Daddy issues memang bukan masalah kesehatan mental, tetapi kondisi ini bisa memengaruhi pola pikir, sikap, karakter, dan perilaku seseorang.
Daddy issues juga bisa memengaruhi hubungan romantis atau percintaan orang yang mengalaminya.
✦ Berikut ini adalah beberapa tanda seseorang mengalami daddy issues :
1. Tertarik pada orang yang lebih tua
Seseorang yang mengalami daddy issues biasanya cenderung lebih tertarik untuk menjalin hubungan romantis, baik pacaran atau menikah, dengan orang yang usianya lebih tua.
Ini karena mereka mendambakan kehadiran sosok ayah atau father figure yang bisa memberikan perhatian, kasih sayang, dan rasa aman, yang tidak mereka dapatkan pada masa anak-anak.
Daddy issues juga bisa memengaruhi hubungan romantis atau percintaan orang yang mengalaminya.
✦ Berikut ini adalah beberapa tanda seseorang mengalami daddy issues :
1. Tertarik pada orang yang lebih tua
Seseorang yang mengalami daddy issues biasanya cenderung lebih tertarik untuk menjalin hubungan romantis, baik pacaran atau menikah, dengan orang yang usianya lebih tua.
Ini karena mereka mendambakan kehadiran sosok ayah atau father figure yang bisa memberikan perhatian, kasih sayang, dan rasa aman, yang tidak mereka dapatkan pada masa anak-anak.
2. Selalu butuh kepastian dan perhatian
Saat menjalani sebuah hubungan, orang yang mengalami daddy issues kerap kali merasa insecure dan takut akan ditinggalkan oleh pasangannya.
Pasalnya, mereka cenderung sulit untuk mempercayai orang lain dan hal ini akan mendorong mereka untuk selalu menuntut kepastian, perhatian, dan kasih sayang dari pasangannya secara terus-menerus. Orang yang memiliki daddy issues juga biasanya akan merasa sangat bergantung pada pasangannya.
Saat menjalani sebuah hubungan, orang yang mengalami daddy issues kerap kali merasa insecure dan takut akan ditinggalkan oleh pasangannya.
Pasalnya, mereka cenderung sulit untuk mempercayai orang lain dan hal ini akan mendorong mereka untuk selalu menuntut kepastian, perhatian, dan kasih sayang dari pasangannya secara terus-menerus. Orang yang memiliki daddy issues juga biasanya akan merasa sangat bergantung pada pasangannya.
3. Cenderung bersifat posesif
Karena tidak dibesarkan dalam keluarga yang sempurna, orang yang memiliki daddy issues biasanya akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan hubungannya. Mereka bahkan akan mencoba untuk menjadi pribadi yang “sempurna” agar tidak ditinggalkan oleh orang kesayangannya.
Namun terkadang, usaha tersebut dilakukan secara berlebihan, sehingga mereka kerap kali mencurigai pasangannya, mudah cemburu, atau bahkan bersikap posesif, seperti melarang pasangannya berteman dengan lawan jenis, atau mengecek ponsel pasangannya setiap waktu.
Karena tidak dibesarkan dalam keluarga yang sempurna, orang yang memiliki daddy issues biasanya akan berusaha sebaik mungkin untuk mempertahankan hubungannya. Mereka bahkan akan mencoba untuk menjadi pribadi yang “sempurna” agar tidak ditinggalkan oleh orang kesayangannya.
Namun terkadang, usaha tersebut dilakukan secara berlebihan, sehingga mereka kerap kali mencurigai pasangannya, mudah cemburu, atau bahkan bersikap posesif, seperti melarang pasangannya berteman dengan lawan jenis, atau mengecek ponsel pasangannya setiap waktu.
4. Tidak suka sendiri dan mudah kesepian
Orang yang memiliki daddy issues umumnya juga tidak suka kesendirian dan tidak nyaman ketika menghabiskan waktu seorang diri. Mereka pun bisa mudah merasa kesepian, jika tidak memiliki partner hidup yang bisa memberi perhatian dan mengayomi mereka.
Oleh karena itu, mereka akan selalu mencari cara untuk terus berada dalam suatu hubungan, baik dengan mempertahankan hubungan yang ada maupun mencari hubungan yang baru.
Orang yang memiliki daddy issues umumnya juga tidak suka kesendirian dan tidak nyaman ketika menghabiskan waktu seorang diri. Mereka pun bisa mudah merasa kesepian, jika tidak memiliki partner hidup yang bisa memberi perhatian dan mengayomi mereka.
