This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
π : legenda ini dikenal dengan nama BLOODY MARY. konon, jika seseorang berdiri di depan cermin dalam ruangan gelap lalu menyebut namanya beberapa kali, sesuatu akan muncul di dalam pantulan.
π : tidak ada aturan yang benar-benar baku. ada yang mengatakan tiga kali. ada yang lima kali. sebagian menyarankan hanya menggunakan cahaya lilin sebagai satu-satunya penerangan.
π : ritualnya sederhana. terlalu sederhana untuk sesuatu yang konon bisa mengubah apa yang terlihat di dalam cermin.
π : tidak ada aturan yang benar-benar baku. ada yang mengatakan tiga kali. ada yang lima kali. sebagian menyarankan hanya menggunakan cahaya lilin sebagai satu-satunya penerangan.
π : ritualnya sederhana. terlalu sederhana untuk sesuatu yang konon bisa mengubah apa yang terlihat di dalam cermin.
β‘3
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
π : legenda ini berkembang luas di Eropa dan Amerika Utara. beberapa orang mencoba mengaitkannya dengan Mary I of England, yang mendapat julukan βBloody Maryβ pada abad ke-16.
π : namun tidak ada bukti kuat bahwa ritual ini benar-benar berasal dari dirinya. sebagian besar peneliti folklor justru menyebut bahwa kisah ini tumbuh dari kepercayaan lama tentang cermin sebagai batas antara dunia nyata dan dunia lain.
π : dalam banyak budaya, cermin tidak hanya memantulkan wajah, tetapi dipercaya dapat memantulkan sesuatu yang tidak selalu ingin dilihat.
π : namun tidak ada bukti kuat bahwa ritual ini benar-benar berasal dari dirinya. sebagian besar peneliti folklor justru menyebut bahwa kisah ini tumbuh dari kepercayaan lama tentang cermin sebagai batas antara dunia nyata dan dunia lain.
π : dalam banyak budaya, cermin tidak hanya memantulkan wajah, tetapi dipercaya dapat memantulkan sesuatu yang tidak selalu ingin dilihat.
π2β‘1β€βπ₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
π : sekarang bayangkan kalian berdiri sendirian diruangan gelap. lampu dimatikan. hanya ada cahaya lilin kecil yang berkedip pelan.
π : kalian menatap wajah sendiri. beberapa detik pertama terasa biasa. lalu perlahan, bayangan dibawah mata tampak lebih dalam, garis senyum terlihat seperti bukan milik kalian.
π : semakin lama menatap, semakin sulit memastikan bahwa pantulan itu bergerak persis seperti kalian.
π : ada sepersekian detik ketika tangan sudah turun tetapi bayangan masih sedikit terangkat, atau mungkin itu hanya perasaan.
π : dalam pencahayaan rendah, otak memang bisa mengalami distorsi persepsi. wajah yang familiar dapat terlihat asing. detail kecil menjadi berlebihan. ekspresi netral terasa mengancam.
π : tetapi mengetahui itu tidak selalu menghentikan jantung yang mulai berdetak lebih cepat.
π : kalian menatap wajah sendiri. beberapa detik pertama terasa biasa. lalu perlahan, bayangan dibawah mata tampak lebih dalam, garis senyum terlihat seperti bukan milik kalian.
π : semakin lama menatap, semakin sulit memastikan bahwa pantulan itu bergerak persis seperti kalian.
π : ada sepersekian detik ketika tangan sudah turun tetapi bayangan masih sedikit terangkat, atau mungkin itu hanya perasaan.
π : dalam pencahayaan rendah, otak memang bisa mengalami distorsi persepsi. wajah yang familiar dapat terlihat asing. detail kecil menjadi berlebihan. ekspresi netral terasa mengancam.
π : tetapi mengetahui itu tidak selalu menghentikan jantung yang mulai berdetak lebih cepat.
