ㅤㅤ ㅤ 📺 ──────── 𝐅𝐎𝐑𝐒𝐂𝚰𝐍𝐓𝚰𝐋𝐀 𝐋𝚰𝐕𝐄 𝐏𝐎𝐃𝐂𝐀𝐒𝐓
• • ───────• ⓘ
《 𝘈𝘳𝘦 𝘞𝘦 𝘖𝘬𝘢𝘺 𝘰𝘳 𝘑𝘶𝘴𝘵 𝘈𝘵𝘵𝘢𝘤𝘩𝘦𝘥? 》
⎯⎯ ⣼⁝⃞ׂ ✨ • 🎧 ⎯ׄ⎯ ᯤᅟᅟᅟᅟᅟᅟᅟ
/left momentarily speechless by Fers Rebecca’s words ; lingers in silence for a beat ; offers a small, appreciative applause ; shifts into a more comfortable sitting position ; gently adjusts the microphone ; then turns to face the camera and begins to speak/
🎙 🈀۪۪•── †˖ Ini bahkan belum benar-benar masuk ke momennya, tapi jujur saya sudah merinding. Pertanyaan kecil, Fers… apakah pengalaman Fers menjalani hubungan toxic itu yang akhirnya menginspirasi menciptakan logo Forscintila Academy yang berwarna ungu? Dan semua ornamen sekolah juga ungu? Hahaha~
🎙 🈀۪۪•── †˖ Gimana nih, Froscivis? Setelah dengar sepenggal cerita dan kata-kata dari Fers Rebecca tadi. Siapa di sini yang masih bertahan di hubungan yang bisa dibilang kurang sehat? Masih bertahan karena cinta… atau karena takut mengakhiri rasa sakitnya sekarang?
🎙 🈀۪۪•── †˖ Ada kalimat yang sering banget kita lihat di media sosial 'Nanti juga berubah, asal kita sabar.'
🎙 🈀۪۪•── †˖ Padahal kadang yang berubah bukan hubungannya, tapi diri kita sendiri. Jadi makin terbiasa disakiti, makin pandai memaklumi dan makin lupa rasanya dicintai dengan benar. Fakta atau mitos nih? Hahaha
🎙 🈀۪۪•── †˖ Nah, menurut Fers Rebecca sendiri, dari pengalaman yang pernah dijalani… gimana caranya membedakan antara bertahan karena cinta dan bertahan karena keterikatan?
/meets Fers Becca’s gaze and lets a gentle smile form/
• • ───────• ⓘ
《 𝘈𝘳𝘦 𝘞𝘦 𝘖𝘬𝘢𝘺 𝘰𝘳 𝘑𝘶𝘴𝘵 𝘈𝘵𝘵𝘢𝘤𝘩𝘦𝘥? 》
⎯⎯ ⣼⁝⃞ׂ ✨ • 🎧 ⎯ׄ⎯ ᯤᅟᅟᅟᅟᅟᅟᅟ
🐯 ➫ Eliot, speak now
/left momentarily speechless by Fers Rebecca’s words ; lingers in silence for a beat ; offers a small, appreciative applause ; shifts into a more comfortable sitting position ; gently adjusts the microphone ; then turns to face the camera and begins to speak/
🎙 🈀۪۪•── †˖ Ini bahkan belum benar-benar masuk ke momennya, tapi jujur saya sudah merinding. Pertanyaan kecil, Fers… apakah pengalaman Fers menjalani hubungan toxic itu yang akhirnya menginspirasi menciptakan logo Forscintila Academy yang berwarna ungu? Dan semua ornamen sekolah juga ungu? Hahaha~
🎙 🈀۪۪•── †˖ Gimana nih, Froscivis? Setelah dengar sepenggal cerita dan kata-kata dari Fers Rebecca tadi. Siapa di sini yang masih bertahan di hubungan yang bisa dibilang kurang sehat? Masih bertahan karena cinta… atau karena takut mengakhiri rasa sakitnya sekarang?
🎙 🈀۪۪•── †˖ Ada kalimat yang sering banget kita lihat di media sosial 'Nanti juga berubah, asal kita sabar.'
🎙 🈀۪۪•── †˖ Padahal kadang yang berubah bukan hubungannya, tapi diri kita sendiri. Jadi makin terbiasa disakiti, makin pandai memaklumi dan makin lupa rasanya dicintai dengan benar. Fakta atau mitos nih? Hahaha
🎙 🈀۪۪•── †˖ Nah, menurut Fers Rebecca sendiri, dari pengalaman yang pernah dijalani… gimana caranya membedakan antara bertahan karena cinta dan bertahan karena keterikatan?
