π€π’π“π‘πŽππ€π‹π’ πŠπˆππƒπ„π‘π†π€π‘π“π„π
1.71K subscribers
208 photos
17 videos
13 links
Part of @OCEANICADELIVERY🐳
Download Telegram
πŸŽ™ : legenda ini dikenal dengan nama BLOODY MARY. konon, jika seseorang berdiri di depan cermin dalam ruangan gelap lalu menyebut namanya beberapa kali, sesuatu akan muncul di dalam pantulan.

πŸŽ™ : tidak ada aturan yang benar-benar baku. ada yang mengatakan tiga kali. ada yang lima kali. sebagian menyarankan hanya menggunakan cahaya lilin sebagai satu-satunya penerangan.

πŸŽ™ : ritualnya sederhana. terlalu sederhana untuk sesuatu yang konon bisa mengubah apa yang terlihat di dalam cermin.
⚑3
πŸŽ™ : legenda ini berkembang luas di Eropa dan Amerika Utara. beberapa orang mencoba mengaitkannya dengan Mary I of England, yang mendapat julukan β€œBloody Mary” pada abad ke-16.

πŸŽ™ : namun tidak ada bukti kuat bahwa ritual ini benar-benar berasal dari dirinya. sebagian besar peneliti folklor justru menyebut bahwa kisah ini tumbuh dari kepercayaan lama tentang cermin sebagai batas antara dunia nyata dan dunia lain.

πŸŽ™ : dalam banyak budaya, cermin tidak hanya memantulkan wajah, tetapi dipercaya dapat memantulkan sesuatu yang tidak selalu ingin dilihat.
πŸ’˜2⚑1❀‍πŸ”₯1
πŸŽ™ : sekarang bayangkan kalian berdiri sendirian diruangan gelap. lampu dimatikan. hanya ada cahaya lilin kecil yang berkedip pelan.

πŸŽ™ : kalian menatap wajah sendiri. beberapa detik pertama terasa biasa. lalu perlahan, bayangan dibawah mata tampak lebih dalam, garis senyum terlihat seperti bukan milik kalian.

πŸŽ™ : semakin lama menatap, semakin sulit memastikan bahwa pantulan itu bergerak persis seperti kalian.

πŸŽ™ : ada sepersekian detik ketika tangan sudah turun tetapi bayangan masih sedikit terangkat, atau mungkin itu hanya perasaan.

πŸŽ™ : dalam pencahayaan rendah, otak memang bisa mengalami distorsi persepsi. wajah yang familiar dapat terlihat asing. detail kecil menjadi berlebihan. ekspresi netral terasa mengancam.

πŸŽ™ : tetapi mengetahui itu tidak selalu menghentikan jantung yang mulai berdetak lebih cepat.
πŸ’˜2⚑1❀‍πŸ”₯1
πŸŽ™ : yang membuat legenda ini bertahan bukanlah bukti, melainkan pengalaman.

πŸŽ™ : cerita tentang seseorang yang merasa melihat pantulannya tersenyum lebih dulu. tentang mata didalam cermin yang tampak menatap dengan kesadaran sendiri.

πŸŽ™ : tentang momen ketika nama itu dipanggil dan ruangan terasa sedikit lebih dingin.

πŸŽ™ : sebagian orang tertawa setelah mencobanya. sebagian lain memilih menyalakan lampu secepat mungkin tanpa menoleh lagi ke cermin.

πŸŽ™ : karena ada rasa yang sulit dijelaskan ketika pantulan tidak lagi terasa sepenuhnya milik kita.
⚑2
πŸŽ™ : pada akhirnya, legenda ini mungkin memang lebih banyak berbicara tentang psikologi manusia. tentang sugesti, kegelapan, dan bagaimana pikiran mengisi ruang yang samar.

πŸŽ™ : namun tetap saja, ketika ruangan menjadi terlalu sunyi, ketika cahaya lilin hampir padam dan ketika kalian menatap sedikit lebih lama dari yang seharusnya.

πŸŽ™ : ada momen singkat dimana batas antara imajinasi dan kenyataan terasa sangat tipis.

πŸŽ™ : dan didetik itu, yang paling menakutkan bukanlah apa yang mungkin muncul di cermin. melainkan kemungkinan bahwa ia sudah ada disana, menunggu kalian menyadarinya.
⚑3πŸ’˜1
/look at the camera ; smile at the camera ; start talking/


πŸŽ™ : nah Astors, itulah legenda Bloody Mary. sebuah cerita sederhana tentang cermin, kegelapan, dan nama yang dipanggil berulang kali namun tetap bertahan selama bertahun-tahun karena satu hal: rasa penasaran manusia.

πŸŽ™ : mungkin tidak ada sosok yang benar-benar muncul. mungkin semuanya hanya permainan cahaya, sugesti, dan pikiran kita sendiri. tetapi sensasi ketika menatap pantulan dalam ruangan gelap itu nyata. detak jantung yang terasa lebih cepat dan perasaan seperti sedang diawasi.

