terima kasih sudah menjadi bagian dari perjalanan malam ini.
Sampai bertemu di episode Podcast INDEPTY UNIVERSITY berikutnya.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค3๐ฅฐ3๐คฉ3๐ฅ1๐1๐1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Media is too big
VIEW IN TELEGRAM
โก โ โฒ โขโข โ
Liked by @INDEPTYUNIVERSITY, @BEM_IUV, @FakultasKedokteranIUV, @FakultasEkonomidanBisnisIUV, @FakultasHukumIUV, @UKMDebatIUV, @UKMBroadcastingIUV, @ejaxarr and 26.022.026 others
26 Februari menandai 3 tahun perjalanan Indepty University dalam membangun ruang belajar, menumbuhkan gagasan, dan membentuk lingkungan akademik yang hidup dan berpotensi.
Three years of growth.
Three years of vision.
And this is only the beginning.
Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Indepty University yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini dan terus melangkah bersama menuju masa depan yang lebih besar.
Happy 3rd Anniversary, Indepty University.
๐ฌ view all 270.226 comments
1 minutes ago โข see translation
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
โ โ โ โก
Liked by @INDEPTYUNIVERSITY, @BEM_IUV, @FakultasKedokteranIUV, @FakultasEkonomidanBisnisIUV, @FakultasHukumIUV, @UKMDebatIUV, @UKMBroadcastingIUV, @ejaxarr and 26.022.026 others
26 Februari menandai 3 tahun perjalanan Indepty University dalam membangun ruang belajar, menumbuhkan gagasan, dan membentuk lingkungan akademik yang hidup dan berpotensi.
Three years of growth.
Three years of vision.
And this is only the beginning.
Terima kasih kepada seluruh keluarga besar Indepty University yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini dan terus melangkah bersama menuju masa depan yang lebih besar.
Happy 3rd Anniversary, Indepty University.
๐ฌ view all 270.226 comments
1 minutes ago โข see translation
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
โ โ โ โก
โค2๐คฉ2โคโ๐ฅ1๐ฅ1๐ฅฐ1๐1๐1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
ใ
ค ๐ผ Perfectionism is often praised as ambition. But is it really about high standards, or the fear of not being enough?
Sometimes weโre not chasing perfect. Weโre just afraid of disappointing others.
ใ INDEPTY UNIVERSITY ๏น๐ช ๏น NEW PODCAST ใ
ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ
๐ Join us on INDEPTY UNIVERSITY Podcast in our special episode, "Antara Standar Tinggi dan Self-Criticism" a conversation about perfectionism and about ambition, fear of not being enough, and the quiet pressure we put on ourselves.
๐ AVE THE DATE
๐ February 28, 2026
๐ 20.40 WIB - End.
๐ At @INDEPTYUNIVERSITY
ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ
๐ช @INDEPTYUNIVERSITY โ
Sometimes weโre not chasing perfect. Weโre just afraid of disappointing others.
ใ INDEPTY UNIVERSITY ๏น
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
๐ฅฐ4โคโ๐ฅ1๐ฅ1๐คฉ1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐๐จ๐ฉ โ ๐ฃ๐ข๐๐๐๐ฆ๐ง
๐งญ "Antara Standar Tinggi dan Self-Criticism"
ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ
Halo, halo semuanya!
Selamat datang kembali di Podcast INDEPTY UNIVERSITY ๐๏ธโจ
Semoga kamu yang lagi dengerin malam ini lagi di tempat yang nyaman. atau setidaknya, lagi mau meluangkan waktu buat dengerin sesuatu yang mungkin relate sama isi kepala kamu.
Jadi sebelum kita masuk ke topik yang cukup โdalemโ, izinkan kami menyapa dulu bagi kalian yang mungkin baru kenal dengan kita. Di sini ada saya, Lira Jian Sekar Kinanti, biasa dipanggil Lira Sekar. Dan seperti biasa, di samping saya sudah ada partner diskusi yang selalu insightful dan nggak pernah gagal bikin obrolan jadi hidup, Kier Aji Wisesa Jagatprabu, atau yang akrab dipanggil Kier Aji.
Malam ini, kita nggak cuma ngobrol biasa. Kita mau ngajak kamu masuk ke satu topik yang sering dipuji. Tapi jarang dipahami secara utuh.
Dengan judul:
โAntara Standar Tinggi dan Self-Criticism.โ Sebuah obrolan tentang perfeksionisme, tentang ambisi yang terlihat kuat di luar, tapi kadang diam-diam menyimpan rasa takut dianggap tidak cukup.
Apakah ini tentang standar tinggi?
Atau justru tentang tekanan yang kita ciptakan sendiri? yuk simak podcast kami berdua
ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ
๐ช @INDEPTYUNIVERSITY โ
.โด ON AIR . . โ LIRA SEKAR
/Entering the broadcast room ; sitdown ; putting on headphones then smiling at the camera while waving at it ; chuckling a little/
Halo, halo semuanya!
Selamat datang kembali di Podcast INDEPTY UNIVERSITY ๐๏ธ
Semoga kamu yang lagi dengerin malam ini lagi di tempat yang nyaman. atau setidaknya, lagi mau meluangkan waktu buat dengerin sesuatu yang mungkin relate sama isi kepala kamu.
Jadi sebelum kita masuk ke topik yang cukup โdalemโ, izinkan kami menyapa dulu bagi kalian yang mungkin baru kenal dengan kita. Di sini ada saya, Lira Jian Sekar Kinanti, biasa dipanggil Lira Sekar. Dan seperti biasa, di samping saya sudah ada partner diskusi yang selalu insightful dan nggak pernah gagal bikin obrolan jadi hidup, Kier Aji Wisesa Jagatprabu, atau yang akrab dipanggil Kier Aji.