π2β‘1β€βπ₯1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
π : yang membuat legenda ini bertahan bukanlah bukti, melainkan pengalaman.
π : cerita tentang seseorang yang merasa melihat pantulannya tersenyum lebih dulu. tentang mata didalam cermin yang tampak menatap dengan kesadaran sendiri.
π : tentang momen ketika nama itu dipanggil dan ruangan terasa sedikit lebih dingin.
π : sebagian orang tertawa setelah mencobanya. sebagian lain memilih menyalakan lampu secepat mungkin tanpa menoleh lagi ke cermin.
π : karena ada rasa yang sulit dijelaskan ketika pantulan tidak lagi terasa sepenuhnya milik kita.
π : cerita tentang seseorang yang merasa melihat pantulannya tersenyum lebih dulu. tentang mata didalam cermin yang tampak menatap dengan kesadaran sendiri.
π : tentang momen ketika nama itu dipanggil dan ruangan terasa sedikit lebih dingin.
π : sebagian orang tertawa setelah mencobanya. sebagian lain memilih menyalakan lampu secepat mungkin tanpa menoleh lagi ke cermin.
π : karena ada rasa yang sulit dijelaskan ketika pantulan tidak lagi terasa sepenuhnya milik kita.
β‘2
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
π : pada akhirnya, legenda ini mungkin memang lebih banyak berbicara tentang psikologi manusia. tentang sugesti, kegelapan, dan bagaimana pikiran mengisi ruang yang samar.
π : namun tetap saja, ketika ruangan menjadi terlalu sunyi, ketika cahaya lilin hampir padam dan ketika kalian menatap sedikit lebih lama dari yang seharusnya.
π : ada momen singkat dimana batas antara imajinasi dan kenyataan terasa sangat tipis.
π : dan didetik itu, yang paling menakutkan bukanlah apa yang mungkin muncul di cermin. melainkan kemungkinan bahwa ia sudah ada disana, menunggu kalian menyadarinya.
π : namun tetap saja, ketika ruangan menjadi terlalu sunyi, ketika cahaya lilin hampir padam dan ketika kalian menatap sedikit lebih lama dari yang seharusnya.
π : ada momen singkat dimana batas antara imajinasi dan kenyataan terasa sangat tipis.
π : dan didetik itu, yang paling menakutkan bukanlah apa yang mungkin muncul di cermin. melainkan kemungkinan bahwa ia sudah ada disana, menunggu kalian menyadarinya.
β‘3π1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
/look at the camera ; smile at the camera ; start talking/
π : nah Astors, itulah legenda Bloody Mary. sebuah cerita sederhana tentang cermin, kegelapan, dan nama yang dipanggil berulang kali namun tetap bertahan selama bertahun-tahun karena satu hal: rasa penasaran manusia.
π : mungkin tidak ada sosok yang benar-benar muncul. mungkin semuanya hanya permainan cahaya, sugesti, dan pikiran kita sendiri. tetapi sensasi ketika menatap pantulan dalam ruangan gelap itu nyata. detak jantung yang terasa lebih cepat dan perasaan seperti sedang diawasi.
π : jadi malam ini, jika kalian kebetulan berdiri sendirian di depan cermin dalam keadaan sunyi, ingatlah satu hal. terkadang yang membuat kita takut bukanlah apa yang ada di balik pantulan melainkan momen ketika pantulan itu terasa sedikit tidak sinkron dengan diri kita.
π : terima kasih sudah menemani saya malam ini. saya Rhys, pamit. selamat malam dan jangan menatap terlalu lama.
/turn off the camera; get up from the chair; leave the podcast room/
π3π1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
π’ PODCAST ALERT!
βοΈ ASTORS PODCAST β Astropals Kindergarten
π Host : Rhys
π Hari/Tanggal : Rabu, 25 Februari 2026
β° Waktu : 21.00 WIB β Selesai
π Live di : @ASTROPALSOFC
π₯ Saksikan dan dengarkan obrolan seru seputar dunia pendidikan anak, kesehatan dasar, serta berbagai cerita menarik dan inspiratif lainnya.