Oleh karena itu, mereka akan selalu mencari cara untuk terus berada dalam suatu hubungan, baik dengan mempertahankan hubungan yang ada maupun mencari hubungan yang baru.
5. Takut sendirian
Dari pada melajang, seorang dengan daddy issues beranggapan lebih baik dalam hubungan yang tidak sehat. Ia akan terus lompat sana-sini dan terus gonta ganti pasangan agar tidak merasa sendirian.
Dari pada melajang, seorang dengan daddy issues beranggapan lebih baik dalam hubungan yang tidak sehat. Ia akan terus lompat sana-sini dan terus gonta ganti pasangan agar tidak merasa sendirian.
6. Memiliki hubungan yang rumit dengan Ayah
Salah satu ciri paling jelas dari daddy issues adalah memiliki hubungan yang rumit dengan ayah sendiri. Misalnya tidak ada sosok ayah sejak masih anak-anak dan memiliki ayah yang kejam.
Salah satu ciri paling jelas dari daddy issues adalah memiliki hubungan yang rumit dengan ayah sendiri. Misalnya tidak ada sosok ayah sejak masih anak-anak dan memiliki ayah yang kejam.
✦ Cara Mengatasi Daddy Issues
Menurut terapis hubungan dan seks Caitlin Cantor, ada beberapa cara untuk mengatasi daddy issues, dikutip dari verywellmind.
Menurut terapis hubungan dan seks Caitlin Cantor, ada beberapa cara untuk mengatasi daddy issues, dikutip dari verywellmind.
1. Akui
Cantor menjelaskan ketika anak-anak tumbuh tanpa kasih sayang, mereka akan percaya bahwa mereka tidak pantas untuk mendapatkannya. Keyakinan ini akan terus melekat sampai dewasa.
Penting untuk mengakui bagaimana rumitnya hubungan Bunda dengan ayah sehingga dapat merubah beberapa keyakinan yang ditanam sejak kecil.
2. Ratapi
Setelah menerima keadaan, biarkan diri merasakan rasa sakit dari hubungan negatif dengan ayah dan ratapi apa yang tidak dapat Bunda rasakan selama ini. Menurut Cantor, ini adalah saat yang tepat untuk marah dan sedih atas masa kecil.
3. Pelajari
Terakhir, setelah menerima dan meratapi, saatnya untuk belajar dari hal tersebut agar tidak membiarkan permasalahan keterikatan di masa kecil memiliki pengaruh pada hubungan saat dewasa.
Cantor menjelaskan ketika anak-anak tumbuh tanpa kasih sayang, mereka akan percaya bahwa mereka tidak pantas untuk mendapatkannya. Keyakinan ini akan terus melekat sampai dewasa.
Penting untuk mengakui bagaimana rumitnya hubungan Bunda dengan ayah sehingga dapat merubah beberapa keyakinan yang ditanam sejak kecil.
2. Ratapi
Setelah menerima keadaan, biarkan diri merasakan rasa sakit dari hubungan negatif dengan ayah dan ratapi apa yang tidak dapat Bunda rasakan selama ini. Menurut Cantor, ini adalah saat yang tepat untuk marah dan sedih atas masa kecil.
3. Pelajari
Terakhir, setelah menerima dan meratapi, saatnya untuk belajar dari hal tersebut agar tidak membiarkan permasalahan keterikatan di masa kecil memiliki pengaruh pada hubungan saat dewasa.
Meski memang bukan gangguan mental, Daddy Issues bisa menyebabkan kualitas hidup seseorang terganggu, khususnya dalam segi asmara. Jadi, apabila kamu mengenal seseorang atau justru dirimu sendiri yang menunjukkan tanda-tanda Daddy Issues seperti di atas, janganlah ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog, ya.
Psikolog akan membantumu mengatasi masalah atau trauma terkait hubungan dengan ayah di masa lalu, sekaligus melatih kemampuanmu untuk mengatur emosi dengan lebih baik. Dengan begitu, kamu bisa memulai hubungan yang sehat dan penuh kasih di masa depan.
Psikolog akan membantumu mengatasi masalah atau trauma terkait hubungan dengan ayah di masa lalu, sekaligus melatih kemampuanmu untuk mengatur emosi dengan lebih baik. Dengan begitu, kamu bisa memulai hubungan yang sehat dan penuh kasih di masa depan.
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
nah itu dia beberapa pengertian tentang Daddy Issue. apakah dari tanda - tanda di atas pernah kalian alami? jika iya, tetap semangat. semua berhak mendapatkan cintai oleh siapa saja dan dimana saja. okey, sudah saatnya saya pamit undur diri, thanks for reading this content and see you on the next content 👋🏻 .