π€π’π“π‘πŽππ€π‹π’ πŠπˆππƒπ„π‘π†π€π‘π“π„π
1.71K subscribers
200 photos
17 videos
13 links
Part of @OCEANICADELIVERY🐳
Download Telegram
πŸ“’ PODCAST ALERT!

☎️ ASTORS PODCAST – Astropals Kindergarten
πŸŽ™ Host : Rhys

πŸ“† Hari/Tanggal : Jumat, 20 Februari 2026
⏰ Waktu : 19.00 WIB – Selesai
πŸ“ Live di : @ASTROPALSOFC

πŸŽ₯ Saksikan dan dengarkan obrolan seru seputar dunia pendidikan anak, kesehatan dasar, serta berbagai cerita menarik dan inspiratif lainnya.

Yuk, kita belajar sambil berbagi cerita bersama!
#ASTROPODCAST
πŸ’˜2❀‍πŸ”₯1πŸ”₯1
/enter the room; take a seat; adjust the microphone slightly; glance at the camera; smile briefly/


πŸŽ™ : halo Astors, selamat malam. semoga kalian dalam keadaan baik. seperti biasa, saya Rhys yang akan menemani kalian di podcast kali ini.

πŸŽ™ : malam ini saya ingin membahas sebuah legenda yang mungkin pernah kalian dengar. bukan cerita horor dengan teriakan atau penampakan tiba-tiba melainkan sebuah ritual sederhana yang justru terasa lebih dekat dari yang kita kira.

πŸŽ™ : sebuah nama yang diucapkan di depan cermin dalam ruangan gelap. terdengar seperti permainan. sesuatu yang bisa dilakukan hanya untuk membuktikan bahwa tidak akan terjadi apa-apa.

πŸŽ™ : tetapi entah mengapa setiap kali ruangan menjadi sunyi dan cahaya mulai redup, suasananya selalu terasa sedikit berbeda.
⚑1πŸ”₯1πŸ’˜1
πŸŽ™ : legenda ini dikenal dengan nama BLOODY MARY. konon, jika seseorang berdiri di depan cermin dalam ruangan gelap lalu menyebut namanya beberapa kali, sesuatu akan muncul di dalam pantulan.

πŸŽ™ : tidak ada aturan yang benar-benar baku. ada yang mengatakan tiga kali. ada yang lima kali. sebagian menyarankan hanya menggunakan cahaya lilin sebagai satu-satunya penerangan.

πŸŽ™ : ritualnya sederhana. terlalu sederhana untuk sesuatu yang konon bisa mengubah apa yang terlihat di dalam cermin.
⚑3
πŸŽ™ : legenda ini berkembang luas di Eropa dan Amerika Utara. beberapa orang mencoba mengaitkannya dengan Mary I of England, yang mendapat julukan β€œBloody Mary” pada abad ke-16.

πŸŽ™ : namun tidak ada bukti kuat bahwa ritual ini benar-benar berasal dari dirinya. sebagian besar peneliti folklor justru menyebut bahwa kisah ini tumbuh dari kepercayaan lama tentang cermin sebagai batas antara dunia nyata dan dunia lain.

πŸŽ™ : dalam banyak budaya, cermin tidak hanya memantulkan wajah, tetapi dipercaya dapat memantulkan sesuatu yang tidak selalu ingin dilihat.
πŸ’˜2⚑1❀‍πŸ”₯1
πŸŽ™ : sekarang bayangkan kalian berdiri sendirian diruangan gelap. lampu dimatikan. hanya ada cahaya lilin kecil yang berkedip pelan.

πŸŽ™ : kalian menatap wajah sendiri. beberapa detik pertama terasa biasa. lalu perlahan, bayangan dibawah mata tampak lebih dalam, garis senyum terlihat seperti bukan milik kalian.

πŸŽ™ : semakin lama menatap, semakin sulit memastikan bahwa pantulan itu bergerak persis seperti kalian.

πŸŽ™ : ada sepersekian detik ketika tangan sudah turun tetapi bayangan masih sedikit terangkat, atau mungkin itu hanya perasaan.

πŸŽ™ : dalam pencahayaan rendah, otak memang bisa mengalami distorsi persepsi. wajah yang familiar dapat terlihat asing. detail kecil menjadi berlebihan. ekspresi netral terasa mengancam.

πŸŽ™ : tetapi mengetahui itu tidak selalu menghentikan jantung yang mulai berdetak lebih cepat.
πŸ’˜2⚑1❀‍πŸ”₯1
πŸŽ™ : yang membuat legenda ini bertahan bukanlah bukti, melainkan pengalaman.

πŸŽ™ : cerita tentang seseorang yang merasa melihat pantulannya tersenyum lebih dulu. tentang mata didalam cermin yang tampak menatap dengan kesadaran sendiri.

πŸŽ™ : tentang momen ketika nama itu dipanggil dan ruangan terasa sedikit lebih dingin.

πŸŽ™ : sebagian orang tertawa setelah mencobanya. sebagian lain memilih menyalakan lampu secepat mungkin tanpa menoleh lagi ke cermin.

πŸŽ™ : karena ada rasa yang sulit dijelaskan ketika pantulan tidak lagi terasa sepenuhnya milik kita.
⚑2
πŸŽ™ : pada akhirnya, legenda ini mungkin memang lebih banyak berbicara tentang psikologi manusia. tentang sugesti, kegelapan, dan bagaimana pikiran mengisi ruang yang samar.

πŸŽ™ : namun tetap saja, ketika ruangan menjadi terlalu sunyi, ketika cahaya lilin hampir padam dan ketika kalian menatap sedikit lebih lama dari yang seharusnya.

πŸŽ™ : ada momen singkat dimana batas antara imajinasi dan kenyataan terasa sangat tipis.

πŸŽ™ : dan didetik itu, yang paling menakutkan bukanlah apa yang mungkin muncul di cermin. melainkan kemungkinan bahwa ia sudah ada disana, menunggu kalian menyadarinya.
⚑3πŸ’˜1
/look at the camera ; smile at the camera ; start talking/


πŸŽ™ : nah Astors, itulah legenda Bloody Mary. sebuah cerita sederhana tentang cermin, kegelapan, dan nama yang dipanggil berulang kali namun tetap bertahan selama bertahun-tahun karena satu hal: rasa penasaran manusia.

πŸŽ™ : mungkin tidak ada sosok yang benar-benar muncul. mungkin semuanya hanya permainan cahaya, sugesti, dan pikiran kita sendiri. tetapi sensasi ketika menatap pantulan dalam ruangan gelap itu nyata. detak jantung yang terasa lebih cepat dan perasaan seperti sedang diawasi.

πŸŽ™ : jadi malam ini, jika kalian kebetulan berdiri sendirian di depan cermin dalam keadaan sunyi, ingatlah satu hal. terkadang yang membuat kita takut bukanlah apa yang ada di balik pantulan melainkan momen ketika pantulan itu terasa sedikit tidak sinkron dengan diri kita.

πŸŽ™ : terima kasih sudah menemani saya malam ini. saya Rhys, pamit. selamat malam dan jangan menatap terlalu lama.


/turn off the camera; get up from the chair; leave the podcast room/
πŸ‘3πŸ’˜1