โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
DR. Khalisa
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
Halloo semua ada kabar baik ni @Alexsa_aldebaran9 telah mengadopsi kucing lucu nih
di jaga baikยฒ ya kucingnya, dan terima kasih telah adopsi hewan di Apprentice
๐ฅ:@ApprenticeHospital
๐ฉโโ:@claracalestaa
DR. Khalisa
โโโโโโโโโโโโโโโโโโโโ
Halloo semua ada kabar baik ni @Alexsa_aldebaran9 telah mengadopsi kucing lucu nih
di jaga baikยฒ ya kucingnya, dan terima kasih telah adopsi hewan di Apprentice
๐ฅ:@ApprenticeHospital
๐ฉโโ:@claracalestaa
Halloo semua di sini dengan dokter Weylyn saya di sini ingin membahas tentang depresi dan setiap malam minggu akan selalu ada pembahasan tentang penyakit atau pun yang lain di RS ini dari pada kalian gabut atau pun gamon kan nah lebih baik menambah materi, malam ini saya akan membahas tentang depresi dan cara menghindari depresi seperti apa
๐engertian Depresi
Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan suasana hati yang terus-menerus merasa sedih dan tertekan serta kehilangan minat dalam beraktivitas, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup sehari-hari. Seseorang yang mengalami gangguan depresi mayor, kelainan ini dapat memengaruhi perasaan, pemikiran, hingga perilaku sehingga menimbulkan masalah emosional dan fisik.
Depresi yang terjadi juga dapat mengganggu saat istirahat dan nafsu makan, sehingga kerap merasa lelah dan sulit berkonsentrasi. Efek depresi dapat berlangsung lama atau bahkan berulang dan mampu memengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi dan menjalani aktivitas harian.
๐aktor Risiko Depresi
Depresi umumnya terjadi pada remaja di rentang usia 20โ30an, meski semua rentang usia juga memiliki risiko tersendiri. Lebih banyak wanita dibandingkan pria yang didiagnosis mengidap gangguan mental ini, tetapi wanita lebih cenderung segera mencari pengobatan. Nah, beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya depresi, antara lain:
Memiliki riwayat gangguan kesehatan mental pada keluarga.
Menyalahgunakan alkohol atau obat terlarang.
Memiliki ciri kepribadian tertentu, seperti rendah diri, terlalu keras dalam menilai diri sendiri, pesimis, atau terlalu bergantung kepada orang lain.
Mengidap penyakit kronis atau serius, seperti gangguan hormon tiroid, cedera kepala, HIV/AIDS, diabetes, kanker, stroke, nyeri kronis, atau penyakit jantung.
Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti beberapa obat tekanan darah tinggi atau obat tidur.
Mengalami kejadian traumatik, seperti kekerasan seksual, kematian, kehilangan orang yang dicintai, atau masalah keuangan.
๐enyebab Depresi
Belum diketahui secara pasti sesuatu yang dapat menyebabkan depresi. Beberapa risiko yang dapat meningkatkan risiko dari gangguan ini adalah:
Masalah biologis: Seseorang yang mengidap depresi kemungkinan mengalami perubahan fisik di otak. Meski begitu, tingkat signifikan dari perubahan ini belum diketahui secara pasti, meski akhirnya dapat membantu untuk menentukan sesuatu yang menyebabkannya.
Gangguan kimia pada otak: Neurotransmitter adalah bahan kimia pada otak yang terbentuk secara alami dan disebut-sebut dapat berperan dalam depresi. Sebuah penelitian menyebut jika perubahan dalam fungsi dan efek neurotransmitter ini dapat memengaruhi stabilitas suasana hati sehingga memengaruhi tingkat depresi pada seseorang.
Gangguan hormon: Perubahan atau gangguan pada keseimbangan hormon dapat memicu terjadinya depresi. Hal ini kerap terjadi selama kehamilan dan beberapa minggu atau bulan setelahnya (pascapartum). Selain itu, seseorang yang mengalami masalah tiroid, menopause, serta beberapa kondisi lainnya juga memiliki risiko tinggi pada depresi.
Penyakit keturunan: Masalah depresi lebih berisiko terjadi pada seseorang dengan keluarga inti yang pernah mengidapnya. Disebutkan jika gen dapat memengaruhi risiko dari penyebab depresi.
Depresi merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan suasana hati yang terus-menerus merasa sedih dan tertekan serta kehilangan minat dalam beraktivitas, sehingga mengakibatkan penurunan kualitas hidup sehari-hari. Seseorang yang mengalami gangguan depresi mayor, kelainan ini dapat memengaruhi perasaan, pemikiran, hingga perilaku sehingga menimbulkan masalah emosional dan fisik.
Depresi yang terjadi juga dapat mengganggu saat istirahat dan nafsu makan, sehingga kerap merasa lelah dan sulit berkonsentrasi. Efek depresi dapat berlangsung lama atau bahkan berulang dan mampu memengaruhi kemampuan seseorang untuk berfungsi dan menjalani aktivitas harian.
๐aktor Risiko Depresi
Depresi umumnya terjadi pada remaja di rentang usia 20โ30an, meski semua rentang usia juga memiliki risiko tersendiri. Lebih banyak wanita dibandingkan pria yang didiagnosis mengidap gangguan mental ini, tetapi wanita lebih cenderung segera mencari pengobatan. Nah, beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya depresi, antara lain:
Memiliki riwayat gangguan kesehatan mental pada keluarga.