/meets Fers Becca’s gaze and lets a gentle smile form/
🔥2👏2
ㅤㅤ ㅤ 📺 ──────── 𝐅𝐎𝐑𝐒𝐂𝚰𝐍𝐓𝚰𝐋𝐀 𝐋𝚰𝐕𝐄 𝐏𝐎𝐃𝐂𝐀𝐒𝐓
• • ───────• ⓘ
《 𝘈𝘳𝘦 𝘞𝘦 𝘖𝘬𝘢𝘺 𝘰𝘳 𝘑𝘶𝘴𝘵 𝘈𝘵𝘵𝘢𝘤𝘩𝘦𝘥? 》
⎯⎯ ⣼⁝⃞ׂ ✨ • 🎧 ⎯ׄ⎯ ᯤᅟᅟᅟᅟᅟᅟᅟ
/looks to Fors Eliot; shifts gaze to Fors Renzo and Fers Klaire ; smiles ; nods lightly ; faces the camera with a gentle smile and starts speaking/
🎙 🈀۪۪•── †˖ Great! Pertanyaan yang bagus, hahaha. Ini mau tahu banget, atau cuma mau tahu aja nih? Tenang, nanti akan saya jawab pelan-pelan, sekalian dengan materi yang akan saya sampaikan setelah ini.
🎙 🈀۪۪•── †˖ Jadi tolong disimak baik-baik, ya. Terutama buat kalian yang mungkin masih terjebak di hubungan toxic love. Buka mata dan hati sedikit lebih lebar. Jangan terlalu sering menyakiti diri sendiri, apalagi hati kalian.
🎙 🈀۪۪•── †˖ Karena luka yang dipelihara terlalu lama, lama-lama terasa biasa, padahal sebenarnya semakin dalam lukanya. Dan kalau sudah terlalu dalam, proses menyembuhkannya juga gak akan sebentar.
🎙 🈀۪۪•── †˖ Nah, setelah ini aku akan mulai masuk ke materi. Semoga dari sini, kita bisa belajar membedakan mana yang benar-benar cinta, dan mana yang hanya keterikatan yang selama ini kita paksa untuk bertahan.
/smiles at the camera ; opens the material script ; lifts her gaze to the camera ; ready to read it aloud with a clear tone/
• • ───────• ⓘ
《 𝘈𝘳𝘦 𝘞𝘦 𝘖𝘬𝘢𝘺 𝘰𝘳 𝘑𝘶𝘴𝘵 𝘈𝘵𝘵𝘢𝘤𝘩𝘦𝘥? 》
⎯⎯ ⣼⁝⃞ׂ ✨ • 🎧 ⎯ׄ⎯ ᯤᅟᅟᅟᅟᅟᅟᅟ
🪻 ➫ Fers Rebbeca, speak now
/looks to Fors Eliot; shifts gaze to Fors Renzo and Fers Klaire ; smiles ; nods lightly ; faces the camera with a gentle smile and starts speaking/
🎙 🈀۪۪•── †˖ Great! Pertanyaan yang bagus, hahaha. Ini mau tahu banget, atau cuma mau tahu aja nih? Tenang, nanti akan saya jawab pelan-pelan, sekalian dengan materi yang akan saya sampaikan setelah ini.
🎙 🈀۪۪•── †˖ Jadi tolong disimak baik-baik, ya. Terutama buat kalian yang mungkin masih terjebak di hubungan toxic love. Buka mata dan hati sedikit lebih lebar. Jangan terlalu sering menyakiti diri sendiri, apalagi hati kalian.
🎙 🈀۪۪•── †˖ Karena luka yang dipelihara terlalu lama, lama-lama terasa biasa, padahal sebenarnya semakin dalam lukanya. Dan kalau sudah terlalu dalam, proses menyembuhkannya juga gak akan sebentar.
🎙 🈀۪۪•── †˖ Nah, setelah ini aku akan mulai masuk ke materi. Semoga dari sini, kita bisa belajar membedakan mana yang benar-benar cinta, dan mana yang hanya keterikatan yang selama ini kita paksa untuk bertahan.
/smiles at the camera ; opens the material script ; lifts her gaze to the camera ; ready to read it aloud with a clear tone/
👏2🔥1🥰1
𓂃ֹ ࣪ 🥰 .. 𓊆 Cinta & Overthinking 𓊇 ─ 🫀
– Podcast Special Edition
Forscintila Academy –
・・・・・・・・・・・・・・・
‣ ⍀ . . . Sebelum kita masuk lebih pada materi, kita samain dulu sudut pandangnya. Malam ini kita gak nyalahin siapa-siapa. Kita juga gak mau bilang siapa yang salah atau siapa yang paling tersakiti. Kita cuma mau ngobrol soal hal-hal kecil yang sering kita anggap sepele, padahal diam-diam bikin capek pikiran dan hati.
ᅠᅠׁ˳ ⟆ 𖥔 Tentang cinta, tentang overthinking dan tentang kenapa kadang kita bertahan di hubungan yang sebenarnya bikin kita lelah.