πŸŽ™ : jadi malam ini, jika kalian kebetulan berdiri sendirian di depan cermin dalam keadaan sunyi, ingatlah satu hal. terkadang yang membuat kita takut bukanlah apa yang ada di balik pantulan melainkan momen ketika pantulan itu terasa sedikit tidak sinkron dengan diri kita.

πŸŽ™ : terima kasih sudah menemani saya malam ini. saya Rhys, pamit. selamat malam dan jangan menatap terlalu lama.


/turn off the camera; get up from the chair; leave the podcast room/
πŸ‘3πŸ’˜1
πŸ“’ PODCAST ALERT!

☎️ ASTORS PODCAST – Astropals Kindergarten
πŸŽ™ Host : Rhys

πŸ“† Hari/Tanggal : Rabu, 25 Februari 2026
⏰ Waktu : 21.00 WIB – Selesai
πŸ“ Live di : @ASTROPALSOFC

πŸŽ₯ Saksikan dan dengarkan obrolan seru seputar dunia pendidikan anak, kesehatan dasar, serta berbagai cerita menarik dan inspiratif lainnya.

Yuk, kita belajar sambil berbagi cerita bersama!
#ASTROPODCAST
❀‍πŸ”₯1πŸ”₯1πŸ‘1πŸ†1πŸ’˜1
/enter the room; take a seat; adjust the microphone slightly; glance at the camera; smile briefly/


πŸŽ™: heyyo, what’s up Astors? selamat malam. kembali lagi bersama saya, Rhys, yang akan menemani kalian di podcast malam ini.

πŸŽ™: malam ini, saya ingin membawa kalian ke sebuah kota kecil di Eropa pada abad ke-16, tempat sebuah peristiwa aneh dan sulit dijelaskan pernah terjadi. ini bukan tentang pemberontakan, bukan pula wabah penyakit seperti yang sering kita dengar, melainkan tentang orang orang yang menari, dan tidak bisa berhenti.

πŸŽ™: Astors, apakah kalian pernah membayangkan satu orang menari ditengah jalan tanpa musik dan tanpa alasan yang jelas, lalu terus melakukannya selama berjam jam? sekarang bayangkan keesokan harinya jumlahnya bertambah. lalu dalam hitungan minggu, puluhan orang menari tanpa henti hingga pingsan, bahkan meninggal.
inilah kisah "THE DANCING PLAGUE 1518".
❀‍πŸ”₯2⚑1πŸ”₯1πŸ†1πŸ’˜1
γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ…€γ€” 𝗔π—ͺπ—”π—Ÿ π—žπ—˜π—π—”π——π—œπ—”π—‘ 〕ㅀㅀㅀㅀㅀ


✢ peristiwa ini terjadi pada Juli 1518 di kota Strasbourg, yang saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Romawi Suci, wilayah yang kini masuk dalam Prancis modern. semuanya bermula dari seorang perempuan bernama Frau Troffea. suatu hari, ia keluar ke jalan dan mulai menari. bukan tarian yang teratur, bukan pula pertunjukan. ia menari tanpa henti, tanpa irama yang jelas.

✢ awalnya orang-orang mengira itu hanya perilaku aneh biasa. namun, Frau Troffea tidak berhenti. ia terus bergerak selama berjam-jam, bahkan berhari-hari. tubuhnya kelelahan, tetapi ia tetap menari. dalam waktu satu minggu, sekitar 30 orang ikut menari bersamanya. dan dalam sebulan, jumlahnya mencapai ratusan.
πŸ‘1πŸ†1
γ…€γ€” π—¦π—œπ—§π—¨π—”π—¦π—œ π—¬π—”π—‘π—š π—¦π—˜π— π—”π—žπ—œπ—‘ π— π—˜π—‘π—šπ—˜π—₯π—œπ—žπ—”π—‘ 〕


✢ kondisi ini semakin tidak terkendali. orang-orang menari tanpa bisa berhenti, siang dan malam. beberapa diantaranya pingsan karena kelelahan ekstrem. ada yang mengalami serangan jantung, stroke, bahkan meninggal akibat tubuh yang dipaksa bergerak terus-menerus.

✢ yang lebih mengejutkan, pemerintah kota saat itu justru percaya bahwa satu-satunya cara untuk β€œmenyembuhkan” mereka adalah dengan membiarkan mereka menari sampai sembuh. mereka bahkan menyediakan panggung dan memanggil musisi untuk mengiringi para penari tersebut, dengan harapan penyakit itu akan keluar melalui tarian.

✢ keputusan ini tentu saja memperburuk keadaan. alih-alih berhenti, jumlah penari justru bertambah.
πŸ‘1πŸ†1