Yuk, kita belajar sambil berbagi cerita bersama!
#ASTROPODCAST
βοΈ ASTORS PODCAST β Astropals Kindergarten
π Host : Rhys
π Hari/Tanggal : Rabu, 25 Februari 2026
β° Waktu : 21.00 WIB β Selesai
π Live di : @ASTROPALSOFC
π₯ Saksikan dan dengarkan obrolan seru seputar dunia pendidikan anak, kesehatan dasar, serta berbagai cerita menarik dan inspiratif lainnya.
Yuk, kita belajar sambil berbagi cerita bersama!
#ASTROPODCAST
β€βπ₯1π₯1π1π1π1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
/enter the room; take a seat; adjust the microphone slightly; glance at the camera; smile briefly/
π: heyyo, whatβs up Astors? selamat malam. kembali lagi bersama saya, Rhys, yang akan menemani kalian di podcast malam ini.
π: malam ini, saya ingin membawa kalian ke sebuah kota kecil di Eropa pada abad ke-16, tempat sebuah peristiwa aneh dan sulit dijelaskan pernah terjadi. ini bukan tentang pemberontakan, bukan pula wabah penyakit seperti yang sering kita dengar, melainkan tentang orang orang yang menari, dan tidak bisa berhenti.
π: Astors, apakah kalian pernah membayangkan satu orang menari ditengah jalan tanpa musik dan tanpa alasan yang jelas, lalu terus melakukannya selama berjam jam? sekarang bayangkan keesokan harinya jumlahnya bertambah. lalu dalam hitungan minggu, puluhan orang menari tanpa henti hingga pingsan, bahkan meninggal.
inilah kisah "THE DANCING PLAGUE 1518".
β€βπ₯2β‘1π₯1π1π1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ €γ ππͺππ ππππππππ‘ γγ €γ €γ €γ €γ €
βΆ peristiwa ini terjadi pada Juli 1518 di kota Strasbourg, yang saat itu merupakan bagian dari Kekaisaran Romawi Suci, wilayah yang kini masuk dalam Prancis modern. semuanya bermula dari seorang perempuan bernama Frau Troffea. suatu hari, ia keluar ke jalan dan mulai menari. bukan tarian yang teratur, bukan pula pertunjukan. ia menari tanpa henti, tanpa irama yang jelas.
βΆ awalnya orang-orang mengira itu hanya perilaku aneh biasa. namun, Frau Troffea tidak berhenti. ia terus bergerak selama berjam-jam, bahkan berhari-hari. tubuhnya kelelahan, tetapi ia tetap menari. dalam waktu satu minggu, sekitar 30 orang ikut menari bersamanya. dan dalam sebulan, jumlahnya mencapai ratusan.
π1π1
This media is not supported in your browser
VIEW IN TELEGRAM
γ €γ π¦ππ§π¨ππ¦π π¬ππ‘π π¦ππ ππππ‘ π ππ‘πππ₯ππππ‘ γ
βΆ kondisi ini semakin tidak terkendali. orang-orang menari tanpa bisa berhenti, siang dan malam. beberapa diantaranya pingsan karena kelelahan ekstrem. ada yang mengalami serangan jantung, stroke, bahkan meninggal akibat tubuh yang dipaksa bergerak terus-menerus.
βΆ yang lebih mengejutkan, pemerintah kota saat itu justru percaya bahwa satu-satunya cara untuk βmenyembuhkanβ mereka adalah dengan membiarkan mereka menari sampai sembuh. mereka bahkan menyediakan panggung dan memanggil musisi untuk mengiringi para penari tersebut, dengan harapan penyakit itu akan keluar melalui tarian.
βΆ keputusan ini tentu saja memperburuk keadaan. alih-alih berhenti, jumlah penari justru bertambah.
π1π1