Menyalahgunakan alkohol atau obat terlarang.
Memiliki ciri kepribadian tertentu, seperti rendah diri, terlalu keras dalam menilai diri sendiri, pesimis, atau terlalu bergantung kepada orang lain.
Mengidap penyakit kronis atau serius, seperti gangguan hormon tiroid, cedera kepala, HIV/AIDS, diabetes, kanker, stroke, nyeri kronis, atau penyakit jantung.
Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti beberapa obat tekanan darah tinggi atau obat tidur.
Mengalami kejadian traumatik, seperti kekerasan seksual, kematian, kehilangan orang yang dicintai, atau masalah keuangan.
๐enyebab Depresi
Belum diketahui secara pasti sesuatu yang dapat menyebabkan depresi. Beberapa risiko yang dapat meningkatkan risiko dari gangguan ini adalah:
Masalah biologis: Seseorang yang mengidap depresi kemungkinan mengalami perubahan fisik di otak. Meski begitu, tingkat signifikan dari perubahan ini belum diketahui secara pasti, meski akhirnya dapat membantu untuk menentukan sesuatu yang menyebabkannya.
Gangguan kimia pada otak: Neurotransmitter adalah bahan kimia pada otak yang terbentuk secara alami dan disebut-sebut dapat berperan dalam depresi. Sebuah penelitian menyebut jika perubahan dalam fungsi dan efek neurotransmitter ini dapat memengaruhi stabilitas suasana hati sehingga memengaruhi tingkat depresi pada seseorang.
Gangguan hormon: Perubahan atau gangguan pada keseimbangan hormon dapat memicu terjadinya depresi. Hal ini kerap terjadi selama kehamilan dan beberapa minggu atau bulan setelahnya (pascapartum). Selain itu, seseorang yang mengalami masalah tiroid, menopause, serta beberapa kondisi lainnya juga memiliki risiko tinggi pada depresi.
Penyakit keturunan: Masalah depresi lebih berisiko terjadi pada seseorang dengan keluarga inti yang pernah mengidapnya. Disebutkan jika gen dapat memengaruhi risiko dari penyebab depresi.
Dan penyebab depresi itu bermacam macam loh
Seperti
Mengalami peristiwa traumatis
Memiliki penyakit kronis atau serius
Mengonsumsi jenis obat tertentu
Memiliki riwayat gangguan mental lainnya
Memiliki tekanan batin, misalnya karena masalah keuangan atau masalah rumah tangga
Memiliki pola pikir yang salah, misalnya toxic positivity
Mengalami peristiwa traumatis
Memiliki penyakit kronis atau serius
Mengonsumsi jenis obat tertentu
Memiliki riwayat gangguan mental lainnya
Memiliki tekanan batin, misalnya karena masalah keuangan atau masalah rumah tangga
Memiliki pola pikir yang salah, misalnya toxic positivity
Jika memiliki penyakit depresi juga sangat mengganggu
Jangan samakan depresi dengan bipolar ya
Depresi itu seseorang yang sedih terus menerus tanpa sebab yang pasti dan kalau bipolar itu mengalami kesedihan dan kesenangan secara bergantian
Okey sampai sini saja ya sampai jumpa minggu depan, dan minggu depan saya akan membahas tentang gamon dan alasan susah move on itu kenapa
Okey semua saya bahas gamon nya sekarang saja ya๐ญ๐ญ
Karna dokter RS saya minta sekarang
Apa penyebab susah move on?
Dalam banyak kasus, penyebab susah move on karena belum sepenuhnya menghilangkan semua hal yang berkaitan dengan mantan kekasih.
Terlebih, hubungan yang terjalin intens itu menimbulkan rasa kehilangan yang amat dalam. Maka tak heran orang yang baru putus masih akan selalu ingin tahu atau ikut campur soal kehidupan sang mantan kekasih. Padahal keduanya jelas bukan hal yang sehat untuk dilakukan.
Terlebih, hubungan yang terjalin intens itu menimbulkan rasa kehilangan yang amat dalam. Maka tak heran orang yang baru putus masih akan selalu ingin tahu atau ikut campur soal kehidupan sang mantan kekasih. Padahal keduanya jelas bukan hal yang sehat untuk dilakukan.
Dan alasanya susah banget untuk move on itu apa?
1. Karna cinta pertama
2. Belum ada kata pisah
3. Terjebak nostalgia
4. Pura pura bahagia
5. Terus stalking sosial media nya
1. Karna cinta pertama
2. Belum ada kata pisah
3. Terjebak nostalgia
4. Pura pura bahagia
5. Terus stalking sosial media nya
Khusus untuk no 2 makanya jdi nj/yj jangan nggantung ya karna di gantung itu gk enak
Sebenarnya untuk cepat move on itu jangan berharap lagi
Apalagi berharap sama yang virtual dan beda keyakinan
Apalagi beda perasaan
Udah virtual beda keyakinan beda perasaan lagi
Oh iya ada satu lagi
Udah virtual beda keyakinan beda perasaan dan beda alam