– Podcast Special Edition
Forscintila Academy –
・・・・・・・・・・・・・・・
‣ ⍀ . . . Sebelum kita masuk lebih pada materi, kita samain dulu sudut pandangnya. Malam ini kita gak nyalahin siapa-siapa. Kita juga gak mau bilang siapa yang salah atau siapa yang paling tersakiti. Kita cuma mau ngobrol soal hal-hal kecil yang sering kita anggap sepele, padahal diam-diam bikin capek pikiran dan hati.
ᅠᅠׁ˳ ⟆ 𖥔 Tentang cinta, tentang overthinking dan tentang kenapa kadang kita bertahan di hubungan yang sebenarnya bikin kita lelah.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥1👏1
ᥫ᭡.ִֶָ𓂃... ༘ Di era sekarang, chat sering dianggap sebagai bentuk perhatian. Semakin cepat dibalas, semakin merasa dianggap penting. Ketika chat tidak dibalas dalam waktu lama, pikiran mulai bekerja terlalu jauh dan muncul berbagai asumsi negatif.
ᥫ᭡.ִֶָ𓂃... ༘ Rasa cemas ini biasanya muncul karena kita menggantungkan rasa aman pada respon orang lain, bukan pada diri sendiri. Padahal, keterlambatan membalas pesan tidak selalu berarti diabaikan, tapi sering disalahartikan karena overthinking.
ᥫ᭡.ִֶָ𓂃... ༘ Jika hal ini terjadi terus-menerus, kondisi tersebut bisa mengganggu kesehatan mental dan membuat hubungan terasa melelahkan.
^᪲᪲᪲ ⸼ ── ᮫ ... Hubungan tanpa status sering dianggap aman karena tidak ada komitmen yang mengikat. Namun, tanpa disadari, salah satu pihak mulai menaruh harapan lebih besar dari yang disepakati.
^᪲᪲᪲ ⸼ ── ᮫ ... Ketika harapan tersebut tidak terpenuhi, muncullah rasa kecewa, cemburu, dan sakit hati. Rasa sakit ini bukan karena kita berlebihan, tetapi karena perasaan yang dipendam terlalu lama tanpa kejelasan.
^᪲᪲᪲ ⸼ ── ᮫ ... Hubungan seperti ini sering membuat seseorang terjebak dalam ketidakpastian yang menguras emosi.
◡࣪࣪ ♡ ៸៸ Demi mempertahankan hubungan, seseorang sering kali mulai mengorbankan dirinya sendiri. Mengalah terus-menerus, menahan pendapat, dan menerima perlakuan yang tidak nyaman dianggap sebagai bentuk cinta.
◡࣪࣪ ♡ ៸៸ Perlahan, kita kehilangan batasan diri dan lupa akan kebutuhan serta perasaan sendiri. Hubungan yang sehat seharusnya memberi ruang untuk tumbuh, bukan membuat kita merasa kecil dan tidak berharga.
◡࣪࣪ ♡ ៸៸ Jika sebuah hubungan membuat kita kehilangan jati diri, maka hubungan tersebut perlu dipertanyakan kembali.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥1👏1
𓂃ֹ ࣪ 🥰 .. 𓊆 Red Flag, Green Flag, & Mental Health 𓊇 ─ 🫀
– Podcast Special Edition
Forscintila Academy –
・・・・・・・・・・・・・・・
‣ ⍀ . . . Pada tahap ini, kita masuk ke pembahasan yang sering banget muncul di hubungan. Yaitu red flag, green flag, dan kaitannya dengan mental health. Istilah-istilah ini sekarang sering dipakai, tapi sayangnya juga sering disalah pahami.
✗ ... ᩠࣪ꜜ Banyak orang langsung melabeli pasangannya sebagai red flag, padahal yang sebenarnya terjadi bisa jadi adalah luka lama yang belum selesai. Trauma dari masa lalu, entah dari keluarga, pertemanan, atau hubungan sebelumnya sering terbawa ke hubungan yang baru. Akibatnya, reaksi yang muncul terlihat berlebihan, sensitif, atau defensif, padahal itu adalah bentuk mekanisme bertahan diri. Di titik ini, penting untuk belajar membedakan apakah perilaku itu memang berbahaya, atau hanya tanda bahwa seseorang sedang membawa luka yang belum sempat disembuhkan.
... (—ii❤️ Lalu kita juga sering mendengar istilah “pasangan healing”. Pasangan yang membuat kita merasa aman, didengar, dan tidak takut menjadi diri sendiri. Hubungan seperti ini biasanya tidak selalu sempurna, tapi ada ruang untuk tumbuh bersama. Sebaliknya, ada juga hubungan yang justru terasa melelahkan secara emosional, bukan karena kurang cinta, tapi karena pola yang saling melukai terus berulang. Jika setiap konflik membuat kita merasa kecil, bersalah terus-menerus, atau kehilangan jati diri, itu bisa menjadi tanda bahwa hubungan tersebut bukan tempat untuk pulih, melainkan sumber luka baru.
╋━ Kadang kita memang perlu jujur pada diri sendiri, apakah reaksi kita dipengaruhi oleh trauma masa lalu, overthinking, atau rasa takut ditinggalkan. Tapi di sisi lain, perasaan tidak nyaman juga tidak boleh diabaikan. Perasaan adalah sinyal. Jika sesuatu berulang kali membuat kita merasa tidak aman secara emosional, itu layak diperhatikan, bukan dipendam.
📖 Intinya, memahami red flag dan green flag bukan tentang mencari siapa yang salah, tapi tentang kesadaran diri. Tentang mengenali batasan, memahami luka masing-masing, dan berani bertanya. Apakah hubungan ini membantu aku bertumbuh, atau justru membuat aku kehilangan diriku sendiri?
– Podcast Special Edition
Forscintila Academy –
・・・・・・・・・・・・・・・
‣ ⍀ . . . Pada tahap ini, kita masuk ke pembahasan yang sering banget muncul di hubungan. Yaitu red flag, green flag, dan kaitannya dengan mental health. Istilah-istilah ini sekarang sering dipakai, tapi sayangnya juga sering disalah pahami.
✗ ... ᩠࣪ꜜ Banyak orang langsung melabeli pasangannya sebagai red flag, padahal yang sebenarnya terjadi bisa jadi adalah luka lama yang belum selesai. Trauma dari masa lalu, entah dari keluarga, pertemanan, atau hubungan sebelumnya sering terbawa ke hubungan yang baru. Akibatnya, reaksi yang muncul terlihat berlebihan, sensitif, atau defensif, padahal itu adalah bentuk mekanisme bertahan diri. Di titik ini, penting untuk belajar membedakan apakah perilaku itu memang berbahaya, atau hanya tanda bahwa seseorang sedang membawa luka yang belum sempat disembuhkan.
... (—ii
┼─────── Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah “Dia toxic, atau aku yang terlalu sensitif?” Ini bukan pertanyaan yang mudah dijawab.
╋━ Kadang kita memang perlu jujur pada diri sendiri, apakah reaksi kita dipengaruhi oleh trauma masa lalu, overthinking, atau rasa takut ditinggalkan. Tapi di sisi lain, perasaan tidak nyaman juga tidak boleh diabaikan. Perasaan adalah sinyal. Jika sesuatu berulang kali membuat kita merasa tidak aman secara emosional, itu layak diperhatikan, bukan dipendam.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥1👏1🤩1
𓂃ֹ ࣪ 🥰 .. 𓊆 Relationship Anxiety & Insecure 𓊇 ─ 🫀
– Podcast Special Edition
Forscintila Academy –
・・・・・・・・・・・・・・・
‣ ⍀ . . . Setelah membahas red flag dan dinamika mental health dalam hubungan, sekarang kita masuk ke kondisi yang sering tidak terlihat tapi sangat terasa, relationship anxiety dan rasa insecure. Ini bukan soal kurang cinta, tapi soal ketakutan yang tumbuh di dalam hubungan pelan-pelan, diam-diam, dan sering kali melelahkan.
– Podcast Special Edition
Forscintila Academy –
・・・・・・・・・・・・・・・
‣ ⍀ . . . Setelah membahas red flag dan dinamika mental health dalam hubungan, sekarang kita masuk ke kondisi yang sering tidak terlihat tapi sangat terasa, relationship anxiety dan rasa insecure. Ini bukan soal kurang cinta, tapi soal ketakutan yang tumbuh di dalam hubungan pelan-pelan, diam-diam, dan sering kali melelahkan.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
👏3
ʾʿ ׂ 𖡩 Ketakutan ini biasanya bukan muncul tiba-tiba. Ia tumbuh dari pengalaman masa lalu, pernah ditinggalkan, pernah merasa tidak cukup, atau pernah belajar bahwa cinta itu tidak pernah benar-benar aman. Akhirnya, dalam hubungan sekarang, rasa takut selalu ikut duduk di samping kita. Takut jika suatu hari pasangan berubah, takut jika kita tidak lagi dipilih, dan yang paling dalam, takut harus sendirian lagi.
ʾʿ ׂ 𖡩 Rasa takut ini membuat seseorang terus mencari kepastian, ingin selalu diyakinkan, dan gelisah ketika jarak sedikit saja tercipta. Bukan karena berlebihan, tapi karena di dalam dirinya ada kebutuhan akan rasa aman yang belum terpenuhi.
ʾʿ ׂ 𖡩 Cemburu sering dianggap tanda cinta, padahal tidak selalu sesederhana itu. Ada cemburu yang lahir dari rasa sayang, tapi ada juga cemburu yang muncul dari ketakutan kehilangan kontrol. Ketika insecure mengambil alih, cemburu berubah menjadi kecemasan yaitu takut tersaingi, takut tidak cukup menarik, takut pasangan menemukan kebahagiaan tanpa kita.
ʾʿ ׂ 𖡩 Di titik ini, cemburu bukan lagi tentang pasangan, tapi tentang rasa tidak aman terhadap diri sendiri. Kita bukan takut pasangan pergi, tapi takut jika ternyata kita memang tidak layak untuk dipertahankan. Dan tanpa disadari, ketakutan ini bisa membuat hubungan terasa mengekang, baik bagi diri sendiri maupun pasangan.
ʾʿ ׂ 𖡩 Ada momen di mana kita melihat pasangan terlihat baik-baik saja, bahagia, bahkan santai. Sementara kita justru merasa lelah, cemas, dan tertekan. Perasaan ini sering memunculkan rasa bersalah “Harusnya aku senang dong, kenapa malah sesak?”
ʾʿ ׂ 𖡩 Tekanan ini muncul karena kita terus memikul emosi sendirian. Kita berusaha menjaga hubungan tetap utuh, mengorbankan perasaan sendiri, dan takut dianggap berlebihan jika jujur. Akhirnya, kebahagiaan pasangan terasa seperti pengingat bahwa kita sedang berjuang sendirian di dalam hubungan yang seharusnya dijalani bersama.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥4🥰1👏1
𓂃ֹ ࣪ 🥰 .. 𓊆 Toxic Love & Boundaries 𓊇 ─ 🫀
– Podcast Special Edition
Forscintila Academy –
・・・・・・・・・・・・・・・
‣ ⍀ . . . Dalam banyak hubungan, cinta sering kali terasa melelahkan tanpa kita benar-benar sadar kapan awalnya. Awalnya mungkin hanya ingin bertahan, memahami, dan membuktikan kalau cinta itu butuh perjuangan. Tapi lama-lama, yang terasa bukan lagi hangat, melainkan capek menunggu, capek menebak perasaan pasangan, capek terus merasa salah. Di titik ini, cinta mulai berubah dari sesuatu yang menenangkan menjadi beban emosional yang diam-diam menguras energi dan kewarasan.
Sering kali kita mengira rasa lelah itu wajar karena cinta, padahal bisa jadi itu tanda bahwa boundaries kita terus dilanggar. Boundaries bukan tentang menjaga jarak atau bersikap dingin, tapi tentang menjaga diri agar tidak hancur di dalam hubungan. Tanpa batas yang jelas, kita mudah terseret dalam pola memberi tanpa henti, memaklumi tanpa batas, sampai lupa bahwa kita juga punya kebutuhan, perasaan, dan hak untuk merasa aman. Hubungan yang sehat bukan hubungan tanpa masalah, tapi hubungan yang tetap memberi ruang bernapas untuk kedua belah pihak.
Banyak orang bertahan bukan karena bahagia, tapi karena takut dicap jahat, takut menyakiti, atau takut sendirian. Padahal memilih pergi dari hubungan yang menyakitkan tidak selalu tentang ego, melainkan tentang self-respect. Tentang keberanian untuk berkata bahwa cinta tidak seharusnya melukai harga diri, membuat kita cemas setiap hari, atau merasa tidak cukup. Kadang, mencintai diri sendiri berarti berhenti memaksakan bertahan di tempat yang terus melukai.
Pada akhirnya, cinta yang sehat tidak menuntut kita untuk kehilangan diri sendiri. Ia tidak membuat kita merasa bersalah hanya karena ingin dihargai. Boundaries dan self-respect bukan musuh cinta, justru mereka adalah fondasi agar cinta tidak berubah menjadi toxic love yang diam-diam merusak kita dari dalam.
– Podcast Special Edition
Forscintila Academy –
・・・・・・・・・・・・・・・
‣ ⍀ . . . Dalam banyak hubungan, cinta sering kali terasa melelahkan tanpa kita benar-benar sadar kapan awalnya. Awalnya mungkin hanya ingin bertahan, memahami, dan membuktikan kalau cinta itu butuh perjuangan. Tapi lama-lama, yang terasa bukan lagi hangat, melainkan capek menunggu, capek menebak perasaan pasangan, capek terus merasa salah. Di titik ini, cinta mulai berubah dari sesuatu yang menenangkan menjadi beban emosional yang diam-diam menguras energi dan kewarasan.
Sering kali kita mengira rasa lelah itu wajar karena cinta, padahal bisa jadi itu tanda bahwa boundaries kita terus dilanggar. Boundaries bukan tentang menjaga jarak atau bersikap dingin, tapi tentang menjaga diri agar tidak hancur di dalam hubungan. Tanpa batas yang jelas, kita mudah terseret dalam pola memberi tanpa henti, memaklumi tanpa batas, sampai lupa bahwa kita juga punya kebutuhan, perasaan, dan hak untuk merasa aman. Hubungan yang sehat bukan hubungan tanpa masalah, tapi hubungan yang tetap memberi ruang bernapas untuk kedua belah pihak.
Lalu muncul pertanyaan yang paling berat. Kalau aku memilih pergi, apakah aku egois?
Banyak orang bertahan bukan karena bahagia, tapi karena takut dicap jahat, takut menyakiti, atau takut sendirian. Padahal memilih pergi dari hubungan yang menyakitkan tidak selalu tentang ego, melainkan tentang self-respect. Tentang keberanian untuk berkata bahwa cinta tidak seharusnya melukai harga diri, membuat kita cemas setiap hari, atau merasa tidak cukup. Kadang, mencintai diri sendiri berarti berhenti memaksakan bertahan di tempat yang terus melukai.
Pada akhirnya, cinta yang sehat tidak menuntut kita untuk kehilangan diri sendiri. Ia tidak membuat kita merasa bersalah hanya karena ingin dihargai. Boundaries dan self-respect bukan musuh cinta, justru mereka adalah fondasi agar cinta tidak berubah menjadi toxic love yang diam-diam merusak kita dari dalam.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥3👏2❤1👍1
𓂃ֹ ࣪ 🥰 .. 𓊆 Sosial Media & Tekanan Cinta 𓊇 ─ 🫀
– Podcast Special Edition
Forscintila Academy –
・・・・・・・・・・・・・・・
‣ ⍀ . . . Di era sosial media, cinta tidak lagi hanya soal dua orang, tapi juga soal siapa yang terlihat paling bahagia di layar.
Timeline dipenuhi foto couple goals, caption manis, anniversary yang dirayakan besar-besaran, seolah semua hubungan berjalan sempurna tanpa celah. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan hubungan kita dengan potongan-potongan kebahagiaan orang lain. Padahal yang kita lihat hanyalah highlight, bukan keseluruhan cerita. Tapi tetap saja, perasaan tertinggal dan tidak cukup itu pelan-pelan berubah jadi anxiety di dunia nyata.
Dan pada akhirnya, kita mulai meragukan pasangan, meragukan diri sendiri, bahkan meragukan cinta yang sebenarnya masih ada. Bukan karena hubungan kita benar-benar buruk, tapi karena standar bahagia kita bergeser, bukan lagi dari rasa nyaman, melainkan dari seberapa indah hubungan itu terlihat di mata orang lain. Sosial media akhirnya bukan hanya tempat berbagi, tapi juga tempat membandingkan dan menyakiti diri sendiri secara diam-diam.
Lebih jauh lagi, banyak hubungan akhirnya mengejar validasi online. Like, komentar dan views terasa seperti bukti bahwa hubungan itu “berhasil”. Tapi ketika layar mati dan ponsel diletakkan, yang tersisa justru rasa kosong. Hubungan terlihat hidup di sosial media, tapi terasa sepi di dalam hati. Padahal cinta tidak diukur dari seberapa sering diposting, melainkan dari seberapa aman kita menjadi diri sendiri di dalamnya.
Pada akhirnya, kebahagiaan dalam hubungan tidak selalu harus dipamerkan untuk menjadi nyata. Tidak semua cinta perlu diumumkan, dan tidak semua yang terlihat bahagia benar-benar baik-baik saja. Yang paling penting bukan bagaimana hubungan itu terlihat di layar, tapi bagaimana rasanya saat hanya ada dua orang di dunia nyata. Apakah tenang, apakah aman, dan apakah kita tetap merasa utuh sebagai diri sendiri.
– Podcast Special Edition
Forscintila Academy –
・・・・・・・・・・・・・・・
‣ ⍀ . . . Di era sosial media, cinta tidak lagi hanya soal dua orang, tapi juga soal siapa yang terlihat paling bahagia di layar.
Timeline dipenuhi foto couple goals, caption manis, anniversary yang dirayakan besar-besaran, seolah semua hubungan berjalan sempurna tanpa celah. Tanpa sadar, kita mulai membandingkan hubungan kita dengan potongan-potongan kebahagiaan orang lain. Padahal yang kita lihat hanyalah highlight, bukan keseluruhan cerita. Tapi tetap saja, perasaan tertinggal dan tidak cukup itu pelan-pelan berubah jadi anxiety di dunia nyata.
Dari situ muncul pertanyaan dalam hati 'kenapa hubungan orang lain kelihatan lebih bahagia dari pada punyaku?'
Dan pada akhirnya, kita mulai meragukan pasangan, meragukan diri sendiri, bahkan meragukan cinta yang sebenarnya masih ada. Bukan karena hubungan kita benar-benar buruk, tapi karena standar bahagia kita bergeser, bukan lagi dari rasa nyaman, melainkan dari seberapa indah hubungan itu terlihat di mata orang lain. Sosial media akhirnya bukan hanya tempat berbagi, tapi juga tempat membandingkan dan menyakiti diri sendiri secara diam-diam.
Lebih jauh lagi, banyak hubungan akhirnya mengejar validasi online. Like, komentar dan views terasa seperti bukti bahwa hubungan itu “berhasil”. Tapi ketika layar mati dan ponsel diletakkan, yang tersisa justru rasa kosong. Hubungan terlihat hidup di sosial media, tapi terasa sepi di dalam hati. Padahal cinta tidak diukur dari seberapa sering diposting, melainkan dari seberapa aman kita menjadi diri sendiri di dalamnya.
Pada akhirnya, kebahagiaan dalam hubungan tidak selalu harus dipamerkan untuk menjadi nyata. Tidak semua cinta perlu diumumkan, dan tidak semua yang terlihat bahagia benar-benar baik-baik saja. Yang paling penting bukan bagaimana hubungan itu terlihat di layar, tapi bagaimana rasanya saat hanya ada dua orang di dunia nyata. Apakah tenang, apakah aman, dan apakah kita tetap merasa utuh sebagai diri sendiri.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥2🥰1
ㅤㅤ ㅤ 📺 ──────── 𝐅𝐎𝐑𝐒𝐂𝚰𝐍𝐓𝚰𝐋𝐀 𝐋𝚰𝐕𝐄 𝐏𝐎𝐃𝐂𝐀𝐒𝐓
• • ───────• ⓘ
《 𝘈𝘳𝘦 𝘞𝘦 𝘖𝘬𝘢𝘺 𝘰𝘳 𝘑𝘶𝘴𝘵 𝘈𝘵𝘵𝘢𝘤𝘩𝘦𝘥? 》
⎯⎯ ⣼⁝⃞ׂ ✨ • 🎧 ⎯ׄ⎯ ᯤᅟᅟᅟᅟᅟᅟᅟ
/breaks into an appreciative applause ; scrolls to the next page of the script on the tablet ; gently adjusts the microphone ; then begins to speak/
🎙 🈀۪۪•── †˖ Tepuk tangan yang paling meriah buat Fers Becca, Froscivis!
🎙 🈀۪۪•── †˖ Wah, materi yang disampaikan benar-benar kena di hati. Apalagi ditambah bumbu pengalaman pribadi, jadi makin nyes, makin kerasa dan… makin merasa tersindir, kan? Hahaha~
🎙 🈀۪۪•── †˖ Aku yakin, setelah ini banyak dari kalian yang langsung mikir, 'Loh… kok kayak cerita aku?' Tenang, kalian gak sendirian kok.
🎙 🈀۪۪•── †˖ Dan sekarang saatnya kalian ambil bagian. Buat Froscivis yang sudah siap bertanya, kami membuka sesi Q&A untuk 5 penanya tercepat di kolom board di bawah ini.
🎙 🈀۪۪•── †˖ Silakan ajukan pertanyaan kalian langsung ke Fers Becca dan nanti akan beliau jawab satu per satu. Ingat ya… ini sesi diskusi, bukan ajang saling serang. War is over! Hahaha~
🎙 🈀۪۪•── †˖ Karena malam ini bukan tentang siapa yang paling benar, tapi tentang siapa yang berani jujur sama perasaannya sendiri.
/offers a warm smile to the camera ; takes a brief pause ; then smoothly begins sharing the Q&A board/
• • ───────• ⓘ
《 𝘈𝘳𝘦 𝘞𝘦 𝘖𝘬𝘢𝘺 𝘰𝘳 𝘑𝘶𝘴𝘵 𝘈𝘵𝘵𝘢𝘤𝘩𝘦𝘥? 》
⎯⎯ ⣼⁝⃞ׂ ✨ • 🎧 ⎯ׄ⎯ ᯤᅟᅟᅟᅟᅟᅟᅟ
🐰 ➫ Klaire, speak now
/breaks into an appreciative applause ; scrolls to the next page of the script on the tablet ; gently adjusts the microphone ; then begins to speak/
🎙 🈀۪۪•── †˖ Tepuk tangan yang paling meriah buat Fers Becca, Froscivis!
🎙 🈀۪۪•── †˖ Wah, materi yang disampaikan benar-benar kena di hati. Apalagi ditambah bumbu pengalaman pribadi, jadi makin nyes, makin kerasa dan… makin merasa tersindir, kan? Hahaha~
🎙 🈀۪۪•── †˖ Aku yakin, setelah ini banyak dari kalian yang langsung mikir, 'Loh… kok kayak cerita aku?' Tenang, kalian gak sendirian kok.
🎙 🈀۪۪•── †˖ Dan sekarang saatnya kalian ambil bagian. Buat Froscivis yang sudah siap bertanya, kami membuka sesi Q&A untuk 5 penanya tercepat di kolom board di bawah ini.
🎙 🈀۪۪•── †˖ Silakan ajukan pertanyaan kalian langsung ke Fers Becca dan nanti akan beliau jawab satu per satu. Ingat ya… ini sesi diskusi, bukan ajang saling serang. War is over! Hahaha~
🎙 🈀۪۪•── †˖ Karena malam ini bukan tentang siapa yang paling benar, tapi tentang siapa yang berani jujur sama perasaannya sendiri.
/offers a warm smile to the camera ; takes a brief pause ; then smoothly begins sharing the Q&A board/
🔥2👍1
📝 Heartbreak & Healing Board
👤 min, aku gasuka dia deket orang lain tapi dia cuma anggep aku adiknya ngga lebih
👤 kalo misal dikasi perhatian&diperlakukan layaknya prioritas, salah ga kalo kita ngerasa baper/berharap lebih sama dia?
👤 anu, dia hindu aku islam
👤 Kak kalo punya pacar tapi beda akun gitu salah ga? Hehe
👤 Gimana ya kalau pacar gay aku di rp tau kalau aku cewe di rl...
👤 Buat pertanyaan di bawah ini : Mikir kids👍
👤 jahat gak kalau aku punya cowok di rl tapi di satu sisi aku juga punya cowok di rp:)
👤 kl ninggalin dia demi cowo baru, tp pas putus gamon sm dia. cinta apa fers? []
👤 aq suka sm pacar tmnku, selalu cerita jeleknya tmnku ke dia. krn g mau mereka harmonis. aq ingin mereka putuss
👤 Kalo pacar tau tau jadi akun hantu padahal sebelumnya ga pamit itu pertanda bosen ya??
👤 klo udh toxic gitu gmn cara putusnya? 😭 pdhl hubungan lg baik2 aja mnrut dia, ntar dikira kitanya udh pnya yg lain
👤 kalau takut kehilangan pasangan, itu termasuk toxic love gak fers?
👤 mantan saya mw new life, harus sedih atau nangis? 🥺
👥 13 people have voted so far.
📖 Anonymous Board
🚫 This poll is closed...
👤 min, aku gasuka dia deket orang lain tapi dia cuma anggep aku adiknya ngga lebih
👤 kalo misal dikasi perhatian&diperlakukan layaknya prioritas, salah ga kalo kita ngerasa baper/berharap lebih sama dia?
👤 anu, dia hindu aku islam
👤 Kak kalo punya pacar tapi beda akun gitu salah ga? Hehe
👤 Gimana ya kalau pacar gay aku di rp tau kalau aku cewe di rl...
👤 Buat pertanyaan di bawah ini : Mikir kids👍
👤 jahat gak kalau aku punya cowok di rl tapi di satu sisi aku juga punya cowok di rp:)
👤 kl ninggalin dia demi cowo baru, tp pas putus gamon sm dia. cinta apa fers? []
👤 aq suka sm pacar tmnku, selalu cerita jeleknya tmnku ke dia. krn g mau mereka harmonis. aq ingin mereka putuss
👤 Kalo pacar tau tau jadi akun hantu padahal sebelumnya ga pamit itu pertanda bosen ya??
👤 klo udh toxic gitu gmn cara putusnya? 😭 pdhl hubungan lg baik2 aja mnrut dia, ntar dikira kitanya udh pnya yg lain
👤 kalau takut kehilangan pasangan, itu termasuk toxic love gak fers?
👤 mantan saya mw new life, harus sedih atau nangis? 🥺
👥 13 people have voted so far.
📖 Anonymous Board
🚫 This poll is closed...
𝗙𝗢𝗥𝗦𝗖𝗜𝗡𝗧𝗜𝗟𝗔 𝗔𝗖𝗔𝗗𝗘𝗠𝗬 via @MasterPoll_Bot
👤 mantan saya mw new life, harus sedih atau nangis? 🥺
⎯⎯ ⣼⁝⃞ׂ ✨ • 🎧 ⎯ׄ⎯ ᯤᅟᅟᅟᅟᅟᅟᅟ
🎙 🈀۪۪•── †˖ aduh sulit nih apakah ceritanya masih cinta lama bersemi kembali? Hahaha. Harusnya sih seneng sih karena kalau mau komunikasi gampang kan jadinya, tapi gak tau lagi kalau ternyata dia udah ada yang baru🥺
🪻 ➫ Fers Rebbeca, speak now
🎙 🈀۪۪•── †˖ aduh sulit nih apakah ceritanya masih cinta lama bersemi kembali? Hahaha. Harusnya sih seneng sih karena kalau mau komunikasi gampang kan jadinya, tapi gak tau lagi kalau ternyata dia udah ada yang baru
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🔥1