VAKUM â€Ēâ€Ē ðŸąðŸŽðŸŪ - 𝗕ð—ķ𝗙𝗘𝗖𝗧ð—Ēð—Ĩ ð—Ē𝗙𝗖
2.05K subscribers
144 photos
35 videos
5 files
27 links
ã…Īã…Īã…Īã…Īã…Īâ€ĒâĻģ𝘉𝘊𝘍𝘌𝘊𝘛𝘖𝘙âĻģâ€Ē
—𝘊𝘰ð˜Ūð˜ąð˜­ð˜Ķð˜ĩð˜Ķ ð˜Ū𝘊ð˜īð˜ī𝘊𝘰ð˜Ŋð˜ī ð˜Ī𝘰𝘷ð˜Ķð˜ģð˜ĩ𝘭𝘚, ð˜Ķð˜īð˜ĩð˜Ēð˜Ģ𝘭𝘊ð˜īð˜Đ ð˜ģð˜Ķ𝘭𝘊ð˜Ēð˜Ŋð˜Īð˜Ķ ð˜ĩð˜Đð˜ģ𝘰ð˜ķð˜Ļð˜Đ ð˜īð˜Ķð˜Īð˜ģð˜Ķð˜Ī𝘚—

SHITPOST:
âĻģ @MARKASBFT
MPPS :
âĻģ @AYANGBFT
âĻģ @MitraBft_Bot
CONTACT :
âĻģ @BiFECTOR_OFCBOT

Since : 02 Mei 2023
Download Telegram
ðŸĶī - 4. Dr. Wynn Westcott


Dr. Wynn Westcott dan Pendeta W.T Lemon dijadwalkan untuk bertemu di ruang baca museum.

Pendeta Lemon tiba beberapa menit lebih awal dan melihat Dr. Westcott sedang terlibat pembicaraan dengan seorang rekannya yang bernama Mrs. Salmon.

Tak berapa lama kemudian, Mrs Salmon dengan sopan mengucapkan salam kepada Dr.Westcott dan meninggalkan pembicaraan.

Ia berjalan melewati pendeta Lemon dan juga memberi salam. Lalu, Mrs Salmon menoleh ke Dr.Westcott untuk memberitahu bahwa Pendeta Lemon telah tiba. Namun ia terkejut karena menyadari bahwa Dr. Westcott yang tadi berdiri telah hilang.

Pendeta Lemon dan Mrs. Salmon lalu bertanya kepada resepsionis dan petugas museum lainnya. Mereka mendapatkan jawaban yang sama. Semua memang melihat Dr. Westcott masuk ke ruangan itu, namun tidak ada yang melihat ia meninggalkan ruang tersebut.

Kaget dan kuatir, mereka mengecek ke rumah Dr. Westcott dan tidak disangka mereka menemukan Dr. Westcott sedang terbaring di ranjang, sakit dan tidak meninggalkan tempat tidurnya sejak pagi.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
🙌 - 5. Maria de Jesus de Agreda


Pada abad ke-17, penjelajah dunia baru terkejut bahwa suku di New Mexico telah melakukan praktik ajaran katolik. Ketika ditanyakan ke suku tersebut, mereka mengatakan bahwa telah diajarkan oleh seorang gadis berbalut biru. Dengan beberapa pencarian oleh beberapa pendeta, akhirnya diketahui bahwa fenomena tersebut merupakan Maria de Agreda, seorang biarawati muda berbalut baju biru Spanyol.

Ia mengatakan bahwa dirinya mengajarkan suku India tersebut dengan melokasikan dirinya menyebrangi samudera. Anehnya, Maria memang tidak pernah meninggalkan tempatnya dan ia mengatakan ia hanya mengetahui bahwa ia berjalan ke suatu tanah yang tidak pernah dijelajahi.

Di katakan bahwa dirinya mendapatkan pemberian ilahi atau tuhan. Kemudian dirinya dapat digambarkan sebagai selebritas dunia karena kemampuannya. Namun setelah itu dia mengubah cerita dimana dirinya dipaksa mengatakan bahwa dia bisa melakukan hal tersebut yaitu menciptakan bayangan dirinya dan menyebrangi samudra. Jadi mungkin saja kisah ini memang adalah kisah palsu.
Please open Telegram to view this post
VIEW IN TELEGRAM
𝗖𝗟ð—Ēð—Ķð—œð—Ąð—š 𝗖ð—Ēð—Ąð—§ð—˜ð—Ąð—§
▮▮▮▮▮▮▮▮▮▮▮▮▮▮

ðŸĐĩ : okeee, itulah beberapa kasus doppleganger yang bisa aku bahas di konten malam ini. Gimana, seru gaak konten malam ini ? pastinya seru dong yaa 😞 nah kalian semua sudah pada paham kan doppleganger itu apa? kalau belum minta dikasih paham sama kak gem aja oke!!

🐙 : thanks ya kei, berkat konten lu malam ini gua sama yang lain jadi tau doppleganger itu apa 💁ðŸŧ‍♂

ðŸĐĩ : aightt ‾ïļ terimakasih ya semua nya yang udah simak konten aku malam ini, kalau ada perkataan yang kurang di mengerti tolong dimaafkan yaa 🙌ðŸŧ aku kei dan kyle pamit undur dirii , jaga kesehatan, jangan lupa ibadah, jangan telat makan okeiii. bye bye guyss !! see u di next konten 🖐ðŸŧ

🐙 : ikan hiu makan bubur, terimakasih banyak buat yang udah simak konten kei dan gua malam ini. lopyu oll ðŸŦ°ðŸŧ

#𝗕ð—ķ𝗖𝗔ð—Ģ𝗔𝗖𝗜𝗧𝗎
▮▮▮▮▮▮▮▮▮▮▮▮▮▮
🎄— HALOO HAII HELLOO, waduhh waduhhh parah banget ternyata kita udah lama gak ketemu setelah sekian abad gak muncul ke permukaan hehehe. Tentunyaa kembali lagi donggg bersamaa Kathrinee atau ada yang udah kenal sebagai Kathieee di sesi #𝗕ð—ķ𝗖𝗔ð—Ģ𝗔𝗖𝗜𝗧𝗎 edisi malam Jumat huh hah!

Kali ini apaa yaa konten yang mau dibahas? Nah, kali ini Kathie bakalan bawain kalian konten tentang astronomi dan sci-fi nih dan ternyata ada juga nih kaitannya sama anak-anak GEN Z, waduhh apaa tuhh??? Nah, konten malam ini judulnya adalah "Pandangan Generasi Z Terhadap Sains dalam Film Interstellar" Penasaran gakk nih? Kalo udah penasaran mending langsung cusss gak sih simak kontennya?
Film sci-fi legendaris besutan Christoper Nolan yang rilis tahun 2014, Interstellar kembali mengguncangkan dunia perfilman. Pasalnya, film dengan tema astronomi ini akan dirilis ulang di layar lebar untuk memperingati perayaan sepuluh tahun mahakarya ini.

Film ini menceritakan perjuangan sekelompok astronot untuk mencari tempat tinggal baru di luar angkasa melalui sebuah wormhole atau lubang cacing di dekat planet Saturnus. Film ini mendapatkan banyak ulasan positif dari berbagai kritikus. Film ini juga banyak meraih prestasi di antaranya 44 penghargaan dan 148 nominasi.
Film ini pun mengangkat banyak fenomena astronomi berdasarkan teori dan hukum sains yang akurat. Kip Stephen Thorne, seorang ilmuwan fisika peraih nobel bahkan ikut turun tangan dalam pembuatan film ini dan beliau menulis sebuah buku yang berjudul “The Theory of Interstellar” dimana buku itu menjelaskan berbagai macam teori dibalik film tersebut.

Beberapa fenomena sains yang ada dalam film tersebut antara lain:
Kerusakan bumi


Interstellar mengambil latar tahun 2067, dari awal film sudah diperlihatkan dengan jelas bagaimana penampakan bumi sudah sangat memprihatikan, tidak ada lagi tumbuhan kecuali jagung.

Para petani gagal panen besar-besaran dikarenakan hama hawar, sejenis jamur yang menyerang tumbuh-tumbuhan dan hanya jagung serta okra yang mampu bertahan dengan hama ini, ditambah adanya badai debu yang menyebabkan segalanya hampir tidak terlihat.

Hal ini semakin mirip dengan keadaan bumi di masa ini, populasi pepohonan yang kian minim dan semakin banyaknya polusi yang bahkan menyebabkan langit tidak bisa lagi terlihat biru cerah. Itu semua tidak luput dari pola hidup dan kebiasaan manusia yang banyak masa bodo soal lingkungan, maka bukan tidak mungkin bumi ini akan nampak sama seperti apa yang digambarkan pada film. Jadi, sebelum terlambat, mari kita sama-sama menjaga bumi tercinta kita ini.
Lubang Hitam Gargantua


Dalam film interstellar, ada sebuah lubang hitam bernama Gargantua yang diorbit oleh planet Miller dan planet Mann, lubang hitam ini berukuran sangat besar dan bergerak dengan sangat cepat. Dalam film, Gargantua divisualisasikan sebagai sebuah lubang dengan piringan akresi yang tipis. Sang ilmuwan Kip Thorne mendasarkan visualisasi Gargantua pada Teori Relativitas Umum Einstein.

Namun, pada tahun 2019, tepat 5 tahun setelah Interstellar dirilis, para ilmuwan untuk pertama kalinya berhasil menangkap foto lubang hitam yang sebenarnya yang berada di galaksi M87, foto tersebut bahkan diambil menggunakan gabungan berbagai teleskop selama tujuh tahun, namun nyatanya lubang hitam M87 dengan Gargantua nampak berbeda, lubang hitam M87 terlihat lebih terang serta tidak memiliki piringan akresi, mirip seperti sebuah donat.

Banyak orang yang bertanya-tanya tentang kebenaran teori ini, dan di tahun yang sama Kip Thorne menjelaskan hal ini dalam kelas studinya di Cardiff University bahwa Gargantua dan lubang hitam M87 adalah sama, hanya saja Gargantua divisualisasikan secara tampak depan, sementara foto lubang hitam M87 diambil dari sudut pandang tampak atas.
Perbedaan Waktu


Sebelum sang pemeran utama yaitu Cooper terbang ke luar angkasa, dia memberikan sebuah jam tangan pada anak perempuannya dan mengatakan bahwa ketika ia kembali maka waktu yang ditunjukkan oleh jam tangan anaknya akan sama dengan jam tangan yang ia pakai saat ke luar angkasa. Perbedaan waktu ini merupakan sebuah konsep dari Teori Relativitas Khusus Einstein yang disebut dengan dilatasi waktu. Dilatasi waktu merupakan konsep dimana kecepatan pengamatan antar dua pengamat akan berpengaruh pada waktu. Waktu tersebut akan relatif pada kecepatan konstan, yaitu kecepatan cahaya.

Sama seperti sebelumnya, permasalahan ini nyatanya juga bisa dijelaskan dengan Teori Relativitas Umum Einstein. Dalam teorinya, Einstein menjelaskan bahwa gravitasi muncul sebagai bagian dari ruang dan waktu, yang artinya waktu dapat berbeda-beda pada setiap tempat. Tapi, apa benar 1 jam di luar angkasa sama dengan 7 tahun di bumi? Tidak.

Perbedaan waktu bumi dengan luar angkasa tidak terjadi sejauh itu, jam di ISS (International Space Station) berjalan 0,007 detik lebih lambat dari bumi, yang artinya luar angkasa sana hanya berbeda sekian mikrodetik saja dengan planet kita, namun bukan berarti teori ini salah. Teori ini sudah sepenuhnya benar, hanya saja penguluran waktu dalam film dibuat lebih panjang untuk menciptakan suasana dramatis.
Itu dia beberapa ragam sains yang terdapat dalam film Interstellar. Faktanya, masih ada banyak hal yang bisa dikulik dari film ini. Meskipun terkesan sulit dimengerti, namun pada nyatanya sains sangat menarik. Segala hal dalam Interstellar memang menakjubkan, namun sebagai manusia yang setiap hari terbiasa menghirup oksigen bumi, ada baiknya semua itu tidak terjadi dengan cara menjaga lingkungan dan kelestarian bumi kita serta mulailah tergerak dalam penghijauan agar kerusakaan bumi dan perpindahan umat manusia ke planet lain tidak terjadi. Kathie pamit undur diri dari #𝗕ð—ķ𝗖𝗔ð—Ģ𝗔𝗖𝗜𝗧𝗎 malam hari ini dan sampai jumpa di lain waktu