Malam ini, kita nggak cuma ngobrol biasa. Kita mau ngajak kamu masuk ke satu topik yang sering dipuji. Tapi jarang dipahami secara utuh.
Dengan judul:
โAntara Standar Tinggi dan Self-Criticism.โ Sebuah obrolan tentang perfeksionisme, tentang ambisi yang terlihat kuat di luar, tapi kadang diam-diam menyimpan rasa takut dianggap tidak cukup.
Apakah ini tentang standar tinggi?
Atau justru tentang tekanan yang kita ciptakan sendiri? yuk simak podcast kami berdua
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐๐จ๐ฉ โ ๐ฃ๐ข๐๐๐๐ฆ๐ง
๐งญ "Antara Standar Tinggi dan Self-Criticism"
ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ
Kita hidup di dunia yang begitu mengagungkan pencapaian. Segalanya diukur dari angka, gelar, posisi, dan seberapa sibuk kita terlihat.
Ranking. Prestasi. Target. Produktivitas.
Seolah-olah nilai diri seseorang bisa dirangkum dalam daftar pencapaian.
Orang yang bekerja sampai larut malam dipuji sebagai sosok yang gigih dan berdedikasi.
Orang yang tidak pernah merasa puas dengan hasilnya disebut ambisius dan visioner. Orang yang terus merevisi, mengulang, dan memperbaiki pekerjaannya dianggap detail, teliti, bahkan profesional.
Dari luar, semuanya terlihat luar biasa. Terlihat kuat. Terlihat menginspirasi.
Tapi jarang ada yang berhenti sejenak dan bertanya lebih dalam :
โซ๏ธApakah ia melakukan semua itu karena ingin bertumbuh?
โซ๏ธKarena ia mencintai prosesnya?
โซ๏ธAtau karena ada rasa takut yang diam-diam menggerogoti?
Takut gagal.
Takut dianggap tidak cukup baik.
Takut mengecewakan ekspektasi orang lain.
ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ
๐ช @INDEPTYUNIVERSITY โ
.โด ON AIR . . โ KIER AJI
/Turn toward the camera with a charming smile ; giving a soft nod/
Kita hidup di dunia yang begitu mengagungkan pencapaian. Segalanya diukur dari angka, gelar, posisi, dan seberapa sibuk kita terlihat.
Ranking. Prestasi. Target. Produktivitas.
Seolah-olah nilai diri seseorang bisa dirangkum dalam daftar pencapaian.
Orang yang bekerja sampai larut malam dipuji sebagai sosok yang gigih dan berdedikasi.
Orang yang tidak pernah merasa puas dengan hasilnya disebut ambisius dan visioner. Orang yang terus merevisi, mengulang, dan memperbaiki pekerjaannya dianggap detail, teliti, bahkan profesional.
Dari luar, semuanya terlihat luar biasa. Terlihat kuat. Terlihat menginspirasi.
Tapi jarang ada yang berhenti sejenak dan bertanya lebih dalam :
โซ๏ธApakah ia melakukan semua itu karena ingin bertumbuh?
โซ๏ธKarena ia mencintai prosesnya?
โซ๏ธAtau karena ada rasa takut yang diam-diam menggerogoti?
Takut gagal.
Takut dianggap tidak cukup baik.
Takut mengecewakan ekspektasi orang lain.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐๐จ๐ฉ โ ๐ฃ๐ข๐๐๐๐ฆ๐ง
๐งญ "Antara Standar Tinggi dan Self-Criticism"
ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ
Perfeksionisme bukan selalu tentang memiliki standar yang tinggi atau sekadar mengejar kualitas terbaik. Sering kali, itu tentang standar yang terlalu keras untuk diri sendiri. Tentang suara di dalam kepala yang terus berbisik, โBelum cukup,โ bahkan ketika orang lain sudah memberikan apresiasi.
Dari luar, perfeksionisme terlihat seperti kekuatanโdisiplin, ambisius, teliti. Namun di balik itu, ada kelelahan yang jarang terlihat. Ada tekanan untuk selalu lebih, selalu benar, selalu tanpa cela.
Dan yang paling melelahkan bukanlah tuntutan dunia, melainkan tuntutan yang kita bangun sendiri, ekspektasi yang begitu tinggi hingga kita lupa bagaimana rasanya merasa cukup.
ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ ใฝ๏ธ
๐ช @INDEPTYUNIVERSITY โ
.โด ON AIR . . โ LIRA SEKAR
Perfeksionisme bukan selalu tentang memiliki standar yang tinggi atau sekadar mengejar kualitas terbaik. Sering kali, itu tentang standar yang terlalu keras untuk diri sendiri. Tentang suara di dalam kepala yang terus berbisik, โBelum cukup,โ bahkan ketika orang lain sudah memberikan apresiasi.
Dari luar, perfeksionisme terlihat seperti kekuatanโdisiplin, ambisius, teliti. Namun di balik itu, ada kelelahan yang jarang terlihat. Ada tekanan untuk selalu lebih, selalu benar, selalu tanpa cela.
Dan yang paling melelahkan bukanlah tuntutan dunia, melainkan tuntutan yang kita bangun sendiri, ekspektasi yang begitu tinggi hingga kita lupa bagaimana rasanya merasa cukup.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
โค2๐ฅ2๐คฉ1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM