๐Ÿ“ป [OFF AIR] HSC RADIO
574 subscribers
539 photos
14 videos
215 links
โ€” Connected with @OFFICIALHSC ๐Ÿ“ป
Need help? Contact us on @HSCRADIOBOT
Download Telegram
ใ…ค          โ–ญโ–ญโ–ญโ–ญโ–ญ ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ โ–ญโ–ญโ–ญโ–ญโ–ญ

Every nation has a story, a tapestry woven with threads of struggle, sacrifice, and triumph. Indonesia's story is one of unwavering spirit, a testament to the power of unity and the yearning for freedom.

Welcome to โ€œ๐€๐๐“๐‡๐„๐Œ๐’ ๐Ž๐… ๐ˆ๐๐ƒ๐„๐๐„๐๐ƒ๐„๐๐‚๐„: ๐‚๐„๐‹๐„๐๐‘๐€๐“๐ˆ๐๐† ๐†๐€๐‘๐”๐ƒ๐€โ€ Today, we stand on the shoulders of giants, inspired by their bravery and dedication.  Let us honor their legacy by embracing our shared identity, by working together to build a brighter future for generations to come.

Share your message to Indonesia to @.close with format:
Teruntuk Indonesiaku, (your message).


Let's celebrate our heritage, our resilience, and our unwavering belief in the power of unity. Oh, and don't forget! Send your confessions and song confessions to your loved ones using this format below:
โœจ ๐—ช๐—ถ๐˜๐—ต ๐—˜๐—น๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ฐ๐—ฒ ๐—ฎ๐—ป๐—ฑ ๐— ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ฐ
โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€โ”€
๐—ง๐—ผ  :
๐—™๐—ฟ๐—ผ๐—บ: ( anonymous option )
๐—ฆ๐—ผ๐—ป๐—ด: ( if songfess please send the song FILE too!)

๐— ๐—ฒ๐˜€๐˜€๐—ฎ๐—ด๐—ฒ:



ใ…ค          โ–ญโ–ญโ–ญโ–ญโ–ญ ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ โ–ญโ–ญโ–ญโ–ญโ–ญ
๐Ÿ”ฅ15
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Hai Witcheners! Mohon maaf sebelumnya, izinkan kami menginformasikan bahwa untuk pengiriman menfess/songfes sama seperti pengiriman pesan untuk Indonesia, yaitu melalui bot @.close sebagaimana yang tertera di pamflet berikut. Terima kasih.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
โ“˜ DISCLAIMER

Siaran HSC Radio ini bertema untuk merayakan hari kemerdekaan. Namun, dikarenakan HSC Radio tidak ada siaran pada bulan Agustus, maka dari itu siaran ini kami siarkan pada tanggal 1 September 2024.
๐Ÿ”ฅ12
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐ŸŽ™ โ€” Ozias

Halo, Witcheners! Selamat malam dan selamat datang di program "Anthems of Independence: Celebrating the Garuda"! Aku J.Kielano Ozias atau biasanya di panggil Ozias, dan tentunya aku nggak sendirian. Kali ini aku ditemani oleh rekanku Willoura. Hari ini, kita bakal menjelajahi sejarah kemerdekaan Indonesia dan lambang negara kita, Garuda! Jadi, siap-siap untuk sebuah perjalanan yang seru dan mendalam. Ayo kita mulai!
๐Ÿ”ฅ14
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐ŸŽ™ โ€” Willoura

Yap, malam ini kita akan membahas bagaimana perjuangan para pahlawan kita merebut kemerdekaan dan bagaimana semangat mereka terpatri dalam setiap detik sejarah. Selain itu, kita juga bakal mengulik sejarah lambang negara kita, Garudaโ€”mulai dari inspirasi hingga desainnya!
๐Ÿ”ฅ13
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐ŸŽ™ โ€” Ozias

Oke, teman-teman, tanpa berlama-lama lagi, mari kita langsung terjun ke topik utama malam ini. Tapi, sebelum kita masuk ke pembahasan mendalam tentang perjuangan para pahlawan, kita akan menghibur kalian dengan sebuah lagu yang penuh semangat!
โค12๐Ÿ‘1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
๐ŸŽ™ โ€” Willoura

Betul sekali! Lagu ini akan membawa kita lebih dekat dengan suasana yang ingin kita ciptakan malam ini. Jadi, nikmati lagu ini dan siapkan diri kalian untuk eksplorasi mendalam yang akan segera dimulai!
๐Ÿ”ฅ10โค1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Jadilah Legenda
Superman Is Dead
๐ŸŽง โ€”  Let's journey through Indonesian history with this song that'll make the stories come alive! ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ
โค5
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
Pertama, kita harus flashback dulu ke tahun 1942, saat Jepang tiba di Indonesia. Awalnya, mereka tampil sebagai "saudara tua" yang katanya mau membebaskan Indonesia dari penjajahan Barat. Rakyat kita yang udah capek dijajah Belanda, tentu aja senang dan menyambut mereka dengan hangat. Tapi ternyata, semua itu cuma tipu muslihat. Jepang malah memanfaatkan Indonesia untuk kepentingan perangnya di Pasifik.

Saat perang melawan Sekutu makin berat buat Jepang, mereka mulai mencari dukungan dari rakyat Indonesia. Salah satunya lewat Janji Koiso pada 7 September 1944. Janji ini diumumkan oleh Perdana Menteri Jepang Kuniaku Koiso yang bilang bahwa Indonesia akan merdeka suatu hari nanti. Tapi nih, Soekarno nggak gampang percaya. Ia bahkan sempat kirim surat ke pelajar-pelajar Indonesia di Jepang, bilang bahwa kemerdekaan harus direbut dengan perjuangan, bukan hadiah dari Jepang.
โค7๐Ÿ”ฅ3๐Ÿ‘1
Nah, seiring makin terdesaknya Jepang, mereka membentuk beberapa badan, salah satunya BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 26 April 1945, untuk mempersiapkan kemerdekaan. Tapi setelah BPUPKI selesai bekerja, Jepang merasa perlu membentuk badan yang lebih konkret lagi, yaitu PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada 7 Agustus 1945. PPKI ini yang akhirnya bertugas menyusun langkah terakhir menuju kemerdekaan.

Namun, ada kejadian besar di luar Indonesia yang mempercepat semuanya. Pada 6 Agustus 1945, Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima, disusul bom kedua di Nagasaki pada 9 Agustus. Jepang lumpuh total, nggak berdaya, dan akhirnya menyerah kepada Sekutu. Ini jadi momen yang dimanfaatkan banget sama golongan pemuda kita. Mereka langsung bergerak cepat.
โค8๐Ÿ”ฅ3
Golongan muda, yang memang nggak sabaran nunggu Jepang, mendesak Soekarno dan Hatta buat segera memproklamasikan kemerdekaan. Bahkan, mereka nekat membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945 demi menjaga keselamatan dan memastikan proklamasi segera dilakukan. Kenapa Rengasdengklok? Tempat ini dipilih karena jauh dari jangkauan Jepang, jadi lebih aman untuk menyusun rencana tanpa pengaruh dari mereka. Di sana, Soekarno dan Hatta ditempatkan di rumah milik Djiauw Kie Siong, salah satu anggota Peta.

Setelah diskusi panjang, akhirnya Soekarno dan Hatta setuju buat memproklamasikan kemerdekaan Indonesia keesokan harinya. Pada malam harinya, mereka kembali ke Jakarta untuk menyiapkan naskah proklamasi. Di Jakarta, diskusi berlangsung dengan generasi tua, termasuk Achmad Soebardjo, dan ada kesepakatan bahwa proklamasi akan dilakukan pada 17 Agustus 1945.
โค9๐Ÿ”ฅ2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM