Apakah Multiverse Nyata?
Setelah mengulik tentang teori pendukung multiverse, mungkin kita masih bertanya-tanya tentang kebenaran multiverse ini. disebutkan bahwa secara teoritis keberadaan multiverse sangat berkaitan dengan fisika kuantum.
Sebagai pengetahuan, fisika kuantum adalah bidang fisika yang mengulas tentang hubungan materi dan energi di level partikel atau bagian fisika yang kecil. Neil deGrasse Tyson, seorang astro fisikawan asal Amerika menerangkan bahwa segala hal yang diprediksi oleh prinsip fisika kuantum ini diuji dan benar adanya.
Secara filosofis alam semesta tidak pernah membuat sesuai hanya satu. Contohnya planet, Bumi bukanlah satu-satunya planet yang ada di alam semesta ini. Maka dari itu, tak menutup kemungkinan jika galaksi bima sakti juga bukan satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini.
Dari sinilah kita bisa menarik kesimpulan bahwa tidak mustahil jika ada lebih dari satu alam semesta yang jumlahnya tidak terhingga. Meski demikian, keberadaan dari multiverse ini masih perlu diteliti dan dikaji lebih lanjut.
Setelah mengulik tentang teori pendukung multiverse, mungkin kita masih bertanya-tanya tentang kebenaran multiverse ini. disebutkan bahwa secara teoritis keberadaan multiverse sangat berkaitan dengan fisika kuantum.
Sebagai pengetahuan, fisika kuantum adalah bidang fisika yang mengulas tentang hubungan materi dan energi di level partikel atau bagian fisika yang kecil. Neil deGrasse Tyson, seorang astro fisikawan asal Amerika menerangkan bahwa segala hal yang diprediksi oleh prinsip fisika kuantum ini diuji dan benar adanya.
Secara filosofis alam semesta tidak pernah membuat sesuai hanya satu. Contohnya planet, Bumi bukanlah satu-satunya planet yang ada di alam semesta ini. Maka dari itu, tak menutup kemungkinan jika galaksi bima sakti juga bukan satu-satunya galaksi yang ada di alam semesta ini.
Dari sinilah kita bisa menarik kesimpulan bahwa tidak mustahil jika ada lebih dari satu alam semesta yang jumlahnya tidak terhingga. Meski demikian, keberadaan dari multiverse ini masih perlu diteliti dan dikaji lebih lanjut.
Gitu lho. Tentang multiverse belum bisa dipastikan ya, tapi untuk parallel universe itu ada bahayanya juga lho, semisal diri kita di universe lain ternyata jahat, itu bisa bahaya juga buat kita. Walaupun kayak gitu. Tetep aja, rasa penasaran tentang Multiverse ini gabisa dihindarin. Segini dulu ya
ILYIEU π
ILYIEU π
halo alestra selamat hari jumat. in here i want introducing myself untuk sebagian kalian yang belum mengenal saya. saya admin baru di astrouka , you can call me aksa. kalian pasti tau mengapa saya disini (?) thats right , in first konten saya akan membawakan konten tentang π
#KONESTRA
#KONESTRA
efek buruk dari keseringan begadang
hayo kalian yang suka begadang simak biar tau efek buruk nya untuk kesehatan badan kalian dan yang jarang begadang jangan di teruskan begadang nya. don't forget simak hingga selesai
#KONESTRA
hayo kalian yang suka begadang simak biar tau efek buruk nya untuk kesehatan badan kalian dan yang jarang begadang jangan di teruskan begadang nya. don't forget simak hingga selesai
#KONESTRA
1. Peningkatan berat badan
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur atau sering begadang bisa mengalami kenaikan berat badan lebih banyak , jika dibandingkan dengan orang yang tidurnya cukup setiap hari. Hal ini bisa membuat orang yang sering begadang lebih berisiko mengalami obesitas.
Ada beberapa alasan mengapa efek begadang bisa meningkatkan berat badan. Salah satu alasan ini adalah efek begadang yang bisa mengganggu metabolisme tubuh. Selain itu, kurang tidur juga bisa membuat tubuh menjadi lebih cepat lapar, sehingga pola makan pun sulit untuk dijaga.
Ditambah lagi, jika Anda sering begadang dan memiliki kebiasaan banyak makan saat stres (stress eating), hal ini bisa membuat berat badan Anda semakin banyak bertambah. Oleh karena itu, jika Anda ingin menurunkan berat badan, kebiasaan begadang tentu perlu dikurangi atau bahkan dihentikan.
Nah yang kepikiran biar kurus karena begadang setiap hari siapa nih? Padahal justru konsep nya terbalik dari yang kamu pikirkan
#KONESTRA
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur atau sering begadang bisa mengalami kenaikan berat badan lebih banyak , jika dibandingkan dengan orang yang tidurnya cukup setiap hari. Hal ini bisa membuat orang yang sering begadang lebih berisiko mengalami obesitas.
Ada beberapa alasan mengapa efek begadang bisa meningkatkan berat badan. Salah satu alasan ini adalah efek begadang yang bisa mengganggu metabolisme tubuh. Selain itu, kurang tidur juga bisa membuat tubuh menjadi lebih cepat lapar, sehingga pola makan pun sulit untuk dijaga.
Ditambah lagi, jika Anda sering begadang dan memiliki kebiasaan banyak makan saat stres (stress eating), hal ini bisa membuat berat badan Anda semakin banyak bertambah. Oleh karena itu, jika Anda ingin menurunkan berat badan, kebiasaan begadang tentu perlu dikurangi atau bahkan dihentikan.
Nah yang kepikiran biar kurus karena begadang setiap hari siapa nih? Padahal justru konsep nya terbalik dari yang kamu pikirkan
#KONESTRA
2. Penuaan dini
Saat begadang dan kurang tidur, tubuh Anda akan menghasilkan lebih banyak hormon stres (kortisol). Hormon ini dapat memecah dan merusak struktur kolagen pada kulit, yakni protein yang berfungsi untuk membuat kulit lebih kencang dan elastis.
Akibat sering begadang, kulit dan wajah Anda akan menjadi lebih kusam dan kering. Rusaknya kolagen di wajah pun bisa menyebabkan munculnya garis-garis atau kerutan di wajah, flek atau bintik-bintik kehitaman di wajah, serta mata bengkak dan muncul lingkaran hitam di sekitar mata (mata panda). Seringnya saya lihat mata panda dari perempuan nih alasannya begadang karena overthinking haduh
#KONESTRA
Saat begadang dan kurang tidur, tubuh Anda akan menghasilkan lebih banyak hormon stres (kortisol). Hormon ini dapat memecah dan merusak struktur kolagen pada kulit, yakni protein yang berfungsi untuk membuat kulit lebih kencang dan elastis.
Akibat sering begadang, kulit dan wajah Anda akan menjadi lebih kusam dan kering. Rusaknya kolagen di wajah pun bisa menyebabkan munculnya garis-garis atau kerutan di wajah, flek atau bintik-bintik kehitaman di wajah, serta mata bengkak dan muncul lingkaran hitam di sekitar mata (mata panda). Seringnya saya lihat mata panda dari perempuan nih alasannya begadang karena overthinking haduh
#KONESTRA
3. Mudah lupa
Ketika Anda tidur, jaringan dan sel-sel saraf di otak akan mengalami proses perbaikan atau regenerasi. Dengan terbentuknya jaringan otak yang sehat, fungsi otak Anda akan senantiasa terjaga. Regenerasi jaringan otak juga penting untuk memperkuat ingatan atau daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir.
Sebaliknya, saat Anda sering begadang, sel-sel dan jaringan otak akan lebih cepat rusak dan sulit diperbaiki. Hal ini bisa membuat fungsi otak terganggu, sehingga Anda akan lebih sering mengantuk, mudah lupa, dan sulit berkonsentrasi. Menjadi pelupa juga buat diri kamu susah dalam lingkungan kerja apalagi jika melupakan hal yang sangat penting kan bahaya bisa dapat sp
#KONESTRA
Ketika Anda tidur, jaringan dan sel-sel saraf di otak akan mengalami proses perbaikan atau regenerasi. Dengan terbentuknya jaringan otak yang sehat, fungsi otak Anda akan senantiasa terjaga. Regenerasi jaringan otak juga penting untuk memperkuat ingatan atau daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir.
Sebaliknya, saat Anda sering begadang, sel-sel dan jaringan otak akan lebih cepat rusak dan sulit diperbaiki. Hal ini bisa membuat fungsi otak terganggu, sehingga Anda akan lebih sering mengantuk, mudah lupa, dan sulit berkonsentrasi. Menjadi pelupa juga buat diri kamu susah dalam lingkungan kerja apalagi jika melupakan hal yang sangat penting kan bahaya bisa dapat sp
#KONESTRA
4. Penurunan fungsi otak
Efek begadang dapat mengurangi daya nalar, kemampuan memecahkan masalah, dan konsentrasi. Kemampuan memerhatikan sesuatu serta tingkat kewaspadaan juga akan mengalami penurunan. Sulit fokus juga kerap dapat menyebabkan kecelakaan saat berkendara atau bekerja.
#KONESTRA
Efek begadang dapat mengurangi daya nalar, kemampuan memecahkan masalah, dan konsentrasi. Kemampuan memerhatikan sesuatu serta tingkat kewaspadaan juga akan mengalami penurunan. Sulit fokus juga kerap dapat menyebabkan kecelakaan saat berkendara atau bekerja.
#KONESTRA
5. Peningkatan risiko gangguan mental
Beberapa riset menunjukkan bahwa orang yang sering begadang akan lebih rentan mengalami gangguan fungsi otak dan juga gangguan tidur berupa insomnia. Dalam jangka panjang, efek begadang tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan mental, seperti depresi dan gangguan cemas.
Risiko ini juga akan semakin meningkat, jika Anda memiliki kebiasaan kurang sehat, seperti sering merokok, jarang olahraga, sering stres, dan tidak menjaga pola makan.
#KONESTRA
Beberapa riset menunjukkan bahwa orang yang sering begadang akan lebih rentan mengalami gangguan fungsi otak dan juga gangguan tidur berupa insomnia. Dalam jangka panjang, efek begadang tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan mental, seperti depresi dan gangguan cemas.
Risiko ini juga akan semakin meningkat, jika Anda memiliki kebiasaan kurang sehat, seperti sering merokok, jarang olahraga, sering stres, dan tidak menjaga pola makan.
#KONESTRA
6. Peningkatan risiko kanker
Efek begadang juga berkaitan dengan peningkatan risiko seseorang untuk terkena kanker. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan kurang tidur, atau sering bekerja shift di malam hari, lebih berisiko terkena kanker jika dibandingkan dengan orang yang tidurnya cukup sehari-hari.
Belum diketahui pasti apa efek begadang terhadap kemunculan kanker, namun diduga berkaitan dengan stres dan kerusakan sel-sel tubuh.
#KONESTRA
Efek begadang juga berkaitan dengan peningkatan risiko seseorang untuk terkena kanker. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan kurang tidur, atau sering bekerja shift di malam hari, lebih berisiko terkena kanker jika dibandingkan dengan orang yang tidurnya cukup sehari-hari.
Belum diketahui pasti apa efek begadang terhadap kemunculan kanker, namun diduga berkaitan dengan stres dan kerusakan sel-sel tubuh.
#KONESTRA